Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang selama ini dianggap masalah ternyata bisa menjadi solusi.

Kamis pagi (11/6/2026), suasana SDN 3 Sukanegla tampak lebih ramai dari biasanya. Di area pembangunan yang berada tidak jauh dari bangunan sekolah lama, beberapa tumpukan panel berwarna abu-abu tersusun rapi. Sekilas material itu tampak seperti bahan bangunan biasa. Namun panitia menjelaskan bahwa sebagian besar material tersebut berasal dari sampah plastik residu yang telah diolah kembali.

Sejumlah murid yang sedang berada di lingkungan sekolah sesekali memperhatikan aktivitas di lokasi pembangunan. Beberapa di antaranya tampak penasaran ketika mendengar penjelasan bahwa dinding ruang kelas baru yang akan mereka gunakan berasal dari sampah plastik.

Hari itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri prosesi peletakan bata plastik daur ulang pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) dan fasilitas toilet yang didukung Yayasan Bakti Barito.

Ketika Sampah Berubah Menjadi Ruang Belajar

Bupati Garut menyambut positif terobosan tersebut. Menurutnya, pembangunan berbasis ekonomi sirkular seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menilai sektor pendidikan membutuhkan inovasi yang mampu menjawab lebih dari satu persoalan sekaligus. Selain menyediakan ruang belajar yang layak, pembangunan juga dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan terkait dengan pembangunan di bidang pendidikan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi serupa dapat berkembang ke sekolah maupun fasilitas publik lainnya di Kabupaten Garut. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti pada satu lokasi saja.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Kamis (11/6/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Kamis (11/6/2026).

Sampah Residu yang Selama Ini Sulit Ditangani

Di balik pembangunan tersebut terdapat persoalan yang selama ini menjadi tantangan banyak daerah, yakni sampah plastik residu.

Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menjelaskan bahwa jenis sampah ini umumnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sulit diolah menggunakan metode daur ulang konvensional.

Karena itu, yayasan mencoba mengubah pendekatan. Material yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna kini diproses menjadi komponen konstruksi yang dapat digunakan untuk membangun fasilitas publik.

Menurut Fifi, hampir seluruh komponen utama bangunan memanfaatkan material hasil pengolahan sampah tersebut. Panel dinding menggantikan fungsi bata konvensional. Selain itu, plafon hingga sistem perpipaan air juga menggunakan bahan yang berasal dari hasil daur ulang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah residu kini dapat menjadi bagian dari solusi. Langkah ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghadirkan infrastruktur serta fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” katanya.

Lebih dari Sekadar Bangunan Sekolah

Menariknya, proyek ini tidak hanya berbicara tentang konstruksi bangunan. Ada pesan pendidikan yang ikut dibangun bersamaan dengan dinding-dinding ruang kelas tersebut.

Anak-anak yang nantinya belajar di dalam ruangan itu akan melihat secara langsung bagaimana sampah dapat berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pengalaman tersebut berpotensi membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Selain itu, proyek ini juga memperlihatkan bagaimana konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kembali masuk ke dalam siklus pemanfaatan dan menghasilkan manfaat baru.

Di tengah meningkatnya volume sampah dan keterbatasan lahan pembuangan, pendekatan seperti ini mulai menarik perhatian banyak pihak. Sebab, solusi yang ditawarkan tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Harapan Menjadi Inspirasi Daerah Lain

Pemerintah Kabupaten Garut berharap pembangunan ruang kelas berbahan bata plastik daur ulang dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Jika berhasil diterapkan secara lebih luas, model seperti ini berpotensi membantu mengurangi beban lingkungan sekaligus mempercepat penyediaan fasilitas publik yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, keberhasilan proyek tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan. Dengan inovasi dan kolaborasi yang tepat, limbah dapat berubah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi banyak orang.

Di SDN 3 Sukanegla, perubahan itu kini mulai terlihat. Dari tumpukan sampah plastik yang sebelumnya tidak diinginkan, perlahan lahir ruang belajar baru yang akan menjadi tempat generasi berikutnya menimba ilmu.

Ketika banyak orang masih melihat sampah sebagai akhir dari sebuah benda, Garut justru membuktikan bahwa sampah bisa menjadi awal lahirnya sekolah, harapan, dan masa depan yang lebih hijau. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Sosial Gus Ipul silaturahmi dengan kiai dan pengasuh pesantren di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur saat Lebaran

    Temui Kiai Pesantren Tapal Kuda, Gus Ipul Bawa Salam Presiden

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Gus Ipul silaturahmi kiai Tapal Kuda menjadi salah satu agenda penting pada momentum Idulfitri tahun ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan Lebaran ke sejumlah ulama dan pengasuh pesantren di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan salam Presiden kepada para kiai, sekaligus mempererat […]

  • pendidikan pesantren

    Wapres ke Cipasung Soroti Peran Strategis Pendidikan Pesantren

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pondok Pesantren Cipasung kembali menegaskan posisinya sebagai simpul penting kehidupan sosial dan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Hal itu tercermin dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke pesantren yang telah lama menjadi rujukan pendidikan keagamaan di wilayah Priangan Timur tersebut. Kunjungan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial […]

  • jembatan melaka indonesia

    Melaka Siapkan Jembatan ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Pemerintah Melaka merencanakan jembatan ke Indonesia untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi kawasan. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia, merencanakan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan wilayahnya dengan Indonesia. Proyek lintas negara ini diarahkan untuk membuka jalur konektivitas baru antara Melaka dan Dumai, Sumatera, sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan Selat Malaka yang selama ini […]

  • konser kemanusiaan

    Konser Kemanusiaan Unpad Himpun Rp140 Juta untuk Gaza

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Konser kemanusiaan Unpad menggalang Rp140 juta untuk Gaza melalui kolaborasi kampus, alumni, dan seniman. albadarpsot.com, HUMANIORA – Ribuan pengunjung memadati Lapangan Merah Universitas Padjadjaran pada Jumat, 28 November 2025. Konser kemanusiaan bertajuk Sound for Humanity digelar sebagai bagian dari Dies Natalis ke-68, menjadi forum publik yang menghimpun dukungan bagi warga Gaza. Kegiatan ini diinisiasi oleh […]

  • Ilustrasi seorang kepala keluarga muslim termenung memikirkan utang rumah tangga di tengah tekanan ekonomi modern.

    Banyak Keluarga Retak karena Utang, Nabi Sudah Mengingatkannya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hutang dalam Islam sejak dulu sudah menjadi perhatian serius. Rasulullah SAW bahkan sering berdoa agar dijauhkan dari lilitan hutang karena dampaknya tidak hanya menyentuh urusan uang, tetapi juga ketenangan hidup, hubungan keluarga, bahkan kualitas ibadah seseorang. Hari ini, hadis tentang hutang itu terasa semakin nyata. Banyak keluarga tampak baik-baik saja di media […]

  • Salahuddin Al Ayyubi memimpin pasukan dalam Perang Salib dengan strategi militer cerdas dan kepemimpinan kuat

    Kisah Salahuddin Al Ayyubi, Jenderal Muslim yang Mengubah Sejarah Perang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai panglima perang Islam yang visioner. Tokoh ini, yang sering disebut sebagai pemimpin militer Muslim legendaris, bahkan dianggap sebagai pelopor strategi perang modern. Nama Salahuddin Ayyubi terus muncul dalam kajian sejarah, terutama ketika membahas kepemimpinan, taktik militer, dan etika perang. Menariknya, meskipun hidup pada abad ke-12, pendekatan yang […]

expand_less