Korban Tenggelam Waduk Saguling Ditemukan Hari Ketiga
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam yang ditemukan di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Selasa (7/7/26).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Korban tenggelam Waduk Saguling akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan setelah tiga hari melakukan pencarian Waduk Saguling secara intensif. Korban bernama Deni Kurniawan (19) ditemukan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 17.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di perairan Waduk Saguling, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Jenazah korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian pertama (LKP) pada koordinat 6°53’15.77″ LS dan 107°27’08.14″ BT. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat.
SAR Terapkan Beragam Metode Pencarian
Sebelum operasi dimulai, seluruh personel SAR Gabungan mengikuti briefing pada pukul 07.30 WIB untuk menyusun strategi pencarian. Dalam pengarahan itu, komandan operasi membagi area pencarian ke beberapa sektor sekaligus menetapkan metode yang akan digunakan agar proses berlangsung lebih efektif.
Selanjutnya, operasi dimulai pukul 08.00 WIB dengan mengerahkan tim penyelam untuk menyisir dasar perairan di sekitar lokasi kejadian hingga radius 100 meter. Selain itu, personel juga menggunakan metode penyisiran dengan jangkar guna memperbesar peluang menemukan korban.
Di sisi lain, tim lain melakukan penyisiran permukaan menggunakan perahu karet jenis Landing Craft Rubber (LCR) dan kayak di sepanjang tepian waduk. Sementara itu, operator drone memantau area pencarian dari udara dengan ketinggian terbang maksimal 40 meter untuk memperluas jangkauan pengamatan.
Tidak hanya itu, personel yang bertugas di darat turut memeriksa kawasan sekitar waduk guna memastikan tidak ada titik pencarian yang terlewat.
Korban Ditemukan Dekat Lokasi Kejadian
Upaya pencarian yang berlangsung sejak pagi akhirnya membuahkan hasil pada sore hari. Tim SAR Gabungan menemukan jasad Deni Kurniawan sekitar 20 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.
Setelah memastikan identitas korban, petugas segera mengevakuasi jenazah dari perairan Waduk Saguling. Selanjutnya, tim menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Penemuan korban menandai berakhirnya operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari sejak korban dilaporkan hilang di kawasan waduk tersebut.
Operasi SAR Resmi Diusulkan Ditutup
Setelah seluruh rangkaian evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing dan evaluasi untuk meninjau jalannya operasi. Dalam kesempatan itu, komandan operasi mengusulkan penutupan Operasi SAR karena seluruh target pencarian telah tercapai.
Selanjutnya, seluruh personel dari berbagai instansi kembali ke satuan masing-masing setelah menyelesaikan tugas kemanusiaan tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, potensi SAR, serta masyarakat yang telah bersinergi hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Ade Dian Permana.
Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Operasi
Ade menilai keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama yang solid antarlembaga. Menurutnya, koordinasi yang baik membuat seluruh metode pencarian dapat berjalan secara efektif sejak hari pertama operasi.
Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus terjaga dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Meski operasi berakhir dengan duka, dedikasi seluruh personel menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan misi kemanusiaan. Keberhasilan menemukan korban juga memberikan kepastian bagi keluarga yang selama beberapa hari menanti kabar anggota keluarganya.
Di balik setiap operasi SAR, ada perjuangan yang tak pernah berhenti hingga harapan terakhir ditemukan. Meski misi kali ini berakhir dengan duka, dedikasi para penyelamat tetap menjadi bukti bahwa kemanusiaan selalu bekerja tanpa mengenal lelah. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar