Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Bagi jutaan guru agama, santri, dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan, pembahasan regulasi ini tidak sekadar menyangkut perubahan aturan, tetapi juga berkaitan dengan kepastian masa depan pendidikan berbasis nilai dan karakter di Indonesia.

Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat sinergi dalam pembahasan RUU Sisdiknas dengan membawa sejumlah usulan strategis. Fokus utamanya meliputi penguatan nilai Ketuhanan, pengakuan terhadap kekhasan pesantren, serta penataan tata kelola dan kesejahteraan guru agama.

Langkah ini dinilai penting untuk membangun pendidikan nasional yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Nilai Ketuhanan Diusulkan Masuk dalam RUU Sisdiknas

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI, Kementerian Agama mengusulkan agar nilai Ketuhanan ditegaskan dalam pasal-pasal RUU Sisdiknas.

Usulan tersebut muncul dari pandangan bahwa pendidikan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan juga harus mampu memperkuat karakter, moralitas, dan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Kamaruddin Amin menegaskan komitmen Kemenag untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang berkualitas dan berkeadilan.

“Kami tentu sangat setuju dengan satu sistem pendidikan nasional untuk memastikan kualitas dan mutu pendidikan, sekaligus meminimalisasi disparitas afirmasi negara terhadap lembaga pendidikan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, 23 Juni 2026.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai agama serta persatuan bangsa demi mendorong kemajuan peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Posisi Pesantren Diminta Tetap Kuat dalam Sistem Pendidikan Nasional

Selain mengusulkan penguatan nilai Ketuhanan, Kementerian Agama juga menegaskan pentingnya pengakuan terhadap sistem pendidikan pesantren.

Bagi masyarakat Indonesia, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Pesantren merupakan institusi yang telah berkontribusi panjang dalam membentuk karakter, membangun tradisi keilmuan, serta memperkuat nilai kebangsaan.

Karena itu, Kemenag mengusulkan agar keberadaan pesantren tetap diakui berdasarkan kekhasan tradisi dan sistem pendidikannya, tanpa memisahkannya dari Sistem Pendidikan Nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberagaman model pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Tata Kelola Guru Agama Jadi Sorotan Penting

Di tengah pembahasan RUU Sisdiknas, persoalan tata kelola guru agama juga menjadi perhatian serius.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menilai bahwa selama ini pembinaan guru agama masih menghadapi tantangan akibat adanya pembagian kewenangan lintas instansi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pengembangan karier, pembinaan profesional, hingga aspek kesejahteraan.

Karena itu, Kementerian Agama mengusulkan pengelolaan guru agama yang lebih terpadu agar pembinaan karier dan kesejahteraan dapat berjalan lebih optimal.

Kemenag mengusulkan keterlibatan resmi dalam perencanaan dan penganggaran pendidikan nasional bersama kementerian terkait.

Bagi banyak guru agama di berbagai daerah, usulan tersebut dipandang sebagai harapan baru untuk menghadirkan kepastian tata kelola yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Membangun Pendidikan yang Berakar pada Nilai dan Masa Depan

Kemenag menegaskan bahwa usulan dalam RUU Sisdiknas bertujuan membangun pendidikan nasional yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Penguatan nilai Ketuhanan, pesantren, dan guru agama dinilai penting untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional.

Di era perubahan cepat, pendidikan nasional harus mencetak generasi yang kompeten, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan kuat.

Pada akhirnya, pembahasan RUU Sisdiknas bukan sekadar membahas pasal demi pasal. Lebih dari itu, pembahasan ini menyangkut arah masa depan pendidikan Indonesia.

Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang berhasil mencetak manusia cerdas, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga nilai, memuliakan guru, dan menghormati akar pendidikannya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakistan tempat perundingan Amerika Iran

    Dunia Kaget: Pakistan Jadi Kunci Negosiasi Amerika Iran

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena Pakistan tempat perundingan Amerika Iran langsung menyita perhatian global. Banyak pihak awalnya memprediksi negosiasi akan berlangsung di negara netral seperti Eropa. Namun, realitas justru berbeda. Pakistan, yang sering dianggap pemain regional, kini tampil sebagai pusat diplomasi penting. Dalam konteks ini, lokasi negosiasi Amerika Iran, peran Pakistan dalam geopolitik, dan diplomasi […]

  • Ilustrasi kasus korupsi di lingkungan peradilan Indonesia yang melibatkan pertemuan niat jahat antara aparat hukum dan korporasi

    Pertemuan Niat Jahat dan Bahaya Korupsi di Peradilan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi di lingkungan peradilan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada konsep pertemuan niat jahat, sebuah istilah yang menegaskan bahwa korupsi tidak terjadi secara kebetulan. Sebaliknya, praktik ini lahir dari kesadaran, komunikasi, dan kepentingan yang saling bertemu antara pihak pemberi dan penerima. Dalam konteks hukum, peradilan seharusnya menjadi benteng […]

  • Apoteker Garut

    Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini […]

  • libur Isra Mikraj

    Hari Ini, Sanksi Ganjil Genap Jakarta Dihentikan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan penerapan kebijakan ganjil genap beserta seluruh sanksinya pada libur Isra Mikraj. Keputusan ini memastikan tidak ada penindakan hukum terhadap pengendara kendaraan pribadi yang melintas di ruas jalan terdampak pembatasan lalu lintas. Peniadaan ganjil genap berlaku pada Jumat, 16 Januari 2026, seiring peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad […]

  • DPR soroti sertifikasi halal produk AS dan pelonggaran aturan impor di Indonesia

    Pelonggaran Halal Impor AS Disorot DPR

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – DPR soroti sertifikasi halal terhadap produk asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia. Sorotan DPR RI terhadap pelonggaran sertifikasi halal ini muncul setelah adanya kesepakatan perdagangan yang dinilai berpotensi memengaruhi standar jaminan produk halal nasional. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa kebijakan terkait produk impor harus tetap mengacu […]

  • Kisah Salman Al-Farisi

    Dari Bangsawan ke Budak: Perjalanan Gila Salman Al-Farisi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ia tidak sedang mencari kekayaan. Ia juga tidak mengejar kekuasaan. Kisah Salman Al-Farisi mencari kebenaran justru dimulai dari kegelisahan yang jarang dimiliki banyak orang: keberanian mempertanyakan keyakinan sendiri. Dari Persia hingga Madinah, kisah Salman Al-Farisi menjadi simbol perjalanan iman, pencarian kebenaran sejati, dan pengorbanan tanpa batas. Apa yang membuat kisah ini mengguncang? […]

expand_less