Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » DPR Dorong Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

DPR Dorong Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian nasional. Usulan gaji guru Rp5 juta yang didorong Komisi X DPR RI muncul setelah berbagai data menunjukkan bahwa penghasilan tenaga pendidik, terutama guru honorer, masih jauh dari kategori layak. Dikutip dari laman resmi DPR RI, usulan peningkatan kesejahteraan guru tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional ke depan.

Data yang dirilis Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memperlihatkan kondisi yang masih memprihatinkan. Dari 403 responden guru di 25 provinsi, sebanyak 74 persen guru honorer tercatat memiliki penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan. Bahkan, sekitar 13 persen di antaranya memperoleh penghasilan kurang dari Rp500 ribu setiap bulan.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa di balik peran besar guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, masih banyak tenaga pendidik yang menghadapi tantangan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Guru Masih Berjuang Memenuhi Kebutuhan Dasar

Di berbagai daerah, kisah guru honorer yang bekerja dengan penghasilan terbatas bukan lagi hal baru. Sebagian mengajar sejak pagi hingga sore hari, lalu mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ada yang menjadi pedagang kecil, buruh harian, hingga memberikan les privat setelah jam sekolah selesai. Namun, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, mereka tetap hadir di ruang kelas untuk mendidik generasi penerus bangsa.

Situasi inilah yang kemudian mendorong DPR RI untuk kembali menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai fondasi pembangunan pendidikan nasional.

Komisi X DPR RI Menilai Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

Dikutip dari laman resmi DPR RI, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian terkait standar penghasilan yang dinilai layak bagi tenaga pendidik.

Menurutnya, hasil perhitungan yang dilakukan Komisi X menunjukkan bahwa angka Rp5 juta merupakan nominal yang lebih mendekati kebutuhan kesejahteraan guru.

“Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru,” ujar Lalu Hadrian Irfani.

Ia menjelaskan, usulan tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga tanggung jawab profesi guru sebagai salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Anggaran 2027 Disebut Mulai Mengakomodasi Kenaikan Gaji Guru

Selain mendorong kebijakan peningkatan penghasilan, Komisi X DPR RI juga melihat adanya sinyal positif dalam penyusunan postur anggaran tahun 2027.

Menurut Lalu Hadrian Irfani, pemerintah mulai menunjukkan komitmen untuk menyiapkan anggaran yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kami sudah melihat di postur anggaran 2027 ada itikad baik dari pemerintah untuk mempersiapkan anggaran dalam rangka kenaikan gaji guru dan tunjangan guru, baik yang ASN maupun non-ASN,” katanya.

Kebijakan tersebut dinilai penting karena peningkatan kesejahteraan guru tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi tenaga pendidik, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran dan keberlanjutan sistem pendidikan nasional.

Kesejahteraan Guru dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

Para ahli pendidikan selama ini menilai bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, sarana prasarana, atau teknologi pembelajaran.

Di balik seluruh sistem pendidikan, terdapat sosok guru yang menjadi penggerak utama proses belajar. Karena itu, kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Usulan gaji guru minimal Rp5 juta yang didorong Komisi X DPR RI memang masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah. Namun, munculnya pembahasan tersebut menunjukkan bahwa isu kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian dalam perencanaan kebijakan nasional.

Sebab, membangun pendidikan yang maju bukan hanya soal membangun gedung sekolah atau menyusun kurikulum baru. Pendidikan yang berkualitas juga membutuhkan guru yang sejahtera, dihargai, dan memiliki kepastian masa depan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Husnuzan kepada Allah

    Husnuzan kepada Allah, Mengapa Sulit Saat Hidup Terasa Berat?

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Husnuzan kepada Allah atau baik sangka kepada Allah merupakan salah satu fondasi keimanan yang sering dibicarakan para ulama. Di tengah tekanan hidup, ketidakpastian ekonomi, dan derasnya arus informasi, ajaran tentang berprasangka baik kepada Allah justru terasa semakin relevan. Pesan tersebut tidak hanya dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, tetapi juga […]

  • peredaran ekstasi

    Bareskrim Sita 200 Ribu Pil Ekstasi dan Telusuri Jaringan Peredaran

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Bareskrim mengamankan 200.000 pil ekstasi di Tol Trans Sumatera dan menahan kurir dalam operasi peredaran narkoba. albadarpost.com, LENSA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran ekstasi berskala besar setelah mengamankan lebih dari 200.000 pil dari sebuah minibus yang kecelakaan di ruas Tol Trans Sumatera, Bandar Lampung. Barang bukti ditemukan tersusun dalam tas dan […]

  • Ilustrasi perempuan berhijab cream menangis di lanskap kota, simbol kesabaran dan harapan di balik kesulitan hidup.

    Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra. Di kota yang […]

  • Suasana waktu Subuh di rumah Muslim dengan cahaya pagi dan seseorang membaca doa setelah salat Subuh.

    Hadis Nabi tentang Waktu Subuh yang Kini Jarang Diamalkan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal hadis waktu Subuh sebagai anjuran bangun pagi untuk salat dan mencari keberkahan hidup. Sebagian lain menyebut waktu Subuh sebagai momen paling tenang untuk berdoa, berdzikir, dan memulai hari dengan hati yang lebih ringan. Namun perlahan, kebiasaan menjaga waktu Subuh mulai bergeser dari kehidupan banyak orang. Malam terasa semakin panjang. […]

  • Keluarga korban melapor ke Polres Tasikmalaya terkait kasus bobotoh tewas diduga dikeroyok usai nobar Persib.

    Pulang Nobar Persib, Remaja Tasikmalaya Tewas Dikeroyok

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus bobotoh tewas di Tasikmalaya usai menonton bareng pertandingan Persib Bandung kembali menyita perhatian publik. Seorang remaja berinisial MI (18), warga Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal saat perjalanan pulang dari acara nobar laga Bhayangkara FC melawan Persib Bandung. Peristiwa tragis itu kini resmi dilaporkan […]

  • Doa Belum Dikabulkan

    Mengapa Doa Lama Dikabulkan? Hikmahnya Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pukul 22.47 WIB. Layar ponsel kembali menyala di atas meja yang dipenuhi tagihan listrik, buku agenda, dan secangkir kopi yang mulai dingin. Sebuah pesan masuk dari grup keluarga. “Alhamdulillah, akhirnya diterima kerja.” Beberapa menit kemudian muncul foto lain. Seorang sepupu mengunggah momen akad nikah. Di grup kantor, seseorang membagikan kabar promosi jabatan. […]

expand_less