Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada orang yang bekerja tanpa mengenal waktu, tetapi hidupnya terasa jalan di tempat? Sebaliknya, mengapa ada yang melangkah dengan sederhana, namun pintu-pintu kemudahan seolah terbuka satu demi satu? Pertanyaan itu terus muncul dari zaman ke zaman. Jauh sebelum buku-buku motivasi memenuhi rak toko, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari telah memberikan jawabannya melalui satu kalimat singkat dalam Kitab Al-Hikam. Menurut beliau, tawakal, berserah kepada Allah, bukanlah penutup setelah usaha selesai, melainkan fondasi yang harus diletakkan sejak langkah pertama.

Tulisan ini merupakan refleksi keislaman berdasarkan Hikmah ke-34 dalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah.

مِنْ عَلَامَاتِ النُّجْحِ فِي النِّهَايَاتِ الرُّجُوعُ إِلَى اللَّهِ فِي الْبِدَايَاتِ

“Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah sejak permulaannya.”

Kalimat itu tampak sederhana. Namun, jika direnungkan, ia mengubah cara pandang tentang arti sebuah keberhasilan.

Ketika Dunia Mengajari Cara Berlari, Al-Hikam Mengajari Arah Melangkah

Hari ini, hampir semua orang ingin sukses. Tidak sedikit yang rela mengikuti pelatihan, membaca buku pengembangan diri, memperluas jaringan, bahkan mempelajari berbagai strategi agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman. Semua itu tentu bukan sesuatu yang keliru. Islam justru mendorong umatnya untuk berikhtiar secara maksimal.

Namun, ada satu kebiasaan yang perlahan mulai terpinggirkan, yakni memulai setiap ikhtiar dengan menghadapkan hati kepada Allah.

Sering kali seseorang begitu teliti menyusun rencana, tetapi lupa menyusun niat. Ia sibuk menghitung peluang, sementara doa hanya menjadi pelengkap ketika keadaan mulai sulit. Padahal, bagi seorang mukmin, hubungan dengan Allah bukan pilihan terakhir saat semua jalan tertutup, melainkan titik awal sebelum melangkah.

Di sinilah letak satir kehidupan modern. Kita terbiasa memastikan baterai telepon genggam terisi penuh sebelum bepergian, tetapi tidak selalu memastikan hati telah terhubung kepada Sang Pemilik kehidupan. Kita cemas ketika kehilangan sinyal internet, tetapi kadang tidak merasa kehilangan kekhusyukan dalam berdoa.

Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa siapa pun yang menggantungkan harapannya kepada selain Allah akan mudah kecewa ketika sandaran itu rapuh. Sebaliknya, orang yang memulai langkahnya dengan tawakal memiliki tempat kembali setiap kali jalan terasa buntu.

Tawakal Tidak Pernah Menghapus Ikhtiar

Ada anggapan bahwa tawakal berarti menunggu tanpa berbuat apa-apa. Pemahaman seperti ini tidak sejalan dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ justru memberikan contoh yang sangat sederhana, tetapi penuh makna.

Ketika seorang Arab Badui bertanya apakah untanya cukup dilepas lalu bertawakal, Nabi menjawab:

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

“Ikatlah terlebih dahulu, kemudian bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menegaskan bahwa usaha dan tawakal bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru saling melengkapi. Ikhtiar adalah bentuk tanggung jawab manusia, sedangkan tawakal merupakan pengakuan bahwa hasil akhirnya berada di tangan Allah.

Al-Qur’an juga memberikan tuntunan yang sama.

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159)

Menariknya, ayat ini tidak memisahkan tekad, usaha, dan tawakal. Ketiganya hadir dalam satu rangkaian yang utuh.

Keberhasilan Bukan Sekadar Sampai, Tetapi Siapa yang Mengantarkan

Ukuran sukses sering kali hanya dilihat dari hasil akhir. Jabatan, kekayaan, atau pencapaian menjadi tolok ukur yang paling mudah terlihat. Padahal, Al-Hikam mengajak manusia melihat sesuatu yang lebih dalam, yaitu bagaimana sebuah perjalanan dimulai.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.” (QS. At-Thalaq: 3)

Dalam ayat lain, Allah juga menjanjikan petunjuk bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Kedua ayat tersebut menghadirkan keseimbangan. Ada kesungguhan dalam berusaha, ada pula keyakinan bahwa Allah-lah yang membuka jalan. Karena itu, seorang mukmin tidak mudah sombong ketika berhasil dan tidak cepat putus asa saat mengalami kegagalan. Ia memahami bahwa ikhtiar hanyalah bagian dari perjalanan, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan Allah.

Mungkin inilah yang mulai jarang disadari di tengah budaya yang mengukur segala sesuatu dengan angka, grafik, dan pencapaian. Kita begitu sibuk mencari rumus sukses, tetapi terkadang lupa memperbaiki hubungan dengan Dzat yang menentukan setiap hasil.

Bukan berarti strategi tidak penting. Perencanaan tetap dibutuhkan. Ilmu harus dipelajari. Pengalaman perlu ditambah. Akan tetapi, semua itu hanyalah peta. Yang benar-benar mengantarkan seseorang sampai ke tujuan adalah izin Allah.

Pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya soal seberapa cepat seseorang mencapai garis akhir, melainkan kepada siapa ia menyandarkan langkah pertamanya. Dunia mungkin menghitung hasil kerja dan angka-angka pencapaian. Namun, Allah melihat hati yang sejak awal memilih berjalan bersama-Nya. Sebab, ketika tawakal menjadi awal perjalanan, keberhasilan tidak lagi sekadar kemungkinan, melainkan harapan yang selalu memiliki sandaran. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden bersama para menteri menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada bulan Ramadan

    Momen Tak Biasa di Istana: Zakat Presiden Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada suasana berbeda di Istana Negara pada bulan Ramadan kali ini. Bukan hanya agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Di tempat yang biasanya identik dengan keputusan politik, para pemimpin negara justru berkumpul untuk menunaikan ibadah. Momen zakat Presiden di Istana bersama para menteri langsung menarik perhatian publik. Banyak orang melihat peristiwa […]

  • Lahan Sawah Tasikmalaya

    Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya. Peringatan […]

  • LGBT Tasikmalaya

    Bahas Isu LGBT, Bupati Tasikmalaya Tegaskan Jangan Ada Diskriminasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Isu LGBT Tasikmalaya kembali menjadi bahan dialog antara pemerintah daerah, ulama, dan sejumlah elemen masyarakat. Namun, pembahasan kali ini tidak hanya menyentuh rencana penguatan regulasi lokal. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin juga menegaskan bahwa respons terhadap isu tersebut tidak boleh berujung pada diskriminasi, perundungan, maupun pengucilan. Pernyataan itu disampaikan Cecep saat […]

  • Kasus Narkoba Bandung

    105 Kasus Narkoba Bandung Terbongkar, Sejuta Pil Ilegal Disita

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebih dari satu juta butir obat keras ilegal nyaris beredar di wilayah Kabupaten Bandung. Namun, operasi intensif yang digelar Satres Narkoba Polresta Bandung sepanjang Mei hingga Juni 2026 berhasil menggagalkan distribusi tersebut. Dalam periode dua bulan itu, polisi mengungkap 105 kasus narkoba Bandung, menangkap 116 tersangka, serta menyita berbagai jenis narkotika […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

  • MBG Tasikmalaya

    MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk […]

expand_less