Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

RUU Sisdiknas: Kemenag Perjuangkan Guru dan Pesantren

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Bagi jutaan guru agama, santri, dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan, pembahasan regulasi ini tidak sekadar menyangkut perubahan aturan, tetapi juga berkaitan dengan kepastian masa depan pendidikan berbasis nilai dan karakter di Indonesia.

Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat sinergi dalam pembahasan RUU Sisdiknas dengan membawa sejumlah usulan strategis. Fokus utamanya meliputi penguatan nilai Ketuhanan, pengakuan terhadap kekhasan pesantren, serta penataan tata kelola dan kesejahteraan guru agama.

Langkah ini dinilai penting untuk membangun pendidikan nasional yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Nilai Ketuhanan Diusulkan Masuk dalam RUU Sisdiknas

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI, Kementerian Agama mengusulkan agar nilai Ketuhanan ditegaskan dalam pasal-pasal RUU Sisdiknas.

Usulan tersebut muncul dari pandangan bahwa pendidikan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan juga harus mampu memperkuat karakter, moralitas, dan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Kamaruddin Amin menegaskan komitmen Kemenag untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang berkualitas dan berkeadilan.

“Kami tentu sangat setuju dengan satu sistem pendidikan nasional untuk memastikan kualitas dan mutu pendidikan, sekaligus meminimalisasi disparitas afirmasi negara terhadap lembaga pendidikan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, 23 Juni 2026.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai agama serta persatuan bangsa demi mendorong kemajuan peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Posisi Pesantren Diminta Tetap Kuat dalam Sistem Pendidikan Nasional

Selain mengusulkan penguatan nilai Ketuhanan, Kementerian Agama juga menegaskan pentingnya pengakuan terhadap sistem pendidikan pesantren.

Bagi masyarakat Indonesia, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Pesantren merupakan institusi yang telah berkontribusi panjang dalam membentuk karakter, membangun tradisi keilmuan, serta memperkuat nilai kebangsaan.

Karena itu, Kemenag mengusulkan agar keberadaan pesantren tetap diakui berdasarkan kekhasan tradisi dan sistem pendidikannya, tanpa memisahkannya dari Sistem Pendidikan Nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberagaman model pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Tata Kelola Guru Agama Jadi Sorotan Penting

Di tengah pembahasan RUU Sisdiknas, persoalan tata kelola guru agama juga menjadi perhatian serius.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menilai bahwa selama ini pembinaan guru agama masih menghadapi tantangan akibat adanya pembagian kewenangan lintas instansi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pengembangan karier, pembinaan profesional, hingga aspek kesejahteraan.

Karena itu, Kementerian Agama mengusulkan pengelolaan guru agama yang lebih terpadu agar pembinaan karier dan kesejahteraan dapat berjalan lebih optimal.

Kemenag mengusulkan keterlibatan resmi dalam perencanaan dan penganggaran pendidikan nasional bersama kementerian terkait.

Bagi banyak guru agama di berbagai daerah, usulan tersebut dipandang sebagai harapan baru untuk menghadirkan kepastian tata kelola yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Membangun Pendidikan yang Berakar pada Nilai dan Masa Depan

Kemenag menegaskan bahwa usulan dalam RUU Sisdiknas bertujuan membangun pendidikan nasional yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Penguatan nilai Ketuhanan, pesantren, dan guru agama dinilai penting untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional.

Di era perubahan cepat, pendidikan nasional harus mencetak generasi yang kompeten, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan kuat.

Pada akhirnya, pembahasan RUU Sisdiknas bukan sekadar membahas pasal demi pasal. Lebih dari itu, pembahasan ini menyangkut arah masa depan pendidikan Indonesia.

Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang berhasil mencetak manusia cerdas, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga nilai, memuliakan guru, dan menghormati akar pendidikannya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NIB UMKM

    NIB Kini Jadi Tiket Baru Seller Marketplace

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara notifikasi pesanan masuk terdengar dari sebuah ponsel yang diletakkan di atas meja makan. Di sudut rumah sederhana itu, seorang ibu sedang membungkus keripik pisang yang baru saja dipesan pelanggan melalui marketplace. Tak ada papan nama usaha. Tak ada toko besar. Yang ada hanya ruang tamu yang disulap menjadi gudang kecil, beberapa […]

  • Moratorium Mutasi PNS

    Pemkot Tasikmalaya Moratorium Mutasi PNS, Ini Dampaknya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Moratorium mutasi PNS mulai berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya Nomor P/800.1.3.1/SE.109/BKPSDM/2026 yang dilansir dari BKPSDM Kota Tasikmalaya, pemerintah daerah menghentikan sementara penerimaan mutasi masuk PNS dari luar instansi. Surat edaran tersebut ditetapkan di Tasikmalaya pada 3 Agustus 2026. Kebijakan ini tidak hanya menyangkut calon […]

  • Lansia Hilang Pangandaran

    Lansia Hilang di Pangandaran Ditemukan Selamat

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lansia Hilang Pangandaran berakhir dengan kabar menggembirakan. Seorang warga lanjut usia yang sempat dilaporkan hilang saat mencari lidi di kawasan Sungai Cilebok akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah pencarian yang melibatkan TAGANA Pangandaran, warga, aparat desa, TNI, Polri, dan sejumlah unsur lainnya. Korban diketahui bernama Iyon Sahwiyan (75) atau yang akrab disapa […]

  • gelondongan kayu

    Gelondongan Kayu Pascabanjir: Regulasi Hutan Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pemerintah wajib transparan mengungkap gelondongan kayu banjir bandang demi keadilan ekologis. Risiko Publik yang Tak Boleh Dianggap Remeh albadarpost.com, EDITORIAL – Gelondongan kayu berukuran masif terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Video yang viral memicu pertanyaan sederhana namun berbahaya: dari mana kayu-kayu itu berasal? Publik menduga praktik ilegal logging sebagai biang utamanya. […]

  • produk UMKM ekspor seperti kerajinan tangan, kopi, dan fashion lokal untuk pasar internasional

    7 Produk UMKM Ini Laris di Luar Negeri, Nomor 3 Paling Dicari!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Produk UMKM ekspor kini semakin dilirik pasar global. Banyak produk UMKM ekspor, barang UMKM go international, hingga produk lokal tembus luar negeri mulai mendominasi marketplace internasional. Tren ini terus meningkat karena kualitas produk Indonesia makin diakui, sementara pelaku usaha semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar global. Selain itu, pemerintah dan platform digital […]

  • Kekeringan Ciamis

    Krisis Air Bersih Meluas, Ciamis Resmi Siaga Darurat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ember-ember mulai berjajar di depan rumah warga. Sebagian sumur yang selama ini menjadi sumber kehidupan perlahan kehilangan air. Di sejumlah titik di Kabupaten Ciamis, musim kemarau 2026 mulai memperlihatkan dampaknya. Kekeringan Ciamis kini tidak lagi sebatas potensi, tetapi sudah berubah menjadi krisis air bersih yang dirasakan warga di beberapa desa. Merespons […]

expand_less