Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nalbadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah derasnya arus media sosial, tren viral, dan budaya global yang datang tanpa batas, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang akan menjaga identitas budaya Sunda di masa depan?

Jawaban itu setidaknya terlihat dalam Kreafest Digital Garut Festival 4.0, sebuah festival budaya digital yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan nilai-nilai tradisi Sunda. Melalui pendekatan inovatif, budaya Sunda digital tidak lagi diposisikan sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai identitas yang tetap relevan di era teknologi.

Festival yang digelar Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Garut (Uniga) di Ciplaz Garut, Kamis (4/6/2026), menghadirkan ruang kolaborasi yang memadukan budaya, teknologi, kreativitas, dan semangat generasi muda.

Di salah satu sudut area kegiatan, peserta tampak sibuk menyiapkan penampilan tari. Beberapa mahasiswa terlihat memegang telepon genggam sambil memeriksa materi presentasi. Di sisi lain, suara musik tradisional sesekali terdengar bersahutan dengan notifikasi ponsel yang terus berbunyi.

Pemandangan yang mungkin dulu dianggap bertolak belakang.

Kini justru berjalan berdampingan.

Ketika Budaya Sunda Bertemu Dunia Digital

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Mia Herlina, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Program Studi Bisnis Digital Uniga yang selama empat tahun berturut-turut menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan konvensional. Sebaliknya, budaya harus mampu hadir di ruang yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda, termasuk dunia digital.

“Saya sampaikan apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya kepada Program Studi Bisnis Digital Universitas Garut yang secara konsisten menghadirkan ruang kreatif dan inovatif bagi generasi muda dalam upaya pelestarian budaya Sunda melalui pendekatan digital,” ujarnya.

Mia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu. Kebudayaan merupakan identitas, karakter, sekaligus kekuatan bangsa yang perlu terus berkembang mengikuti zaman.

Karena itu, pendekatan digital menjadi salah satu strategi penting agar budaya tetap dekat dengan generasi muda.

Gen Z Tidak Hanya Menonton, Tetapi Menjadi Pelaku

Salah satu hal menarik dari Kreafest 4.0 adalah pergeseran peran anak muda.

Mereka tidak hanya menjadi penonton.

Mereka menjadi kreator.

Dan mereka menjadi penggerak.

Serta mereka menjadi jembatan yang menghubungkan budaya lokal dengan dunia digital.

Hal tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan yang digelar selama festival, mulai dari talkshow bertema “Gen Z, Konten, dan Identitas Lokal Sunda”, lomba tari tradisional modern, hingga lomba pidato Sunda.

Di sela kegiatan, beberapa peserta terlihat berdiskusi mengenai cara membuat konten budaya yang menarik untuk media sosial. Ada yang membahas algoritma TikTok. Ada yang berbicara soal storytelling budaya. Sebagian lainnya mencoba menggabungkan unsur tradisional dengan tren visual yang sedang populer.

Fragmen-fragmen kecil seperti itu menunjukkan perubahan yang sedang terjadi.

Budaya tidak lagi hanya dipelajari.

Budaya kini juga diproduksi, dikemas, dan disebarluaskan oleh generasi muda.

Uniga Ingin Budaya Tetap Menjadi Identitas

Wakil Rektor III Universitas Garut, Iman Saifullah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata kampus dalam menjaga nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat.

Ia berharap mahasiswa, khususnya dari Program Studi Bisnis Digital, mampu menjadi agen perubahan yang tidak melupakan akar budayanya meskipun hidup di era yang serba digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari identitas lokal. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan budaya kepada khalayak yang lebih luas.

Pesan itu terasa relevan.

Sebab banyak budaya lokal yang menghadapi tantangan besar di era digital.

Bukan karena kehilangan nilai.

Melainkan karena kehilangan ruang untuk tampil.

Dari Garut untuk Masa Depan Budaya Indonesia

Kreafest Digital Garut Festival 4.0 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu berlangsung di museum atau ruang akademik.

Budaya bisa hadir di panggung kreatif.

