Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pemprov Jabar Percepat Pemulangan Korban Penipuan Perekrutan Kerja di Kalbar

Pemprov Jabar Percepat Pemulangan Korban Penipuan Perekrutan Kerja di Kalbar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

13 warga Garut–Tasik jadi korban penipuan perekrutan kerja di Kalbar. Pemprov Jabar siapkan evakuasi dan penyelidikan.


Korban Penipuan Perekrutan Kerja Terlantar di Pedalaman Kalbar

albadarpost.com, HUMANIORA – Video permintaan tolong dari 13 warga Garut dan Tasikmalaya membuka fakta baru tentang maraknya penipuan perekrutan kerja di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Mereka ditemukan telantar di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, tanpa kepastian pekerjaan yang sebelumnya dijanjikan. Kasus ini menyoroti celah perlindungan tenaga kerja, terutama bagi warga dengan pendidikan terbatas di daerah asal.

Rombongan yang tiba di Kalimantan Barat itu mengaku dijanjikan bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. Janjinya sederhana: gaji layak, pekerjaan stabil, dan akomodasi aman. Yang mereka temukan justru sebaliknya. Upah tak jelas, lokasi kerja berpindah, hingga akhirnya mereka ditinggalkan tanpa tempat tinggal maupun pendamping.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan mereka kini berada dalam pengawasan kepolisian di Kalbar. Pemerintah provinsi menyiapkan pemulangan secepatnya. Ia mengatakan pemprov tengah mengoordinasikan tiket pesawat dan pendampingan administratif. Penegasan ini muncul setelah video warga itu viral dan menimbulkan respons kuat dari publik.

Dedi mengingatkan bahwa pola serupa telah berulang berkali-kali. Banyak warga Jabar yang menerima tawaran kerja dari pihak tidak resmi lalu ditelantarkan setelah tiba di luar daerah. Ia meminta kewaspadaan warga ditingkatkan dan aparat ketenagakerjaan memperketat pengawasan praktik rekrutmen.

Jejak Penelantaran Pekerja dan Koordinasi Aparat

Informasi tambahan datang dari Imas Aan Ubudiah, anggota DPR RI dari Dapil XI Jawa Barat. Ia membenarkan laporan bahwa para korban sebelumnya sempat bekerja di Kalimantan Utara selama empat bulan. Namun, upah yang mereka terima jauh dari yang dijanjikan. Setelah itu, mereka dipindahkan ke Kalbar dan kembali mengalami penelantaran.

Baca juga: Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

Imas menyebut bahwa para korban kini dalam kondisi aman dan sedang difasilitasi proses pemulangannya. Ia menekankan perlunya penyelidikan menyeluruh agar rantai penipuan perekrutan kerja dapat diungkap. Legislator itu meminta Kementerian Ketenagakerjaan, Disnaker Kalbar, serta pengawas ketenagakerjaan Jabar turun langsung memeriksa dugaan pelanggaran hak pekerja.

Koordinasi antara dua provinsi sedang berjalan. Fokus utamanya adalah memastikan korban terlindungi, serta mengumpulkan keterangan mengenai perekrut yang membawa rombongan tersebut. Aparat berwenang menelusuri pola perekrutan, jalur pengiriman pekerja, serta dugaan adanya jaringan yang memanfaatkan kebutuhan ekonomi warga.

Para Korban yang Berasal dari Garut dan Tasikmalaya

Terdapat sepuluh warga Garut dan tiga warga Tasikmalaya dalam rombongan yang terbengkalai tersebut. Mereka berasal dari kecamatan berbeda: Mekartani, Sukanagara, Saribakti, Karangpawitan, Toblong, dan Campakasari. Mayoritas bekerja serabutan sebelum menerima tawaran kerja dari perekrut.

Baca juga: Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

Dalam keterangan mereka, tawaran kerja itu dianggap sebagai peluang yang sulit ditolak. Gaji dijanjikan tetap, fasilitas disediakan, dan proses keberangkatan berlangsung cepat. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang sering dimanfaatkan perekrut ilegal, terutama ketika lapangan kerja formal di daerah tidak memadai.

Penipuan Perekrutan Kerja dan Minimnya Pengawasan

Kasus ini menegaskan kembali lemahnya pengawasan rekrutmen tenaga kerja antarprovinsi. Mekanisme pengecekan legalitas perekrut jarang dilakukan oleh calon pekerja karena minimnya informasi dan rendahnya literasi ketenagakerjaan. Pemerintah daerah pun belum memiliki sistem terpadu untuk memverifikasi setiap tawaran kerja yang masuk ke desa-desa.

Konsekuensinya, warga mudah terjebak iming-iming gaji besar yang tidak pernah terwujud. Data Disnaker Jabar dalam dua tahun terakhir mencatat peningkatan aduan penipuan kerja lebih dari 18 persen. Polanya sama: proses rekrutmen informal, tidak ada kontrak tertulis, hingga pemindahan lokasi kerja tanpa pemberitahuan.

Jika tren ini tidak ditangani dengan serius, jumlah korban dapat bertambah. Pemerintah daerah perlu memperkuat edukasi publik dan menindak perekrut ilegal. Bagi warga, kewaspadaan terhadap tawaran kerja yang tidak memiliki dokumen resmi menjadi langkah pertama untuk melindungi diri.

Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan rekrutmen kerja dan pemulangan cepat bagi korban agar penipuan serupa tidak terus berulang. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengangguran tertinggi

    Provinsi Dorong Perbaikan setelah BPS Catat Pengangguran Tertinggi 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Daftar provinsi pengangguran tertinggi 2025 menunjukkan ketimpangan pasar kerja dan kebutuhan reformasi ketenagakerjaan. albadarpost.com, HUMANIORA – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menempatkan sejumlah provinsi dalam sorotan. Daftar provinsi dengan pengangguran tertinggi per Agustus 2025 menunjukkan ketimpangan pasar kerja yang masih lebar, dari Papua hingga pusat ekonomi nasional seperti Jawa Barat dan Jakarta. Angkanya […]

  • Petugas kepolisian menjelaskan proses hukum penetapan tersangka kasus penganiayaan Banser Tangerang

    Polisi Tegaskan Proses Penetapan Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik setelah polisi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan Banser Tangerang. Peristiwa ini menarik perhatian luas karena melibatkan tokoh publik serta organisasi kemasyarakatan. Namun di balik hiruk pikuk pemberitaan, satu hal penting patut dipahami bersama: bagaimana sebenarnya penyidik bekerja dalam menetapkan seseorang […]

  • Bandros Tradisional

    Bandros, Jajanan Tradisional Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Bandros tradisional diolah UMKM sebagai jajanan rumahan bernilai ekonomi, mudah dibuat dan diminati pasar lokal. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandros tradisional kembali mendapat perhatian pelaku usaha kuliner rumahan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sederhana berbasis bahan lokal, jajanan berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini dinilai memiliki peluang ekonomi yang relevan, terutama bagi pelaku […]

  • Semangkuk gulai daun singkong santan kental dengan cabai merah dan aroma rempah khas masakan Nusantara.

    Rahasia Gulai Daun Singkong Santan Kental, Gurihnya Bikin Gagal Diet

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Gulai daun singkong masih jadi salah satu menu rumahan yang sulit tergeser sampai sekarang. Rasanya sederhana, tetapi justru itu yang bikin banyak orang kangen. Apalagi kalau kuah santannya kental, pedasnya pas, lalu dimakan saat nasi masih panas mengepul. Belakangan, resep gulai daun singkong santan kental juga makin sering muncul di pencarian internet. […]

  • Tafsir Al-Kahfi 79

    Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Setiap Jumat pagi, Surah Al-Kahfi dibaca di banyak masjid. Ada jamaah yang membukanya dari mushaf dengan sampul yang mulai pudar karena sering disentuh. Ada pula yang membacanya dari layar ponsel sambil menunggu khatib naik mimbar. Ayat demi ayat dilantunkan. Lalu berlalu. Padahal di antara ayat-ayat itu terdapat satu kisah yang sangat dekat […]

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

expand_less