Pangdam Siliwangi Kukuhkan PSM, Bentuk Generasi Berkarakter
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pangdam III Siliwangi mengukuhkan pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten di Makodam III Siliwangi Bandung, Rabu (10/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – Pencak Silat Militer tidak lagi dipandang sekadar seni bela diri atau aktivitas olahraga. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Pencak Silat Militer (PSM) justru didorong menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan. Pesan itulah yang mengemuka saat Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mengukuhkan jajaran pengurus PSM Jawa Barat dan Banten di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Sejak pagi, suasana Lapangan Serka Dedy Unadi terlihat lebih ramai dari biasanya. Barisan peserta berdiri rapi menghadap podium utama. Di sisi lapangan, bendera organisasi berkibar perlahan diterpa angin. Sementara itu, sejumlah perwakilan perguruan pencak silat tampak saling menyapa sebelum acara dimulai.
Bagi sebagian peserta, pengukuhan ini bukan sekadar agenda organisasi.
Ada kebanggaan tersendiri ketika pencak silat, warisan budaya yang mereka tekuni selama bertahun-tahun, mendapat ruang yang semakin besar dalam pembinaan karakter bangsa.
Lebih dari Seremoni, Ada Amanah Besar di Baliknya
Ketika satu per satu pengurus yang baru dikukuhkan maju ke depan, suasana lapangan tetap berlangsung khidmat. Tepuk tangan beberapa kali terdengar dari deretan kursi tamu undangan.
Namun Pangdam III/Siliwangi mengingatkan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni formal.
Menurutnya, jabatan yang diberikan membawa tanggung jawab untuk membangun, membina, dan mengembangkan organisasi agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Pencak silat juga berperan dalam membangun mental, moral, dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” ujar Mayjen TNI Kosasih dalam amanatnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa PSM tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik. Organisasi ini juga memiliki misi membentuk manusia yang kuat secara mental dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.
Saat Banyak Anak Muda Kehilangan Arah, Nilai Pencak Silat Dinilai Tetap Relevan
Perkembangan teknologi telah mengubah banyak hal.
Informasi bergerak cepat. Tren datang dan pergi dalam hitungan hari. Di sisi lain, tantangan sosial yang dihadapi generasi muda juga semakin kompleks.
Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan dalam pencak silat dianggap tetap relevan.
Disiplin.
Pengendalian diri.
Rasa hormat kepada sesama.
Tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang dibutuhkan di tengah perubahan zaman.
Menariknya, beberapa tokoh perguruan silat yang hadir terlihat berbincang mengenai pentingnya menjaga budaya sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Percakapan itu berlangsung santai di pinggir lapangan, tetapi pesannya cukup dalam.
Mereka sepakat bahwa pencak silat harus tetap hidup di tengah generasi muda, bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter.
Menyatukan TNI, Perguruan Silat, dan Masyarakat
Menurut Pangdam, Kodam III/Siliwangi memandang Pencak Silat Militer memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara TNI, perguruan pencak silat, dan masyarakat.
Karena itu, keberadaan PSM tidak hanya bertujuan mencetak atlet atau praktisi bela diri.
Lebih dari itu.
PSM diharapkan menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan, sportivitas, dan semangat pengabdian kepada bangsa.
Di sela kegiatan, beberapa peserta tampak berfoto bersama usai prosesi pengukuhan. Ada yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Banten. Meskipun berasal dari perguruan yang berbeda, suasana kebersamaan terlihat cukup kuat.
Pemandangan sederhana tersebut menjadi gambaran bagaimana pencak silat dapat mempertemukan banyak latar belakang dalam satu semangat yang sama.
Pengurus Baru Didorong Aktif Membina Generasi Muda
Pangdam berharap seluruh pengurus yang baru dilantik mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan pencak silat.
Harapan itu bukan tanpa alasan.
Saat ini, banyak komunitas pencak silat yang berkembang hingga tingkat desa dan kelurahan. Jika pembinaannya berjalan baik, komunitas tersebut dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang.
Bukan hanya melatih teknik.
Bukan hanya mengejar prestasi.
Tetapi juga membangun karakter yang kuat.
Karena itu, PSM di wilayah Kodam III/Siliwangi didorong untuk aktif mendukung pembinaan generasi muda dan memperkuat kegiatan pembinaan teritorial di masyarakat.
Menjaga Warisan, Menyiapkan Masa Depan
Pengukuhan pengurus baru memang berlangsung dalam hitungan jam.
Namun pesan yang dibawanya jauh melampaui acara itu sendiri.
Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, pencak silat kembali diingatkan sebagai warisan budaya yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Bukan dengan kekerasan. Bukan dengan adu kekuatan.
Melainkan melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta kepada bangsa.
Karena pada akhirnya, bangsa yang kuat tidak hanya membutuhkan manusia yang cerdas.
Bangsa juga membutuhkan manusia yang berkarakter.
Di tengah dunia yang terus berubah, pencak silat mengajarkan satu hal yang tidak pernah usang: kekuatan terbesar bukan terletak pada kemampuan menjatuhkan lawan, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri dan memberi manfaat bagi sesama. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar