Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Temuan Berulang, Ada Apa dengan RSUD dr Soekardjo?

Temuan Berulang, Ada Apa dengan RSUD dr Soekardjo?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Audit RSUD dr. Soekardjo tidak banyak warga yang membacanya dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Sebagian besar masyarakat mungkin tidak pernah melihat dokumen pemeriksaan sama sekali.

Namun publik biasanya memahami satu hal sederhana.

Jika sebuah masalah sudah ditemukan, sudah dicatat, bahkan sudah diberi rekomendasi perbaikan, maka masalah yang sama semestinya tidak kembali muncul pada tahun berikutnya.

Karena itulah temuan terkait persediaan obat rusak dan kedaluwarsa di RSUD dr. Soekardjo layak mendapat perhatian.

Bukan semata karena angkanya.

Bukan pula karena nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Melainkan karena persoalan tersebut kembali muncul setelah sebelumnya pernah menjadi perhatian auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan dokumen yang menjadi dasar permintaan klarifikasi AlbadarPost, auditor mencatat nilai obat rusak dan/atau kedaluwarsa sekitar Rp398,58 juta pada Tahun Anggaran 2023. Setahun kemudian, temuan serupa kembali muncul dengan nilai sekitar Rp168,89 juta pada Tahun Anggaran 2024. Angkanya memang menurun. Namun pertanyaannya belum ikut menurun. Justru sebaliknya.

Ketika Temuan Tidak Lagi Berdiri Sendiri

Dalam praktik pemerintahan daerah, temuan audit RSUD dr. Soekardjo bukan sesuatu yang langka. Hampir setiap tahun auditor menemukan berbagai catatan pada banyak instansi.

Karena itu, satu temuan belum tentu menunjukkan adanya persoalan besar.

Namun ada perbedaan antara sebuah temuan dan sebuah pola.

Temuan bisa terjadi sekali.

Pola muncul ketika persoalan yang serupa kembali ditemukan setelah sebelumnya mendapat perhatian.

Di titik inilah publik mulai bertanya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Apa yang belum berjalan?

Dan mengapa persoalan yang pernah ditemukan auditor masih kembali muncul pada tahun berikutnya?

Pertanyaan tersebut tidak lahir dari prasangka. Pertanyaan itu lahir dari rasa ingin tahu yang wajar terhadap pengelolaan layanan publik.

Apalagi yang dibahas bukan proyek fisik atau kegiatan seremonial.

Yang dibahas adalah sistem pelayanan kesehatan.

Audit Seharusnya Menjadi Titik Belajar

Tujuan audit bukan mempermalukan institusi.

Audit juga bukan sekadar daftar kesalahan yang disimpan di lemari arsip.

Audit pada dasarnya adalah alarm.

Ia berbunyi ketika ada sesuatu yang perlu diperbaiki.

Karena itu, ukuran keberhasilan sebuah audit bukan hanya banyaknya temuan yang dicatat. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh organisasi belajar dari temuan tersebut.

Publik tentu tidak berharap rumah sakit bekerja tanpa cela.

Tidak ada organisasi yang seperti itu.

Namun masyarakat berhak berharap bahwa setiap catatan auditor menghasilkan perubahan yang nyata.

Jika perencanaan kebutuhan obat perlu diperbaiki, maka perbaikannya harus terlihat.

Jika pengawasan stok perlu diperkuat, maka hasilnya harus terasa.

Dan jika evaluasi internal dilakukan, maka publik berhak mengetahui dampaknya.

Sebab pada akhirnya, kepercayaan tidak dibangun oleh laporan semata. Kepercayaan dibangun oleh hasil.

Publik Menunggu Penjelasan yang Dijanjikan

Ada satu hal lain yang juga patut dicatat.

Sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang, AlbadarPost telah mengirimkan Surat Permohonan Wawancara Tertulis (SPWT) kepada pihak RSUD pada 2 Juni 2026. Melalui surat tersebut, redaksi mengajukan sejumlah pertanyaan terkait perencanaan kebutuhan obat, pengadaan, pengawasan persediaan, hingga tindak lanjut atas temuan audit RSUD dr. Soekardjo.

Dalam komunikasi sebelumnya, pihak RSUD menyampaikan bahwa mereka akan memberikan tanggapan kepada redaksi.

Namun hingga artikel editorial ini ditulis, jawaban tersebut belum diterima.

Tentu setiap institusi memiliki mekanisme internal yang harus dilalui. Tidak semua persoalan dapat dijawab dalam hitungan jam.

Namun publik juga memiliki hak untuk memperoleh penjelasan.

Semakin lama ruang informasi dibiarkan kosong, semakin banyak ruang yang terbuka bagi spekulasi.

Padahal sering kali yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya sederhana.

Penjelasan.

Bukan perdebatan.

Bukan polemik.

Hanya penjelasan yang jelas, dapat diverifikasi, dan disampaikan secara terbuka.

Yang Dipertaruhkan Lebih Besar dari Nilai Temuan

Pada akhirnya, persoalan ini tidak semata-mata berbicara tentang Rp398,58 juta pada tahun 2023 atau Rp168,89 juta pada tahun 2024.

Angka itu penting.

Tetapi ada sesuatu yang lebih penting.

Yaitu kepercayaan publik terhadap kemampuan sebuah institusi untuk memperbaiki diri ketika menemukan kelemahan.

Setiap organisasi pasti pernah menghadapi masalah.

Yang membedakan satu institusi dengan institusi lainnya adalah cara mereka merespons masalah tersebut.

Apakah menjadikannya pelajaran.

Ataukah membiarkannya kembali muncul dalam bentuk yang hampir sama.

Editorial ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi siapa pun. Editorial ini juga tidak bertujuan menyimpulkan adanya pelanggaran hukum tertentu. Namun masyarakat memiliki hak yang sah untuk mengetahui apa yang telah diperbaiki, apa yang sedang dibenahi, dan mengapa persoalan yang pernah ditemukan auditor masih kembali menjadi perhatian pada tahun berikutnya.

Publik tidak menuntut rumah sakit menjadi sempurna. Publik hanya ingin melihat bahwa setiap peringatan benar-benar didengar. Sebab ketika auditor sudah mengingatkan, temuan masih kembali muncul, dan jawaban yang dijanjikan belum juga datang, pertanyaan yang tersisa menjadi semakin sederhana: apakah pelajaran dari tahun lalu benar-benar sudah dipelajari?

AlbadarPost tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk dimuat secara proporsional sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (Redaksi)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTSa Tasikmalaya

    Tasikmalaya Bidik PLTSa Lewat Program PTLS Kemendagri

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PLTSa Tasikmalaya menjadi salah satu agenda yang dibahas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam upaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah. Melalui usulan program PTLS (Pengelolaan Tata Kelola Lingkungan & Sosial), Pemkab Tasikmalaya menyatakan kesiapan menjadi daerah penerima manfaat dengan menyiapkan lahan seluas 17 hektare untuk mendukung […]

  • Hidangan takjil Uzbekistan berupa non, plov, dan shurpa tersaji di meja berbuka puasa khas Jalur Sutra.

    Takjil Uzbekistan, Warisan Jalur Sutra yang Unik

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Takjil Uzbekistan memiliki daya tarik tersendiri karena lahir dari pertemuan budaya di Jalur Sutra. Tradisi buka puasa Uzbekistan atau hidangan takjil khas Uzbekistan tidak hanya menghadirkan kurma dan roti, tetapi juga mencerminkan jejak perdagangan lintas benua. Sejak abad ke-2 SM, Jalur Sutra menghubungkan Asia Timur, Asia Tengah, hingga Timur Tengah, sehingga […]

  • Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026

    Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Bisa Guncang Brasil dan Argentina

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 belum dimulai. Namun perbincangan tentang tim kuda hitam Piala Dunia 2026 sudah ramai di berbagai forum sepak bola, media sosial, hingga grup WhatsApp para penggemar. Ketika banyak orang sibuk menjagokan Argentina, Brasil, Prancis, atau Inggris, sejumlah negara justru bergerak di bawah radar. Tidak terlalu disorot. Tidak terlalu dibicarakan. […]

  • ilustrasi pedagang menjual produk tanpa label halal di toko modern dengan konsumen muslim

    Hukum Menjual Produk Tanpa Label Halal yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi itu, seorang ibu muda berdiri cukup lama di depan rak makanan. Tangannya memegang dua produk—yang satu berlabel halal, yang satunya lagi polos tanpa keterangan. Ia ragu. “Kalau tidak ada label halal… ini boleh dibeli atau tidak ya?” Pertanyaan sederhana ini ternyata menyimpan kebingungan yang dialami jutaan orang. Bukan hanya pembeli, […]

  • Kebakaran Rumah Banjar

    Pelajar SMP Nyaris Jadi Korban Kebakaran Rumah di Banjar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musibah kebakaran rumah Banjar kembali mengingatkan masyarakat bahwa ancaman korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran hunian. Kali ini, sebuah rumah di kawasan Perum Doboku Ligar, Blok C15, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, hangus dilalap api pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Beruntung, seorang pelajar SMP yang […]

  • kabel listrik terkelupas

    Kabel Listrik Terkelupas, PLN Ciamis Bergerak Cegah Bahaya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabel listrik terkelupas di kawasan Kedung Panjang RT 02/RW 02, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, langsung mendapat penanganan cepat dari PLN Ciamis setelah laporan warga diterima. Respons tersebut menjadi langkah awal untuk mengamankan jaringan listrik rusak sekaligus mencegah potensi bahaya bagi masyarakat yang melintas maupun warga sekitar. Kejadian ini menunjukkan bahwa kolaborasi […]

expand_less