Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pangandaran Airshow 2026 Tak Sekadar Atraksi, Ada Kerja Sama SAR

Pangandaran Airshow 2026 Tak Sekadar Atraksi, Ada Kerja Sama SAR

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPangandaran Airshow 2026 bukan hanya tentang pesawat yang memenuhi langit dan atraksi penerbangan yang menarik perhatian masyarakat. Di balik pertunjukan tersebut, terdapat agenda lain yang menyentuh aspek keselamatan dan pelayanan publik: Basarnas dan Susi Air memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan atau SAR.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air berlangsung di Susi Air International Beach Strip, Pangandaran, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dirilis melalui akun Basarnas, kerja sama tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pangandaran Airshow 2026 dan diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung operasi SAR di berbagai wilayah Indonesia.

Momentum ini menarik karena mempertemukan dua dunia yang selama ini kerap dilihat secara terpisah: penerbangan dan pencarian pertolongan.

Bukan Sekadar Pesawat dan Atraksi di Langit

Pangandaran Airshow 2026 berlangsung pada 4–6 September 2026 di Susi Air Beach Strip, Pangandaran. Situs resmi penyelenggara mencantumkan sejumlah agenda, termasuk pertunjukan aerobatik, joy flight, static display, serta kegiatan yang mempertemukan masyarakat dengan dunia penerbangan.

Pada agenda utama Sabtu (5/9/2026), lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai organisasi, klub, serta komunitas penerbangan ikut meramaikan kegiatan tersebut. Informasi serupa juga disampaikan sejumlah media dan kepolisian terkait penyelenggaraan event.

Namun, Pangandaran Airshow tidak berhenti pada atraksi.

Di tengah kegiatan tersebut, Basarnas dan Susi Air menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan pencarian dan pertolongan. Bagi publik, informasi ini penting karena memberikan sisi berbeda dari sebuah festival penerbangan.

Langit Pangandaran memang menjadi panggung pertunjukan. Akan tetapi, di balik itu terdapat pembicaraan mengenai bagaimana kemampuan penerbangan dapat mendukung kebutuhan pencarian dan pertolongan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Basarnas dan Susi Air Bicara Jangkauan SAR

Indonesia memiliki wilayah geografis yang luas. Karena itu, akses menuju lokasi kejadian tidak selalu mudah, terutama ketika kondisi medan, jarak, atau keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan.

Dalam konteks tersebut, kemampuan transportasi udara dapat menjadi salah satu potensi pendukung mobilitas operasi SAR.

Berdasarkan keterangan Basarnas yang diberikan dalam bahan informasi, jaringan operasional dan kemampuan transportasi udara Susi Air dinilai memiliki potensi untuk mendukung mobilitas serta jangkauan operasi pencarian dan pertolongan di berbagai wilayah.

Kepala Basarnas menyampaikan harapan agar kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Kolaborasi diharapkan berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret untuk mendukung kecepatan dan optimalisasi operasi SAR, khususnya ketika petugas harus menjangkau wilayah dengan tantangan akses dan kondisi geografis.

Di sinilah MoU Basarnas Susi Air memiliki nilai strategis.

Namun, perlu dicatat, Nota Kesepahaman tidak serta-merta berarti seluruh operasi SAR akan memperoleh dukungan penerbangan secara otomatis. Pelaksanaan kerja sama tetap membutuhkan mekanisme koordinasi, kebutuhan operasi, aspek keselamatan, serta ketentuan teknis yang berlaku.

Pembedaan tersebut penting agar publik tidak memahami kerja sama ini secara berlebihan.

Sisi Lain Pangandaran Airshow 2026

Jika dilihat dari sisi pariwisata, Pangandaran Airshow 2026 juga membawa pesan yang cukup kuat.

Event tersebut mempertemukan dunia penerbangan dengan masyarakat, pemerintah, komunitas, dan sektor pariwisata. Pemerintah daerah maupun unsur keamanan turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Situs resmi event juga menempatkan kegiatan penerbangan, festival UMKM, serta aktivitas masyarakat sebagai bagian dari rangkaian acara selama tiga hari.

Karena itu, wisata Pangandaran memperoleh tambahan daya tarik dari sektor kedirgantaraan.

