Feeding Show Aquarium Pangandaran Bikin Pengunjung Terpukau
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aquarium Indonesia Pangandaran, Minggu (2/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Aquarium Indonesia Pangandaran menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebanyakan akuarium di Indonesia. Bukan hanya menyaksikan ribuan biota laut, pengunjung juga dapat menikmati feeding show yang menghabiskan sekitar 45 kilogram pakan setiap hari serta melihat koleksi artefak kapal karam yang diperkirakan berasal dari abad ke-16 hingga ke-17. Perpaduan edukasi kelautan dan sejarah maritim inilah yang membuat Aquarium Indonesia Pangandaran menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Pangandaran.
Di balik kaca akuarium raksasa, suasana berubah semakin meriah ketika dua penyelam profesional mulai turun membawa pakan. Dalam hitungan detik, hiu, pari, dan ratusan ikan laut dari berbagai ukuran berenang mendekat, menciptakan atraksi bawah laut yang memikat perhatian pengunjung dari segala usia.
Pertunjukan memberi makan ikan berlangsung sekitar 15 menit. Selama atraksi berlangsung, pengunjung dapat mengamati perilaku alami berbagai biota laut dari jarak dekat. Menjelang akhir sesi, penyelam memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengabadikan momen dengan latar ribuan ikan yang masih berenang di dalam akuarium utama.
Feeding Show Jadi Atraksi Favorit Pengunjung
Menurut keterangan pengelola, setiap sesi feeding show membutuhkan sekitar 15 kilogram pakan. Atraksi tersebut digelar tiga kali setiap hari, sehingga total kebutuhan pakan seluruh biota laut mencapai sekitar 45 kilogram per hari.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pola makan satwa laut serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Banyak orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenalkan keanekaragaman hayati Indonesia kepada anak-anak sejak dini.

Dua penyelam sedang Feeding Show di Aquarium Indonesia Pangandaran, Minggu (2/7/2026).
Melihat Harta Karun dari Dasar Laut Indonesia
Daya tarik Aquarium Indonesia Pangandaran tidak berhenti pada koleksi hiu, pari, dan berbagai ikan laut. Di area pameran, pengunjung juga dapat melihat sejumlah artefak bersejarah berupa mangkuk keramik, guci, piring, dan benda-benda kuno lainnya.
Menurut keterangan pengelola, koleksi tersebut merupakan temuan dari bangkai kapal karam di perairan Kepulauan Riau yang telah diangkat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Artefak yang dipamerkan diperkirakan berasal dari abad ke-16 hingga ke-17 dan menjadi salah satu bukti aktivitas perdagangan maritim yang pernah berkembang di perairan Nusantara.
Keberadaan koleksi itu memberi nilai tambah bagi wisatawan. Mereka tidak hanya menikmati keindahan kehidupan bawah laut, tetapi juga memperoleh gambaran tentang sejarah pelayaran dan jalur perdagangan internasional yang pernah melintasi wilayah Indonesia.
Wisata Edukasi untuk Seluruh Keluarga
Selain menyajikan hiburan, Aquarium Indonesia Pangandaran juga mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian laut dan mengenal kekayaan biodiversitas Indonesia.
Dengan harga tiket Rp50.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati seluruh pengalaman tersebut. Sementara itu, anak dengan tinggi badan di bawah 80 sentimeter tidak dikenakan biaya masuk atau gratis.
Perpaduan atraksi biota laut, edukasi konservasi, dan koleksi sejarah menjadikan destinasi ini cocok dikunjungi bersama keluarga, rombongan sekolah, maupun wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman berbeda selama berada di Pangandaran.
Sebelum meninggalkan area akuarium, banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan berfoto dengan latar akuarium utama yang dipenuhi berbagai jenis ikan bersama dua penyelam profesional. Momen itu menjadi kenangan yang paling sering diabadikan dan dibagikan ke media sosial.
Bukan Sekadar Rekreasi, Tetapi Juga Belajar
Aquarium Indonesia Pangandaran menunjukkan bahwa wisata modern tidak harus berhenti pada hiburan. Dalam satu kunjungan, wisatawan dapat menyaksikan kehidupan bawah laut, memahami pentingnya konservasi, sekaligus menelusuri jejak sejarah maritim Indonesia melalui artefak kapal karam yang dipamerkan.
Ketika hiburan, edukasi, dan sejarah berpadu dalam satu tempat, perjalanan pulang bukan hanya membawa foto-foto menarik, tetapi juga pengetahuan baru yang akan terus dikenang. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar