Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dedi Mulyadi Perang Terbuka Lawan Rokok Ilegal

Dedi Mulyadi Perang Terbuka Lawan Rokok Ilegal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rokok ilegal kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya pemerintah menjaga penerimaan negara, peredaran rokok ilegal, penyelundupan barang kena cukai, dan praktik penghindaran cukai masih menjadi ancaman serius. Akibatnya, negara berpotensi kehilangan miliaran rupiah yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai layanan kesehatan, pembangunan daerah, hingga berbagai program sosial masyarakat.

Fakta itu terungkap dalam kegiatan pemusnahan barang kena cukai ilegal yang digelar di Alun-Alun Garut, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan komitmen bersama untuk memutus rantai peredaran rokok ilegal yang masih beredar di masyarakat.

Rp32,95 Miliar Hampir Hilang dari Kas Negara

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa hasil penindakan terpadu selama pertengahan 2025 hingga pertengahan 2026 berhasil mengamankan sekitar 44 juta batang rokok ilegal dari berbagai merek.

Nilai barang yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp65,18 miliar. Sementara itu, potensi kerugian negara akibat tidak dibayarkannya cukai diperkirakan mencapai Rp32,95 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa peredaran rokok ilegal bukan lagi persoalan kecil. Sebaliknya, praktik tersebut telah berkembang menjadi masalah ekonomi yang berdampak langsung terhadap penerimaan negara.

Karena itu, Bea Cukai terus memperkuat pengawasan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Mengapa Rokok Ilegal Merugikan Semua Orang?

Banyak masyarakat menganggap membeli rokok ilegal hanya persoalan harga yang lebih murah. Namun dampaknya jauh lebih besar.

Penerimaan dari cukai hasil tembakau menjadi salah satu sumber penting pendapatan negara. Dana tersebut kemudian kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Selain itu, sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) digunakan untuk mendukung sektor kesehatan, termasuk pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan dan berbagai program pelayanan masyarakat.

Ketika peredaran rokok ilegal meningkat, penerimaan negara ikut berkurang. Akibatnya, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan publik juga ikut tertekan.

Karena alasan itulah pemberantasan rokok ilegal tidak hanya menjadi tugas Bea Cukai, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Dedi Mulyadi Minta Pengawasan Sampai Tingkat Desa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa rantai distribusi rokok ilegal harus diputus dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, upaya tersebut tidak akan berhasil jika rokok ilegal masih mudah ditemukan di warung, pengecer, atau distributor.

Karena itu, Dedi meminta seluruh aparatur pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk aktif melakukan pengawasan dan memberikan informasi apabila menemukan peredaran rokok ilegal.

Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana menghadirkan aplikasi pelaporan daring yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan. Menariknya, sistem tersebut akan dilengkapi insentif atau hadiah bagi warga yang memberikan laporan valid.

Langkah itu diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya peredaran barang kena cukai ilegal.

Garut Punya Potensi Industri Tembakau Legal

Di sisi lain, Dedi Mulyadi menilai Kabupaten Garut memiliki potensi besar dalam pengembangan industri tembakau yang legal dan patuh terhadap ketentuan cukai.

Karena itu, ia berharap ke depan muncul investasi dan industri rokok legal yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merugikan negara.

Pandangan serupa juga disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Ia mengajak pemilik warung dan masyarakat untuk tidak menjual maupun menggunakan rokok ilegal karena memiliki konsekuensi hukum dan berdampak pada penerimaan negara.

Menurutnya, pemerintah daerah akan menggerakkan camat dan kepala desa untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat secara lebih terstruktur.

Perang Melawan Rokok Ilegal Belum Selesai

Data yang disampaikan Bea Cukai menunjukkan bahwa peredaran rokok ilegal saat ini masih mendekati 14 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan pemberantasan masih cukup besar.

Meski demikian, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat memberikan harapan bahwa ruang gerak pelaku rokok ilegal akan semakin sempit.

Pada akhirnya, keberhasilan memberantas rokok ilegal tidak hanya menyelamatkan penerimaan negara. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut membantu menjaga keberlangsungan layanan publik yang selama ini dinikmati masyarakat.

Setiap batang rokok ilegal yang lolos ke pasar bukan sekadar pelanggaran cukai. Di baliknya ada uang negara yang hilang, layanan publik yang terancam berkurang, dan hak masyarakat yang perlahan ikut terkikis. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kualitas layanan internet

    IndiHome dan Paradoks Laba vs Layanan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laporan keuangan menunjukkan pertumbuhan laba yang kuat. Namun di sisi lain, keluhan pelanggan terus bermunculan. Paradoks inilah yang kini melekat pada IndiHome, layanan internet rumah yang berada di bawah Telkomsel dan Telkom Group. Di tengah laba triliunan rupiah, kualitas layanan internet justru menjadi sorotan publik. Dalam beberapa hari terakhir, gangguan koneksi […]

  • Ilustrasi muslim sedang merenung setelah mulai meninggalkan amalan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati. Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, […]

  • Petugas menghentikan pengendara yang menerobos jalur pelari QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 di Tasikmalaya.

    Chaos di QRIS UTHM 2026, Pelari 21K Kehilangan Momentum

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 yang semula tertib mendadak berubah tegang pada Minggu pagi, 10 Mei 2026. Ratusan pelari yang sedang memasuki ritme terbaiknya tiba-tiba harus mengerem langkah. Beberapa bahkan berhenti mendadak di persimpangan setelah kendaraan nekat menerobos jalur steril lomba. Di lokasi, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satlantas, […]

  • ilustrasi aktivitas jual beli barang bekas di pasar sebagai contoh transaksi yang dibahas dalam hukum Islam

    Bolehkah Menjual Barang Bekas? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perdagangan barang bekas semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang menjual pakaian, elektronik, hingga kendaraan yang pernah digunakan sebelumnya. Namun sebagian orang masih bertanya-tanya tentang hukum jual barang bekas dalam Islam. Apakah transaksi seperti ini diperbolehkan atau justru dilarang? Dalam fikih muamalah, jual beli barang bekas sebenarnya termasuk transaksi yang sah […]

  • Semangkuk tongseng kurban dengan daging empuk, kuah gurih kecokelatan, kol segar, tomat, dan cabai merah di atas meja kayu.

    Jangan Salah! Ini Trik Tongseng Kurban Empuk dan Gurih

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, LIFESTYLE – Setiap Idul Adha, aroma tongseng kurban hampir selalu muncul dari dapur-dapur rumah di berbagai daerah. Ada yang memasaknya setelah salat Zuhur, ada pula yang baru menyalakan kompor menjelang sore ketika pembagian daging selesai dilakukan. Namun satu keluhan terus berulang dari tahun ke tahun. Daging terasa alot. Kuah kurang meresap. Atau aroma prengus […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

expand_less