Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Setiap Jumat pagi, Surah Al-Kahfi dibaca di banyak masjid. Ada jamaah yang membukanya dari mushaf dengan sampul yang mulai pudar karena sering disentuh. Ada pula yang membacanya dari layar ponsel sambil menunggu khatib naik mimbar.

Ayat demi ayat dilantunkan.

Lalu berlalu.

Padahal di antara ayat-ayat itu terdapat satu kisah yang sangat dekat dengan kehidupan manusia modern: kisah perahu Nabi Khidir dalam QS Al-Kahfi ayat 79.

Kisah ini bukan hanya tentang sebuah perahu yang dilubangi.

Ia berbicara tentang kegagalan, kehilangan, penolakan, dan rencana hidup yang tiba-tiba berubah arah.

Tentang sesuatu yang terasa menyakitkan hari ini, tetapi mungkin justru menyelamatkan kita di masa depan.

Ketika Nabi Musa Tidak Mengerti

Dalam perjalanan bersama Nabi Khidir, Nabi Musa menyaksikan sesuatu yang sulit diterima akal.

Sebuah perahu milik nelayan miskin yang telah membantu mereka justru dilubangi.

Kalau melihat dari sudut pandang manusia biasa, tindakan itu tampak tidak masuk akal.

Mengapa merusak milik orang yang sudah berbuat baik?

Mengapa menambah beban hidup mereka?

Nabi Musa pun mempertanyakan hal tersebut.

Namun setelah itu Nabi Khidir menjelaskan alasan sebenarnya.

Allah berfirman:

“Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Aku bermaksud merusakkannya karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas setiap perahu yang baik.”

(QS Al-Kahfi: 79)

Ternyata lubang kecil itu bukan bentuk kezaliman.

Lubang itu adalah perlindungan.

Perahu yang tampak rusak tidak menarik perhatian sang raja. Akibatnya, pemilik perahu tetap memiliki sumber penghidupan mereka.

Kerusakannya kecil.

Penyelamatannya besar.

Kita Sering Hanya Melihat Lubangnya

Masalahnya, manusia hampir selalu fokus pada apa yang hilang.

Jarang melihat apa yang sedang diselamatkan.

Ada orang yang sudah mengikuti beberapa kali wawancara kerja. Semua berjalan lancar. Bahkan ia merasa sangat yakin akan diterima.

Namun pengumuman itu tidak pernah datang.

Ada pula yang sudah menentukan tanggal pernikahan. Keluarga sudah bertemu. Sebagian perlengkapan bahkan sudah dibeli. Lalu hubungan itu berakhir begitu saja.

Sebentar.

Mendadak.

Menyakitkan.

Di media sosial, tidak sedikit orang yang beberapa tahun kemudian menulis cerita serupa. Menariknya, banyak dari mereka baru memahami hikmahnya setelah waktu berlalu cukup lama.

Ada yang bersyukur tidak jadi menikah karena kemudian mengetahui sifat pasangan yang selama ini tersembunyi.

Ada yang gagal diterima bekerja di suatu tempat, lalu menemukan pekerjaan lain yang jauh lebih baik.

Dan ada yang kehilangan modal usaha, tetapi terhindar dari risiko yang bisa membuat seluruh keluarganya terjerat utang.

Saat kejadian itu berlangsung, mereka hanya melihat lubangnya.

Mereka belum melihat rajanya.

Allah Melihat Hal yang Tidak Kita Ketahui

Kisah Nabi Khidir mengajarkan satu hal yang sering dilupakan manusia: pandangan kita sangat terbatas.

Kita hanya melihat hari ini.

Allah melihat tahun depan.

Kita hanya melihat satu pintu yang tertutup.

Allah mengetahui apa yang berada di belakang pintu itu.

Karena itulah Allah berfirman:

“… boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

(QS Al-Baqarah: 216)

Ayat ini tidak mengajarkan manusia untuk pasrah tanpa usaha.

Sebaliknya, ayat ini mengajarkan kerendahan hati.

Bahwa tidak semua hal yang kita inginkan benar-benar baik untuk kita.

Dan tidak semua hal yang membuat kita menangis adalah keburukan.

Anehnya, manusia sering meminta penjelasan ketika kehilangan sesuatu.

Namun saat memperoleh sesuatu yang diinginkan, jarang sekali bertanya mengapa Allah memberikannya.

Takdir Belum Sampai di Halaman Terakhir

Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan.

Baru satu bab.

Sudah merasa tahu seluruh cerita.

Padahal tidak.

Ketika perahu itu dilubangi, pemiliknya tentu tidak langsung mengetahui adanya raja yang akan merampas kapal-kapal bagus.