Akan tetapi, keberhasilan event tidak cukup diukur dari banyaknya penonton atau meriahnya atraksi. Dampak terhadap ekonomi lokal, pengalaman wisatawan, keselamatan, serta keberlanjutan kegiatan juga patut menjadi ukuran.

Sebelum pelaksanaan, aspek keselamatan penerbangan, pengaturan ruang udara, keamanan, infrastruktur, dan konsep acara memang telah menjadi bagian dari koordinasi persiapan Pangandaran Airshow 2026.

Dengan demikian, penerbangan dalam event ini bukan sekadar tontonan. Ada sistem keselamatan dan koordinasi yang harus berjalan di belakang layar.

Dari Atraksi Penerbangan Menuju Pelayanan Publik

Di sinilah Pangandaran Airshow 2026 memiliki nilai berita yang lebih luas.

Pertunjukan udara menjadi magnet bagi masyarakat. Pesawat, manuver, joy flight, dan aktivitas penerbangan menciptakan pengalaman visual yang kuat. Namun, kerja sama Basarnas dan Susi Air menghadirkan dimensi berbeda.

Penerbangan juga dapat bersentuhan langsung dengan kepentingan kemanusiaan.

Ketika operasi pencarian dan pertolongan menghadapi wilayah yang sulit dijangkau, mobilitas menjadi salah satu persoalan yang harus diperhitungkan. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pemerintah dan dunia usaha berpotensi memperluas dukungan yang tersedia.

Tetapi potensi tersebut baru benar-benar memiliki arti apabila berkembang menjadi implementasi yang terukur.

Ukuran keberhasilan MoU bukanlah panjangnya acara penandatanganan atau banyaknya dokumentasi yang beredar. Ukurannya adalah seberapa jauh sinergi tersebut mampu menghadirkan dukungan nyata ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Pangandaran Airshow Bukan Hanya Tentang Langit

Pangandaran Airshow 2026 memperlihatkan bahwa dunia penerbangan memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan.

Ada edukasi. Ada pariwisata. Ada ekonomi lokal. Ada keselamatan. Dan melalui kerja sama Basarnas-Susi Air, ada pula dimensi pencarian dan pertolongan.

Karena itu, publik layak melihat event ini dari dua sisi sekaligus. Atraksi di langit memang menarik perhatian, tetapi kolaborasi yang bekerja di baliknya justru dapat menentukan seberapa besar manfaat penerbangan bagi masyarakat.

Pesawat boleh membuat langit Pangandaran ramai. Namun, nilai penerbangan yang sesungguhnya bukan hanya ketika ia terbang tinggi untuk ditonton—melainkan ketika kemampuan itu dapat digunakan untuk menjangkau manusia yang membutuhkan pertolongan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • literasi Al-Qur’an guru PAI

    Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI sebagai masalah serius kebijakan pendidikan agama. albadarpost.com, EDITORIAL – Temuan Kementerian Agama tentang rendahnya literasi Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar seharusnya menggugah nurani kebijakan publik. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari separuh guru PAI SD di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Ini bukan […]

  • Ilustrasi muslim sedang merenung setelah mulai meninggalkan amalan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati. Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, […]

  • Anggaran KPU Tasikmalaya

    KPU Kota Tasikmalaya Jelaskan Anggaran Santunan Rp341 Juta, Dua Pertanyaan Belum Terjawab

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran santunan kecelakaan kerja di KPU Kota Tasikmalaya menjadi perhatian setelah ditemukan perbedaan cukup besar antara pagu anggaran dan realisasi pada Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang ditelusuri AlbadarPost, terdapat paket kegiatan Santunan Kecelakaan Kerja dengan pagu sebesar Rp341 juta. Paket tersebut tercatat sebagai swakelola […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • Ilustrasi pengamatan hilal saat matahari terbenam sebagai bagian dari metode penanggalan Hijriah dalam Islam.

    Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern. Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan […]

  • Longsor Kampung Naga

    Longsor Kampung Naga Timbun Dua Hektare Lahan Pertanian

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Longsor Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, mengakibatkan sekitar dua hektare lahan pertanian tertimbun material tanah. Longsor Tasikmalaya yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) sore itu diduga berkaitan dengan guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,0 yang berpusat di barat daya Kabupaten Sukabumi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan […]

expand_less