Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Malik Ditolak SD, Bocah Stunting Ini Justru Disarankan ke SLB

Malik Ditolak SD, Bocah Stunting Ini Justru Disarankan ke SLB

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Impian Malik ditolak SD ketika proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung. Bocah berusia tujuh tahun asal Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya itu ingin belajar di sekolah negeri yang letaknya hanya beberapa langkah dari rumahnya. Namun, keluarga justru mengaku mendapat saran agar Malik bersekolah di SLB. Kisah anak stunting ditolak sekolah ini kembali memunculkan perbincangan tentang penerapan pendidikan inklusif di sekolah dasar negeri.

Orang Tua Mengaku Terpukul Usai Mendapat Saran Masuk SLB

Seharusnya Senin, 6 Juli 2026 menjadi hari pertama Malik mengenakan seragam SD. Akan tetapi, harapan itu belum menjadi kenyataan.

Ibunya, Ariana Kurniati, mengatakan Malik sudah didaftarkan ke SDN Sindanggalih karena lokasinya paling dekat dengan rumah. Namun, saat proses pendaftaran berlangsung, keluarga mengaku memperoleh penjelasan yang membuat mereka kecewa.

Menurut Ariana, panitia menyampaikan bahwa Malik lebih tepat menempuh pendidikan di sekolah luar biasa.

Padahal, ia menegaskan kondisi putranya tidak sesuai dengan anggapan tersebut.

“Anak saya bukan penyandang disabilitas intelektual dan bukan autis. Dia hanya belum mampu berjalan karena sejak kecil mengalami stunting. Sekarang dia sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Ariana, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, Ariana menjelaskan Malik rutin menjalani pemantauan kesehatan sejak balita. Dokter, lanjutnya, tidak menemukan kelainan neurologis maupun gangguan perkembangan otak.

Sebaliknya, tenaga medis hanya meminta keluarga terus memperbaiki asupan gizi agar berat badan Malik meningkat dan kemampuan fisiknya berkembang.

Malik Sudah Bisa Membaca dan Menulis, Ayah Pertanyakan Pendidikan Inklusif

Ayah Malik, Nana Supriatna, bekerja sebagai buruh mebel. Meski hidup sederhana, ia memiliki harapan yang sama seperti orang tua lainnya, yakni melihat anaknya belajar di sekolah negeri dekat rumah.

Menurut Nana, kondisi ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi Malik untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ia juga mempertanyakan penerapan pendidikan inklusif apabila sekolah negeri belum siap menerima peserta didik dengan keterbatasan fisik.

“Kalau alasannya fasilitas belum siap, lalu anak seperti Malik harus sekolah di mana?” katanya.

Di sisi lain, Nana menilai putranya memiliki kemampuan akademik yang cukup baik. Malik telah mengenal huruf, mampu membaca kalimat sederhana, serta dapat menulis.

Karena itu, keluarga berharap sekolah mempertimbangkan kemampuan belajar Malik, bukan hanya kondisi fisiknya.

Hingga kini, Malik masih menunggu kepastian hasil SPMB.

Kepala SDN Sindanggalih Bantah Menolak Malik

Sementara itu, Kepala SDN Sindanggalih, Nana Hermawan, membantah adanya penolakan terhadap Malik.

Ia menjelaskan sekolah belum mengumumkan hasil resmi penerimaan siswa baru karena jadwal pengumuman baru berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, seluruh anak yang memenuhi ketentuan usia sekolah dasar tetap memiliki hak mengikuti proses penerimaan.

Namun, ia mengakui sekolah menghadapi keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas pendukung.

“Kami hanya menjelaskan kondisi yang ada. Satu kelas berisi sekitar 30 siswa, sementara guru terbatas. Kami khawatir pelayanan kepada Malik tidak maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, pihak sekolah menegaskan belum mengambil keputusan akhir mengenai status penerimaan Malik.

Kasus Malik Kembali Mengingatkan Pentingnya Sekolah Inklusif

Peristiwa yang dialami Malik kembali membuka diskusi mengenai kesiapan sekolah umum dalam menerapkan pendidikan inklusif.

Prinsip pendidikan inklusif memberi kesempatan kepada setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan tanpa membedakan kondisi fisik, latar belakang ekonomi, maupun kebutuhan belajarnya.

Karena itu, banyak pihak menilai sekolah tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga dukungan guru, sarana pendukung, serta pendampingan agar setiap peserta didik dapat belajar secara optimal.

Di sisi lain, keluarga Malik berharap proses SPMB memberikan kepastian yang adil. Mereka tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan kesempatan yang sama seperti anak-anak lain seusianya.

Bagi Malik, ruang kelas bukan sekadar tempat belajar membaca atau berhitung. Sekolah merupakan pintu pertama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Malik memang belum mampu melangkah dengan kedua kakinya. Namun, jangan sampai sistem pendidikan lebih dulu menghentikan langkah mimpinya menuju ruang kelas. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JNE menerima dua penghargaan nasional 2026 sebagai jasa pengiriman populer dan brand logistik terpercaya di Indonesia

    Rahasia JNE Tetap Jadi Raja Logistik Digital, Dua Award Sekaligus Diborong

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah makin ramainya persaingan bisnis logistik, nama JNE Penghargaan 2026 justru kembali mencuri perhatian. Perusahaan jasa pengiriman yang sudah lama dikenal masyarakat itu sukses membawa pulang dua penghargaan nasional sekaligus. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi JNE sebagai salah satu layanan pengiriman paling dipercaya masyarakat Indonesia hingga saat ini. Penghargaan itu […]

  • Nobar Piala Dunia Tasikmalaya

    Piala Dunia Satukan Warga dan Polisi, Nobar di Polres Tasikmalaya Disambut Antusias

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nobar Piala Dunia Tasikmalaya menjadi momen yang berbeda dari biasanya. Bukan hanya menghadirkan keseruan pertandingan sepak bola dunia, kegiatan nonton bareng atau nobar tersebut juga mempertemukan polisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan yang hangat dan penuh keakraban. Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Tasikmalaya, Jalan Raya Mangunreja No. 01, […]

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • ibu Bayi

    “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap ibu bayi sebagai pelaku penemuan di Tasikmalaya. Tekanan sosial jadi motif. Proses hukum masih berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis bayi di Kampung Panyiraman bukan hanya suara dari tubuh mungil yang baru lahir. Ia adalah tanda adanya kegentingan diam-diam yang membelit perempuan desa: beban moral, tekanan sosial, dan hukum keluarga yang tidak hadir ketika […]

  • Makan Bergizi Gratis

    Video Joget di Dapur Viral, Mitra Program Makan Bergizi Gratis Disuspend

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video seorang mitra program tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, seorang pria bernama Hendrik terlihat berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil menuliskan klaim pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Konten tersebut memicu perhatian publik sekaligus […]

  • Ilustrasi pelaku UMKM menggunakan smartphone dan laptop untuk memasarkan produk secara online melalui media sosial dan marketplace.

    7 Cara UMKM Bertahan di Era Digital, Nomor 4 Bikin Omzet Melonjak

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM era digital menjadi kunci penting bagi pelaku usaha kecil agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis modern. Saat ini, banyak konsumen mencari produk melalui internet, sehingga strategi UMKM bertahan di era digital dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama kesuksesan bisnis. Selain itu, perkembangan media sosial dan marketplace membuka peluang […]

expand_less