Kebakaran Lahan Ancam SMPN 2 Banjarsari
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Ciamis memadamkan kebakaran lahan di dekat SMPN 2 Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Rabu (8/7/26).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Ciamis menghanguskan sekitar dua hektare lahan di Dusun Cicapar, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Peristiwa lahan terbakar Ciamis itu sempat memicu kepanikan karena kobaran api berada sangat dekat dengan SMPN 2 Banjarsari dan berpotensi merembet ke bangunan sekolah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.05 WIB. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api dengan cepat meluas hingga membakar ilalang dan semak belukar. Kondisi tersebut mendorong petugas sekolah segera meminta bantuan agar api tidak mencapai area pendidikan.
Petugas Pemadam Kebakaran Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari langsung merespons laporan dan mengerahkan personel menuju lokasi.
Petugas Bergerak Hanya Selang Satu Menit Setelah Laporan
Petugas Damkar Pos WMK Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama, mengatakan pihaknya menerima laporan pertama dari Dede Priatna (26), petugas keamanan SMPN 2 Banjarsari.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 13.10 WIB dari petugas keamanan sekolah. Satu menit kemudian tim langsung berangkat dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB,” ujar Dikri.
Menurutnya, Dede pertama kali mengetahui kebakaran saat menjalankan piket rutin di lingkungan sekolah. Ia mendengar suara letupan dari arah belakang bangunan. Setelah memeriksa lokasi, ia melihat ilalang kering telah terbakar dan api terus meluas.
Karena khawatir kobaran api mencapai gedung sekolah, Dede segera menghubungi Pos WMK Banjarsari untuk meminta bantuan.
Damkar, Polisi, Tagana, dan Warga Padamkan Api Bersama
Setelah menerima laporan, tim Damkar yang terdiri atas Dikri Nur Dena Tama, Nana Juliana, Nurholis, dan Uju Suparman segera menuju lokasi menggunakan satu unit mobil pemadam. Sementara itu, seorang personel tetap berjaga di pos untuk mengantisipasi keadaan darurat lainnya.
Di lokasi kejadian, petugas langsung menyemprotkan air ke titik api yang terus membesar akibat hembusan angin.
Selain personel Damkar, proses pemadaman melibatkan anggota Polsek Banjarsari, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan masyarakat sekitar. Mereka bergotong royong membantu memadamkan api agar tidak merembet ke kawasan sekolah maupun lahan di sekitarnya.
“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman secara intensif. Setelah api berhasil kami kendalikan, kami melanjutkan pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa,” jelas Dikri.
Berkat koordinasi seluruh unsur, petugas berhasil memadamkan kobaran api sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WIB. Situasi di lokasi kemudian kembali aman dan kondusif.
Diduga Berawal dari Pembakaran Ilalang
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menduga kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran ilalang yang dilakukan seseorang tanpa pengawasan.
Api kemudian menjalar dengan cepat karena kondisi lahan sangat kering dan angin bertiup cukup kencang.
“Diduga ada seseorang yang membakar ilalang, namun meninggalkannya tanpa pengawasan. Akibatnya, api cepat meluas,” ungkap Dikri.
Meski demikian, petugas masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Damkar Edukasi Warga Cegah Kebakaran Saat Musim Kemarau
Usai memadamkan api, petugas Damkar Kabupaten Ciamis memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran lahan.
Petugas mengimbau warga agar tidak membakar sampah, ilalang, maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat musim kemarau ketika vegetasi mudah terbakar.
Selain itu, Damkar juga menyosialisasikan nomor layanan darurat agar masyarakat segera melaporkan setiap kejadian kebakaran sehingga petugas dapat memberikan penanganan lebih cepat.
Dikri berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan karena potensi kebakaran lahan diperkirakan terus meningkat selama musim kemarau.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menghindari pembakaran terbuka menjadi langkah paling efektif dalam melindungi lingkungan, permukiman, dan fasilitas umum dari ancaman kebakaran.
Beruntung, insiden kali ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Bangunan SMPN 2 Banjarsari juga berhasil diselamatkan sehingga aktivitas pendidikan tidak mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Api memang bisa dipadamkan dalam hitungan jam, tetapi kelalaian sekecil apa pun dapat meninggalkan kerugian yang jauh lebih besar. Mencegah selalu lebih mudah daripada memadamkan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar