Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHPernahkah Anda membaca Al-Qur’an lalu berhenti beberapa detik karena menemukan ayat yang terasa sulit dipahami?

Mungkin itu terjadi saat melihat rangkaian huruf seperti Alif Lam Mim. Atau ketika membaca ayat tentang Arsy, surga, neraka, dan berbagai perkara gaib lainnya.

Sebagian orang melanjutkan bacaan begitu saja. Sebagian lagi membuka kitab tafsir. Ada juga yang bertanya kepada guru ngaji setelah pengajian selesai.

Pertanyaan itu sebenarnya bukan hal baru.

Ratusan tahun lalu, para ulama juga membahas persoalan yang sama. Mengapa dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang maknanya tidak langsung mudah dipahami?

Jawabannya berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai ayat mutasyabih.

Di sebuah musala kampung selepas Magrib, misalnya, suasana sering terlihat sederhana. Lampu LED putih menggantung di langit-langit. Beberapa mushaf terbuka di atas karpet hijau yang mulai memudar warnanya. Suara kipas angin berputar pelan di sudut ruangan. Di tengah suasana itu, tidak jarang seorang santri muda mengangkat tangan dan bertanya, “Ustaz, Alif Lam Mim itu artinya apa?”

Pertanyaan sederhana. Tetapi jawabannya ternyata sangat panjang.

Apa Itu Ayat Mutasyabih?

Secara bahasa, mutasyabih berarti sesuatu yang memiliki kemiripan atau belum tampak jelas perbedaannya.

Dalam ilmu tafsir, ayat mutasyabih adalah ayat Al-Qur’an yang maknanya tidak langsung dapat dipahami secara pasti oleh semua orang. Karena itu, pemahamannya membutuhkan penjelasan dari ayat lain, hadis Nabi, maupun keterangan para ulama.

Allah SWT berfirman:

“Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain mutasyabihat…”
(QS Ali Imran: 7)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an memang terdiri dari ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat.

Keduanya bukan untuk dipertentangkan.

Sebaliknya, keduanya saling melengkapi.

Ayat yang Membuat Banyak Orang Penasaran

Ketika seseorang pertama kali belajar tafsir, biasanya ia akan menemukan beberapa contoh ayat mutasyabih yang cukup terkenal.

Di antaranya huruf-huruf pembuka surah:

  • Alif Lam Mim (الم)
  • Ha Mim (حم)
  • Qaf (ق)

Hingga hari ini, para ulama memiliki berbagai penjelasan mengenai huruf-huruf tersebut. Namun banyak ulama berpendapat bahwa hakikat makna sebenarnya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Selain itu terdapat ayat tentang sifat-sifat Allah.

Misalnya firman Allah:

“Ar-Rahman beristiwa di atas Arsy.”
(QS Taha: 5)

Ayat seperti ini menjadi pembahasan penting dalam ilmu aqidah. Para ulama sepakat mengimaninya, tetapi mereka juga berhati-hati agar tidak menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.

Di sinilah letak pentingnya ilmu.

Sebab tidak semua ayat bisa dipahami hanya dengan membaca terjemahan.

Mengapa Allah Menurunkan Ayat Mutasyabih?

Pertanyaan ini sering muncul.

Bahkan terkadang muncul di grup WhatsApp keluarga setelah ada potongan ceramah atau video kajian yang beredar. Seseorang bertanya. Yang lain mencoba menjawab. Lalu diskusi kecil pun berlangsung.

Menariknya, para ulama telah menjelaskan beberapa hikmah besar di balik keberadaan ayat mutasyabih.

Pertama, sebagai ujian keimanan.

Apakah manusia mau mencari ilmu dengan rendah hati atau justru memaksakan tafsir sesuai hawa nafsunya.

Kedua, untuk mendorong manusia berpikir dan belajar.

Karena itulah lahir berbagai disiplin ilmu Islam, mulai dari tafsir, ushul fikih, hingga ilmu bahasa Arab.

Ketiga, untuk mengingatkan bahwa ilmu manusia memiliki batas.

Allah SWT berfirman:

“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”
(QS Al-Isra: 85)

Ayat ini terasa sederhana. Namun maknanya sangat dalam.

Semakin banyak seseorang belajar, sering kali ia justru semakin sadar betapa luas ilmu Allah.

Aneh memang.

Tetapi begitulah kenyataannya.

Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Para ulama Ahlus Sunnah memberikan pedoman yang cukup jelas.

Pertama, mengimani seluruh ayat Al-Qur’an.

Kedua, memahami ayat mutasyabih dengan merujuk kepada ayat-ayat yang muhkam.

Ketiga, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa dasar ilmu yang kuat.

Imam Malik rahimahullah pernah memberikan jawaban terkenal ketika ditanya mengenai makna istiwa.

Beliau menjelaskan bahwa makna istiwa diketahui secara bahasa, tetapi hakikatnya tidak diketahui. Mengimaninya wajib, sedangkan memperdebatkan hakikat yang tidak dijelaskan wahyu bukanlah jalan yang bermanfaat.

Sikap seperti ini menunjukkan keseimbangan antara akal dan keimanan.

Tidak berlebihan.

Tidak pula meremehkan ilmu.

Pelajaran yang Relevan untuk Kehidupan Sehari-hari

Ayat mutasyabih ternyata tidak hanya mengajarkan ilmu tafsir.

Ada pelajaran hidup di dalamnya.

Di ruang pengajian yang sederhana, di antara suara sandal yang bergesekan saat jamaah pulang, atau ketika seorang ayah membaca mushaf selepas Subuh sambil menyeruput kopi hangat yang mulai dingin, ada satu pelajaran yang sering muncul: manusia tidak harus mengetahui segalanya.

Tidak semua pertanyaan memiliki jawaban instan.

Tidak semua misteri langsung terbuka.

Kadang seseorang perlu belajar lebih lama. Membaca lebih banyak. Bertanya kepada ahlinya.

Lalu menerima bahwa ada batas yang tidak bisa dilampaui oleh akal manusia.

Justru di situlah letak keindahannya.

Karena ayat mutasyabih mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungi sepanjang hidup.

Semakin dalam seseorang menyelami ayat mutasyabih, semakin ia menyadari satu kenyataan yang menenangkan: tidak semua yang belum dipahami harus ditolak. Sebab terkadang, kebesaran Allah justru tampak paling jelas pada hal-hal yang belum sepenuhnya mampu dijangkau oleh akal manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib vs PSM

    Persib Selangkah Lagi Juara, Tapi Dua Pilar Inti Justru Absen

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib Bandung datang ke markas PSM Makassar dengan satu beban besar di pundak mereka: menjaga peluang juara tetap hidup. Situasinya terlihat sederhana di klasemen. Persib berada di puncak dengan 75 poin dan terus menempel ketat rival di papan atas. Namun suasana akhir musim selalu punya cerita lain. Kadang yang membuat tegang […]

  • Wisata Pangandaran Lebaran

    Pangandaran Meledak! Ini Destinasi Teramai di Jabar Saat Lebaran

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 290
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wisata Pangandaran Lebaran menjadi sorotan utama tahun ini. Lonjakan wisata Pangandaran saat Lebaran bahkan menjadikannya salah satu destinasi paling ramai di Jawa Barat. Selain itu, tren destinasi wisata Jabar Lebaran juga menunjukkan perubahan signifikan, terutama dengan munculnya ikon baru yang langsung melejit. Berdasarkan data dari GoodStats Jabar, Pantai Pangandaran mencatat 155.284 […]

  • Pesantren Ndolo Kusumo

    Pesantren Ndolo Kusumo Disetop Sementara, Publik Soroti Keamanan Santri

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan kekerasan seksual di pesantren kembali mengguncang dunia pendidikan keagamaan di Indonesia. Kali ini, sorotan tertuju pada Pesantren Ndolo Kusumo di Kediri, Jawa Timur, setelah Kementerian Agama mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara penerimaan santri baru. Keputusan tersebut langsung memicu perhatian publik karena dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak […]

  • Peluncuran aplikasi Asisten Desa Garut oleh FKRWG di Gedung Pemuda Tarogong Kidul disambut antusias pengurus RW dan pemerintah daerah.

    Asisten Desa Diluncurkan, Pelayanan Warga Garut Masuk Babak Baru

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat transformasi digital mulai terasa hingga tingkat Rukun Warga di Kabupaten Garut. Melalui momentum Milangkala ke-1 Forum Komunikasi Rukun Warga Garut (FKRWG), inovasi bertajuk Asisten Desa Garut atau Asdes resmi diperkenalkan sebagai sistem pelayanan publik berbasis internet yang dirancang untuk mempermudah kebutuhan masyarakat. Peluncuran aplikasi pelayanan digital itu berlangsung di Gedung […]

  • Universitas Insan Cita

    KAHMI Ciamis Mimpi Besar Bangun Universitas Insan Cita

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Universitas Insan Cita menjadi gagasan besar yang mencuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ciamis. Di tengah agenda pergantian kepengurusan organisasi, para alumni justru membicarakan sesuatu yang jauh melampaui urusan internal, yakni membangun perguruan tinggi yang dapat menjadi pusat pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia di […]

  • Muktamar NU 2026

    Muktamar NU 2026: Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan NU Jangan Kehilangan Arah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. KH Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa organisasi tidak boleh kehilangan arah perjuangan di tengah dinamika regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, kekuatan NU tidak hanya terletak pada besarnya organisasi, tetapi juga pada kesetiaan terhadap nilai, metode, dan gerakan yang diwariskan para pendiri. […]

expand_less