Mereka hanya melihat kerusakan di depan mata.

Begitu pula kita.

Saat kehilangan pekerjaan, kita melihat kecemasan.

Saat kehilangan uang, kita melihat kerugian.

Dan saat kehilangan seseorang yang dicintai, kita melihat kesedihan.

Dan itu manusiawi.

Sangat manusiawi.

Namun seorang mukmin diajarkan untuk percaya bahwa Allah tidak pernah menetapkan sesuatu tanpa hikmah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka itu baik baginya.”

(HR Muslim)

Hadis ini bukan berarti hidup selalu mudah.

Bukan.

Tetapi seorang mukmin percaya bahwa Allah selalu bekerja melalui cara-cara yang kadang belum bisa dipahami saat ini.

Mungkin Anda Sedang Mengalami Perahu yang Berlubang

Mungkin saat ini ada doa yang belum terkabul.

Dan mungkin ada usaha yang belum berhasil.

Serta mungkin ada harapan yang belum sampai.

Atau mungkin ada sesuatu yang baru saja hilang dari hidup Anda.

Tidak ada yang benar-benar bisa menjelaskan rasa kecewa ketika harapan runtuh.

Sebagian orang pernah mengalaminya.

Sebagian mungkin sedang mengalaminya sekarang.

Namun kisah Nabi Khidir mengingatkan bahwa takdir tidak berhenti pada satu peristiwa.

Masih ada halaman berikutnya.

Masih ada cerita yang belum dibuka.

Dan bisa jadi, apa yang hari ini Anda anggap sebagai kehilangan hanyalah “lubang kecil” yang Allah buat agar hidup Anda tidak tenggelam oleh musibah yang jauh lebih besar.

Suatu hari nanti, ketika waktu membuka tabir yang hari ini masih tertutup, mungkin Anda akan menoleh ke belakang lalu berkata: “Ya Allah, sekarang aku mengerti. Ternyata yang dulu membuatku menangis bukanlah hukuman-Mu. Itu adalah cara-Mu menyelamatkanku.” (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi vape dengan indikasi kandungan narkoba yang berbahaya bagi kesehatan dan masyarakat

    Bahaya Vape Terungkap: Bukan Sekadar Rokok Elektrik!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA NASIONAL – Fenomena vape narkoba kini mulai mengkhawatirkan. Tidak hanya sekadar rokok elektrik, vape atau rokok elektronik diduga menjadi media baru penyalahgunaan zat terlarang. Isu ini langsung menarik perhatian publik karena berkaitan dengan meningkatnya penggunaan vape di kalangan anak muda. Selain itu, dugaan adanya zat psikoaktif dalam liquid vape memperkuat kekhawatiran bahwa tren […]

  • sampah Tahun Baru Bandung

    DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    DLH Bandung mencatat 63 ton sampah malam Tahun Baru 2026, didominasi plastik, dengan kesadaran warga mulai meningkat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung kembali menyisakan persoalan klasik perkotaan: sampah. Namun, di tengah lonjakan aktivitas warga dan wisatawan di sejumlah titik favorit kota, volume sampah yang dihasilkan tercatat relatif stabil, […]

  • Polisi mengamankan sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya yang memeras pedagang rokok dengan modus penyergapan dan atribut palsu.

    Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya menggemparkan publik setelah Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar aksi pemerasan yang menyasar pedagang rokok di Jalan Raya Mangkubumi. Kelompok ini tidak hanya melakukan penipuan, tetapi juga mengatasnamakan aparat resmi dengan modus yang terstruktur dan berlapis. Dalam kasus ini, istilah bea cukai palsu Tasikmalaya dan penyergapan pedagang […]

  • ilustrasi membaca Al-Qur’an tentang rezeki

    Tafsir Ayat Rezeki yang Menenangkan Hati, Tapi Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir ayat rezeki dalam Al-Qur’an sering memberi ketenangan bagi siapa saja yang merasa khawatir tentang masa depan. Banyak ayat tentang rezeki sebenarnya mengandung pesan mendalam yang jarang dibahas secara luas. Padahal, melalui ayat Al-Qur’an tentang rezeki, Allah memberikan jaminan bahwa setiap makhluk telah memiliki bagian rezekinya. Ketika seseorang memahami makna ayat-ayat tersebut, […]

  • Kepala BGN Dicopot

    Dadan, Kepala BGN Dicopot, Apa Dampaknya bagi Program MBG?

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak menjadi perhatian publik. Setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana, berbagai pertanyaan langsung bermunculan. Kepala BGN dicopot, pergantian pimpinan BGN, hingga nasib Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat sejak Selasa malam, 2 Juni 2026. Pemerintah mengumumkan […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

expand_less