Budaya bisa hidup di media sosial.

Dan budaya bahkan bisa berkembang melalui karya digital yang dibuat generasi muda.

Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri kreatif menjadi sangat penting untuk memastikan budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Di tengah festival, tepuk tangan peserta beberapa kali memenuhi ruangan. Di layar digital, berbagai karya mahasiswa ditampilkan bergantian. Sementara itu, para pengunjung terus berdatangan hingga acara berlangsung semakin ramai.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya festival kampus biasa.

Namun bagi yang melihat lebih dekat, ada sesuatu yang sedang tumbuh.

Harapan bahwa budaya Sunda tidak hanya bertahan.

Tetapi juga berkembang.

Jika generasi muda mampu menjadikan budaya sebagai konten dan identitas sebagai kebanggaan, maka masa depan Sunda tidak akan hilang ditelan zaman—ia justru akan menemukan panggung yang lebih besar di dunia digital. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Al-Fatihah

    Fakta Surat Al-Fatihah yang Jarang Diketahui, Padahal Dibaca Setiap Hari

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak masjid, suara Al-Fatihah menjadi bacaan pertama yang terdengar saat imam memulai salat. Anak-anak yang baru belajar mengaji biasanya juga menghafalnya lebih dulu sebelum mengenal surat-surat lain yang lebih panjang. Di sebagian rumah, Al-Fatihah bahkan menjadi surat pertama yang diajarkan orang tua kepada anak-anak mereka. Kadang mereka belum lancar mengenali seluruh […]

  • Truk Masuk Jurang Ciamis

    Truk Jagung Masuk Jurang di Kawali Ciamis

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Truk masuk jurang Ciamis terjadi di ruas Jalan Panawangan-Kawali, tepatnya di Desa Purwasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Insiden kecelakaan truk Ciamis yang melibatkan truk bermuatan jagung itu sempat mengundang perhatian warga karena kendaraan terjun ke jurang di sisi jalan. Beruntung, sopir berhasil selamat dalam kecelakaan tersebut. Meski […]

  • Jadwal pertandingan Liga 4 Nasional 2026 Putaran Nasional Babak 64 Besar untuk tim wakil Jawa Barat

    Persikotas, Persigar hingga Persika 1951 Siap Berburu Tiket Lolos Liga 4 Nasional

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Atmosfer sepak bola Jawa Barat kembali memanas. Enam tim terbaik asal Jawa Barat dipastikan tampil pada Liga 4 Nasional 2026 dalam Putaran Nasional Babak 64 Besar Piala Presiden 2025/2026. Mereka membawa harapan besar dari daerah masing-masing dan siap bersaing menghadapi klub-klub dari berbagai provinsi di Indonesia. Nama-nama seperti Persikotas Tasikmalaya, Persigar […]

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

  • Bupati Tasikmalaya memberikan arahan kepada PNS baru tentang nilai BerAKHLAK ASN dalam pelantikan resmi.

    36 PNS Baru Dilantik, Ini Pesan Tegas Bupati Soal BerAKHLAK

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nilai BerAKHLAK ASN kembali ditegaskan sebagai fondasi utama birokrasi modern. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, langsung menyampaikan tujuh core values tersebut usai melantik 36 pegawai negeri sipil (PNS) baru, Senin (4/5/2026). Dalam arahannya, ia tidak sekadar meminta nilai BerAKHLAK ASN dihafal. Sebaliknya, ia menekankan agar prinsip tersebut menjadi kompas kerja di […]

  • ASN Pemkot Tasikmalaya

    ASN Pemkot Tasikmalaya Diduga Tipu Investasi Rp5 Miliar, Viman: Kenapa Harus Dilindungi?

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus ASN Pemkot Tasikmalaya yang diduga terlibat penipuan investasi Rp5 miliar mulai memicu perhatian publik. Dugaan kasus investasi proyek alat kesehatan tersebut bukan hanya menyeret aparatur sipil negara berinisial AG, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai integritas birokrasi. Di tengah sorotan itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi memilih mengambil sikap tegas dengan […]

expand_less