Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Austria melarang jilbab siswi di bawah 14 tahun. Kebijakan diuji HAM dan berpotensi digugat ke Mahkamah Konstitusi.


Larangan Jilbab Disahkan, Ribuan Siswi Terdampak

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Parlemen Austria menyetujui kebijakan larangan penggunaan jilbab bagi siswi perempuan di bawah usia 14 tahun. Keputusan ini diambil Dewan Nasional Austria pada Kamis (11/12/2025) dan akan berlaku mulai tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah memperkirakan sekitar 12.000 anak perempuan terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.

Larangan jilbab Austria ini berlaku di seluruh sekolah negeri dan swasta. Namun, kegiatan sekolah di luar lingkungan sekolah dikecualikan dari aturan tersebut. Pemerintah juga menetapkan sanksi administratif berupa denda antara 150 hingga 800 euro bagi pelanggar.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena menyentuh irisan sensitif antara perlindungan anak, kebebasan beragama, dan prinsip kesetaraan hukum. Di satu sisi, pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah protektif. Di sisi lain, kelompok HAM dan komunitas Muslim melihatnya sebagai bentuk pembatasan hak dasar.


Pemerintah: Jilbab Dianggap Simbol Penindasan

Menteri Integrasi Austria, Claudia Plakolm, menyatakan larangan jilbab diperlukan untuk melindungi perkembangan anak perempuan. Menurutnya, jilbab tidak dapat dilepaskan dari konteks tekanan sosial terhadap tubuh perempuan.

“Ketika seorang gadis diberitahu bahwa dia harus menutupi tubuhnya demi melindungi diri dari pandangan laki-laki, itu bukan ritual keagamaan, melainkan penindasan,” kata Plakolm, dikutip dari AFP.

Pemerintah menilai kebijakan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang netral dan bebas dari simbol tekanan agama. Menteri Pendidikan Christoph Wiederkehr juga mendukung kebijakan tersebut dan menilai larangan jilbab Austria dapat memperkuat iklim pendidikan yang inklusif.

Dukungan politik datang dari sejumlah partai, termasuk NEOS. Partai sayap kanan FPO bahkan mengaitkan jilbab dengan isu Islam politik dan imigrasi massal, narasi yang kerap memicu kontroversi di Austria.


Penolakan dan Ancaman Gugatan Konstitusional

Meski mendapat dukungan luas di parlemen, kebijakan ini menuai penolakan keras. Partai Hijau menentang rancangan undang-undang tersebut dan mengingatkan bahwa aturan serupa pernah dibatalkan Mahkamah Konstitusi Austria pada 2020.

Baca juga: HSBC Rain Vortex Digelar, Daya Tarik Jewel Changi Kian Konsisten

Wakil Ketua Parlemen Sigrid Maurer menilai undang-undang ini berpotensi kembali melanggar prinsip kesetaraan. “Pemerintah tahun ini berisiko kembali dibatalkan,” ujarnya.

Komunitas Agama Islam Austria mengumumkan rencana mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menyebut larangan jilbab Austria menimbulkan persoalan serius terkait hak asasi manusia dan kebebasan beragama.

Organisasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap pemaksaan berjilbab, namun tetap membela hak anak perempuan yang memilih mengenakannya secara sukarela. Sejumlah pengacara dan pendidik Muslim juga menyatakan siap menggugat kebijakan ini.


Analisis: Kebijakan Perlindungan atau Diskriminasi?

Sejumlah pakar hukum menilai justifikasi pemerintah masih lemah secara konstitusional. Larangan yang secara spesifik menyasar satu simbol agama dinilai rawan diskriminasi, terutama jika tidak disertai bukti kuat adanya paksaan sistemik.

Larangan jilbab Austria diperkirakan akan kembali diuji di Mahkamah Konstitusi dalam waktu dekat. Putusan pengadilan nantinya akan menjadi penentu apakah negara dapat membatasi ekspresi agama atas nama perlindungan anak.

Kasus ini menunjukkan ketegangan yang terus berulang di Eropa antara kebijakan integrasi, sekularisme negara, dan perlindungan hak minoritas. Sekolah menjadi ruang paling rentan, karena kebijakan publik langsung menyentuh kehidupan anak.

Larangan jilbab Austria menandai babak baru perdebatan kebebasan beragama dan perlindungan anak di Eropa. Kebijakan ini kini bergantung pada uji konstitusional yang akan menentukan batas intervensi negara.

Larangan jilbab Austria memicu polemik HAM dan berpotensi kembali diuji Mahkamah Konstitusi terkait kebebasan beragama. (Red/Arrian)


.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andrea Pirlo

    Andrea Pirlo Masuk Bursa Pelatih Italia, Peluangnya Belum Aman

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Nama Andrea Pirlo kembali menghangat dalam bursa calon pelatih Timnas Italia. Mantan gelandang legendaris Azzurri itu disebut-sebut sebagai salah satu figur yang layak memimpin generasi baru sepak bola Italia. Namun, di balik antusiasme publik, peluang Andrea Pirlo belum sepenuhnya aman. Pengalaman melatih, persaingan dengan kandidat lain, hingga arah kebijakan Federasi Sepak […]

  • Sayembara Logo Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Buka Sayembara Logo, Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah layar laptop menyala hingga larut malam. Di sudut meja, secangkir kopi mulai dingin. Sementara itu, beberapa garis dan bentuk perlahan muncul di layar aplikasi desain. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sketsa biasa. Namun tahun ini, sebuah desain sederhana berpeluang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tasikmalaya. Sayembara Logo Tasikmalaya untuk Hari […]

  • Pattaya

    Pattaya Diperketat, 5.000 Personel AS Tiba Usai 286 Hari

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pattaya, Thailand, kembali menjadi perhatian setelah sekitar 5.000 pelaut dan marinir Amerika Serikat tiba untuk masa istirahat usai menjalani pengerahan panjang selama 286 hari. Di saat yang sama, aparat memperketat pengawasan di sejumlah kawasan kota yang dikenal sebagai pusat pariwisata dan hiburan malam. Kedatangan rombongan besar tersebut berkaitan dengan USS Abraham […]

  • PKL Masjid Agung Singaparna

    PKL Masjid Agung Singaparna Ditata, Bupati Janjikan Solusi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PKL Masjid Agung Singaparna mulai memasuki tahap penataan sebagai bagian dari rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik Tasikmalaya. Di tengah kekhawatiran pedagang, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa Pemkab Tasikmalaya memilih pendekatan dialog dan pendataan untuk merelokasi PKL Singaparna, bukan melakukan penggusuran. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan […]

  • Bandara Husein Bandung

    Bandara Husein Bandung Dibidik 9 Maskapai, Ini Rute Favorit

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandara Husein Bandung kembali menarik perhatian dunia penerbangan. Sedikitnya sembilan maskapai nasional dan internasional telah mengajukan slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, membuka peluang bertambahnya pilihan penerbangan Bandung menuju sejumlah kota besar di Indonesia hingga Asia Tenggara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pengajuan tersebut masih berada dalam […]

  • Bakso Daging Kurban

    Rahasia Bakso Daging Kurban yang Kenyal, Ternyata Bukan pada Tepungnya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pasca Idul Adha, tidak sedikit keluarga mulai mencari cara mengolah bakso daging kurban agar lebih awet dan praktis. Selain sate, gulai, atau rendang, bakso menjadi salah satu pilihan favorit karena bisa disimpan dalam freezer dan dinikmati kapan saja. Menariknya, banyak orang mengira rahasia bakso yang kenyal terletak pada banyaknya tepung yang digunakan. […]

expand_less