Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHPernahkah Anda membaca Al-Qur’an lalu berhenti beberapa detik karena menemukan ayat yang terasa sulit dipahami?

Mungkin itu terjadi saat melihat rangkaian huruf seperti Alif Lam Mim. Atau ketika membaca ayat tentang Arsy, surga, neraka, dan berbagai perkara gaib lainnya.

Sebagian orang melanjutkan bacaan begitu saja. Sebagian lagi membuka kitab tafsir. Ada juga yang bertanya kepada guru ngaji setelah pengajian selesai.

Pertanyaan itu sebenarnya bukan hal baru.

Ratusan tahun lalu, para ulama juga membahas persoalan yang sama. Mengapa dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang maknanya tidak langsung mudah dipahami?

Jawabannya berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai ayat mutasyabih.

Di sebuah musala kampung selepas Magrib, misalnya, suasana sering terlihat sederhana. Lampu LED putih menggantung di langit-langit. Beberapa mushaf terbuka di atas karpet hijau yang mulai memudar warnanya. Suara kipas angin berputar pelan di sudut ruangan. Di tengah suasana itu, tidak jarang seorang santri muda mengangkat tangan dan bertanya, “Ustaz, Alif Lam Mim itu artinya apa?”

Pertanyaan sederhana. Tetapi jawabannya ternyata sangat panjang.

Apa Itu Ayat Mutasyabih?

Secara bahasa, mutasyabih berarti sesuatu yang memiliki kemiripan atau belum tampak jelas perbedaannya.

Dalam ilmu tafsir, ayat mutasyabih adalah ayat Al-Qur’an yang maknanya tidak langsung dapat dipahami secara pasti oleh semua orang. Karena itu, pemahamannya membutuhkan penjelasan dari ayat lain, hadis Nabi, maupun keterangan para ulama.

Allah SWT berfirman:

“Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain mutasyabihat…”
(QS Ali Imran: 7)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an memang terdiri dari ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat.

Keduanya bukan untuk dipertentangkan.

Sebaliknya, keduanya saling melengkapi.

Ayat yang Membuat Banyak Orang Penasaran

Ketika seseorang pertama kali belajar tafsir, biasanya ia akan menemukan beberapa contoh ayat mutasyabih yang cukup terkenal.

Di antaranya huruf-huruf pembuka surah:

  • Alif Lam Mim (الم)
  • Ha Mim (حم)
  • Qaf (ق)

Hingga hari ini, para ulama memiliki berbagai penjelasan mengenai huruf-huruf tersebut. Namun banyak ulama berpendapat bahwa hakikat makna sebenarnya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Selain itu terdapat ayat tentang sifat-sifat Allah.

Misalnya firman Allah:

“Ar-Rahman beristiwa di atas Arsy.”
(QS Taha: 5)

Ayat seperti ini menjadi pembahasan penting dalam ilmu aqidah. Para ulama sepakat mengimaninya, tetapi mereka juga berhati-hati agar tidak menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.

Di sinilah letak pentingnya ilmu.

Sebab tidak semua ayat bisa dipahami hanya dengan membaca terjemahan.

Mengapa Allah Menurunkan Ayat Mutasyabih?

Pertanyaan ini sering muncul.

Bahkan terkadang muncul di grup WhatsApp keluarga setelah ada potongan ceramah atau video kajian yang beredar. Seseorang bertanya. Yang lain mencoba menjawab. Lalu diskusi kecil pun berlangsung.

Menariknya, para ulama telah menjelaskan beberapa hikmah besar di balik keberadaan ayat mutasyabih.

Pertama, sebagai ujian keimanan.

Apakah manusia mau mencari ilmu dengan rendah hati atau justru memaksakan tafsir sesuai hawa nafsunya.

Kedua, untuk mendorong manusia berpikir dan belajar.

Karena itulah lahir berbagai disiplin ilmu Islam, mulai dari tafsir, ushul fikih, hingga ilmu bahasa Arab.

Ketiga, untuk mengingatkan bahwa ilmu manusia memiliki batas.

Allah SWT berfirman:

“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”
(QS Al-Isra: 85)

Ayat ini terasa sederhana. Namun maknanya sangat dalam.

Semakin banyak seseorang belajar, sering kali ia justru semakin sadar betapa luas ilmu Allah.

Aneh memang.

Tetapi begitulah kenyataannya.

Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Para ulama Ahlus Sunnah memberikan pedoman yang cukup jelas.

Pertama, mengimani seluruh ayat Al-Qur’an.

Kedua, memahami ayat mutasyabih dengan merujuk kepada ayat-ayat yang muhkam.

Ketiga, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa dasar ilmu yang kuat.

Imam Malik rahimahullah pernah memberikan jawaban terkenal ketika ditanya mengenai makna istiwa.

Beliau menjelaskan bahwa makna istiwa diketahui secara bahasa, tetapi hakikatnya tidak diketahui. Mengimaninya wajib, sedangkan memperdebatkan hakikat yang tidak dijelaskan wahyu bukanlah jalan yang bermanfaat.

Sikap seperti ini menunjukkan keseimbangan antara akal dan keimanan.

Tidak berlebihan.

Tidak pula meremehkan ilmu.

Pelajaran yang Relevan untuk Kehidupan Sehari-hari

Ayat mutasyabih ternyata tidak hanya mengajarkan ilmu tafsir.

Ada pelajaran hidup di dalamnya.

Di ruang pengajian yang sederhana, di antara suara sandal yang bergesekan saat jamaah pulang, atau ketika seorang ayah membaca mushaf selepas Subuh sambil menyeruput kopi hangat yang mulai dingin, ada satu pelajaran yang sering muncul: manusia tidak harus mengetahui segalanya.

Tidak semua pertanyaan memiliki jawaban instan.

Tidak semua misteri langsung terbuka.

Kadang seseorang perlu belajar lebih lama. Membaca lebih banyak. Bertanya kepada ahlinya.

Lalu menerima bahwa ada batas yang tidak bisa dilampaui oleh akal manusia.

Justru di situlah letak keindahannya.

Karena ayat mutasyabih mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungi sepanjang hidup.

Semakin dalam seseorang menyelami ayat mutasyabih, semakin ia menyadari satu kenyataan yang menenangkan: tidak semua yang belum dipahami harus ditolak. Sebab terkadang, kebesaran Allah justru tampak paling jelas pada hal-hal yang belum sepenuhnya mampu dijangkau oleh akal manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sentralisasi digital Tasikmalaya

    Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi mengubah pola kerja perangkat daerah. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025, seluruh organisasi perangkat daerah diwajibkan mengikuti sistem sentralisasi pengelolaan digital dan layanan pendukung pemerintahan mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada pengelolaan anggaran, teknologi informasi, hingga kerja sama media. Surat edaran […]

  • pemotongan bansos PKH

    Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan diselidiki. Pendamping diperiksa setelah warga melapor soal dana tak utuh diterima. albadarpost.com, HUMANIORA – Rabu, 12 November 2025, publik Pamekasan dihebohkan oleh dugaan pemotongan bansos PKH di Kecamatan Tlanakan, Jawa Timur. Seorang warga bernama Jumaati mengaku hanya menerima Rp1,2 juta dari total bantuan yang seharusnya Rp2,05 juta. Kasus […]

  • Wisatawan Malaysia Terbanyak

    Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Wisatawan Malaysia Terbanyak datang ke Indonesia sepanjang 2025, dominasi kunjungan ke Jakarta dan Bandung. albadarpost.com, HUMANIORA – Arus Wisatawan Malaysia Terbanyak kembali menegaskan dominasi turis negeri jiran dalam daftar kunjungan mancanegara ke Indonesia. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir seperlima wisatawan asing yang masuk pada September 2025 berasal dari Malaysia, memperlihatkan ketergantungan kuat […]

  • WFH ASN Jabar

    WFH ASN Jabar Berlaku 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar tetapkan WFH ASN setiap Kamis mulai 2026 lewat surat edaran dengan pengecualian layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan kebijakan kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui skema work from home (WFH) setiap hari Kamis mulai tahun 2026. Kebijakan ini menegaskan upaya penataan birokrasi dengan pengaturan operasional yang […]

  • Ilustrasi penjual melakukan jual beli live streaming melalui ponsel dengan menampilkan produk secara langsung kepada pembeli.

    Bolehkah Jual Beli Live Streaming? Ini Hukumnya

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jual beli live streaming kini menjadi tren dalam transaksi digital. Banyak pelaku usaha memanfaatkan siaran langsung untuk menawarkan produk secara real time. Namun, muncul pertanyaan: apakah jualan secara streaming atau transaksi online melalui siaran langsung diperbolehkan dalam Islam? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami prinsip dasar muamalah, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta […]

  • Hijab Allah

    Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ “Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu?” Kalimat-kalimat dalam Al-Hikam Ibnu Athaillah tentang Hijab Allah terasa seperti tamparan yang halus, tetapi menghunjam. Frasa Hijab Allah, tertutupnya hati dari Allah, atau terhalangnya ma’rifat kepada-Nya bukan berbicara tentang Allah […]

expand_less