Pesta Patok Tasik, Saat Domba Jadi Investasi Prestise
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan domba dan kambing mengikuti Pesta Patok Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka HUT Kabupaten Tasikmalaya ke-394, Sabtu (27/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpoat.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026), berubah total. Bukan lagi menjadi lokasi upacara, melainkan arena paling bergengsi bagi para peternak domba dan kambing. Ratusan ternak tampil dengan penampilan terbaiknya dalam ajang Pesta Patok Tasik 2026, sebuah kontes yang kini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga soal nilai ekonomi.
Pesta Patok Tasik atau kontes domba dan kambing terbesar di Kabupaten Tasikmalaya tahun ini digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 dan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menjadi ajang pelestarian budaya peternakan, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan peternak lokal.
Di lapangan, bulu-bulu domba tampak tersisir rapi. Tanduk dipoles hingga mengilap. Para peternak berdiri di samping ternaknya dengan penuh kebanggaan. Bagi mereka, seekor domba juara bukan sekadar hewan ternak, melainkan aset bernilai tinggi.
Ratusan Peternak Berebut Gelar Bergengsi
Antusiasme peserta tahun ini meningkat tajam. Panitia mencatat sebanyak 473 ekor domba dan kambing mendaftar secara daring. Selain itu, ratusan peserta lainnya tetap datang langsung untuk melakukan pendaftaran di lokasi.
Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yudha Adikara, menegaskan bahwa Pesta Patok bukan sekadar kontes penampilan.
Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya tersebut bertujuan memperkuat budaya peternakan, meningkatkan populasi ternak, dan mendorong kesejahteraan peternak.
“Kami ingin meningkatkan budaya ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak domba dan kambing di Tasikmalaya,” kata Asep Yudha.
Ia menjelaskan bahwa peternak di Tasikmalaya berkembang dalam dua segmen utama, yakni peternakan konsumsi dan peternakan berbasis seni budaya melalui kontes serta seni ketangkasan domba.
Domba Juara Bisa Bernilai Ratusan Juta
Menurut Asep Yudha, dampak ekonomi dari sebuah kemenangan kontes sangat terasa.
Seekor domba atau kambing yang berhasil menjadi juara dapat mengalami peningkatan harga jual secara signifikan. Selain itu, kontes juga menjadi sarana berbagi pengetahuan antarpeternak.
“Kalau juara, tentu harga jualnya meningkat. Namun, yang lebih penting adalah peternak saling belajar mengenai cara merawat ternak yang baik,” ujarnya.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Abah Yana, peternak asal Cipatujah yang rutin mengikuti berbagai kontes.
Menurutnya, prestasi seekor ternak menghadirkan nilai lebih yang tidak bisa diukur hanya dari bobot atau fisiknya.
“Kalau juara, nilainya bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor. Orang membeli bukan hanya dombanya, tetapi juga prestise dan kepuasannya,” kata Abah Yana.
Tujuh Kategori Diperebutkan
Pesta Patok Tasik 2026 mempertandingkan tujuh kategori bergengsi. Di antaranya Raja Kasep untuk domba jantan terbaik, Ratu Bibit untuk indukan unggul, Kambing Ekstrim, Raja Pedaging Campuran Ekstrim, hingga Raja Petet.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari HPDKI Jawa Barat dan akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).
Sementara itu, Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Asep Muslihat, memastikan keamanan kegiatan, termasuk upaya pencegahan pencurian ternak.
“Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan meminimalisasi tindak pencurian ternak,” tegasnya.
Potensi Besar Peternakan Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan bahwa potensi peternakan domba di Kabupaten Tasikmalaya sangat besar.
Menurutnya, populasi domba di wilayah tersebut mencapai sekitar 164 ribu ekor. Potensi itu didukung oleh sumber daya alam, peternak, organisasi profesi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
“Tasikmalaya memiliki potensi peternakan yang luar biasa. Ini merupakan kekuatan ekonomi sekaligus budaya yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pesta Patok tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan nilai religius karena berkaitan dengan kebutuhan kurban dan akikah masyarakat.
Di Tasikmalaya, seekor domba juara tidak lagi sekadar dipandang sebagai hewan ternak. Ia telah menjadi simbol prestise, investasi, budaya, dan kebanggaan peternak. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar