Tantangan Media Makin Berat, KPID Jabar Ambil Langkah Ini
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan forum KPID Jabar bersama mahasiswa dan jurnalis di Universitas Islam Tasikmalaya membahas peningkatan kompetensi penyiaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya penguatan kualitas penyiaran terus digencarkan oleh KPID Jabar. Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat atau KPID Jabar menggelar forum peningkatan kompetensi penyiaran di Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi media sekaligus menyiapkan SDM penyiaran yang adaptif di tengah perubahan digital yang semakin cepat.
Kolaborasi Kampus dan Jurnalis Jadi Kunci
Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si, menegaskan bahwa dunia penyiaran saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, lembaga penyiaran tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga memegang peran penting sebagai penjaga kualitas konten publik.
“Lembaga penyiaran harus memastikan informasi yang disampaikan akurat, berimbang, serta menjunjung tinggi etika dan norma,” ujarnya dalam forum tersebut.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari jurnalis televisi, radio, hingga mahasiswa. Kehadiran lintas profesi ini dinilai penting untuk menciptakan pemahaman yang komprehensif mengenai ekosistem penyiaran modern.
Tantangan Penyiaran di Era Digital Makin Kompleks
Seiring berkembangnya teknologi, lanskap media berubah secara signifikan. Informasi kini menyebar lebih cepat, tetapi di sisi lain juga rentan terhadap distorsi dan pelanggaran etika.
Karena itu, KPID Jabar menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan mendesak. Jurnalis dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Sementara itu, mahasiswa sebagai calon pelaku industri media perlu dibekali pemahaman yang kuat sejak dini.
Dr. Adiyana menekankan bahwa penguasaan regulasi, etika jurnalistik, serta kemampuan produksi konten menjadi fondasi utama. Tanpa itu, kualitas penyiaran sulit bersaing di tengah arus informasi digital yang masif.
Peran Kampus Dinilai Sangat Strategis
Dalam kesempatan tersebut, KPID Jabar menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat literasi media. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar teori, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan praktis.
“Mahasiswa harus memahami dunia penyiaran secara utuh, tidak hanya konsep, tetapi juga realitas di lapangan,” jelas Adiyana.
Melalui forum ini, mahasiswa Universitas Islam Tasikmalaya mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan praktisi media. Interaksi ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kerja di industri penyiaran.
Antusiasme Peserta Tinggi, Diskusi Berjalan Dinamis
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait perkembangan media digital, sementara jurnalis dari wilayah Priangan Timur berbagi pengalaman lapangan.
Diskusi berjalan interaktif dan membuka ruang pertukaran gagasan yang konstruktif. Selain itu, suasana forum menunjukkan adanya kebutuhan besar akan ruang dialog antara akademisi dan praktisi media.
Momentum ini sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kualitas penyiaran tidak dapat dibangun secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak.
Bangun Ekosistem Penyiaran yang Adaptif dan Berdaya Saing
KPID Jabar terus mendorong sinergi antara regulator, insan pers, dan akademisi. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem penyiaran yang adaptif, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun daerah.
Lebih jauh, Adiyana menegaskan bahwa siaran tidak cukup hanya bersifat informatif. Konten yang disajikan juga harus mampu memberikan nilai edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas penyiaran di tengah persaingan media yang semakin ketat.
Melalui kegiatan ini, KPID Jabar menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas SDM penyiaran. Kolaborasi dengan kampus menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman.
Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berlanjut, sehingga dunia penyiaran tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar