Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nalbadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah derasnya arus media sosial, tren viral, dan budaya global yang datang tanpa batas, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang akan menjaga identitas budaya Sunda di masa depan?

Jawaban itu setidaknya terlihat dalam Kreafest Digital Garut Festival 4.0, sebuah festival budaya digital yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan nilai-nilai tradisi Sunda. Melalui pendekatan inovatif, budaya Sunda digital tidak lagi diposisikan sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai identitas yang tetap relevan di era teknologi.

Festival yang digelar Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Garut (Uniga) di Ciplaz Garut, Kamis (4/6/2026), menghadirkan ruang kolaborasi yang memadukan budaya, teknologi, kreativitas, dan semangat generasi muda.

Di salah satu sudut area kegiatan, peserta tampak sibuk menyiapkan penampilan tari. Beberapa mahasiswa terlihat memegang telepon genggam sambil memeriksa materi presentasi. Di sisi lain, suara musik tradisional sesekali terdengar bersahutan dengan notifikasi ponsel yang terus berbunyi.

Pemandangan yang mungkin dulu dianggap bertolak belakang.

Kini justru berjalan berdampingan.

Ketika Budaya Sunda Bertemu Dunia Digital

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Mia Herlina, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Program Studi Bisnis Digital Uniga yang selama empat tahun berturut-turut menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan konvensional. Sebaliknya, budaya harus mampu hadir di ruang yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda, termasuk dunia digital.

“Saya sampaikan apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya kepada Program Studi Bisnis Digital Universitas Garut yang secara konsisten menghadirkan ruang kreatif dan inovatif bagi generasi muda dalam upaya pelestarian budaya Sunda melalui pendekatan digital,” ujarnya.

Mia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu. Kebudayaan merupakan identitas, karakter, sekaligus kekuatan bangsa yang perlu terus berkembang mengikuti zaman.

Karena itu, pendekatan digital menjadi salah satu strategi penting agar budaya tetap dekat dengan generasi muda.

Gen Z Tidak Hanya Menonton, Tetapi Menjadi Pelaku

Salah satu hal menarik dari Kreafest 4.0 adalah pergeseran peran anak muda.

Mereka tidak hanya menjadi penonton.

Mereka menjadi kreator.

Dan mereka menjadi penggerak.

Serta mereka menjadi jembatan yang menghubungkan budaya lokal dengan dunia digital.

Hal tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan yang digelar selama festival, mulai dari talkshow bertema “Gen Z, Konten, dan Identitas Lokal Sunda”, lomba tari tradisional modern, hingga lomba pidato Sunda.

Di sela kegiatan, beberapa peserta terlihat berdiskusi mengenai cara membuat konten budaya yang menarik untuk media sosial. Ada yang membahas algoritma TikTok. Ada yang berbicara soal storytelling budaya. Sebagian lainnya mencoba menggabungkan unsur tradisional dengan tren visual yang sedang populer.

Fragmen-fragmen kecil seperti itu menunjukkan perubahan yang sedang terjadi.

Budaya tidak lagi hanya dipelajari.

Budaya kini juga diproduksi, dikemas, dan disebarluaskan oleh generasi muda.

Uniga Ingin Budaya Tetap Menjadi Identitas

Wakil Rektor III Universitas Garut, Iman Saifullah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata kampus dalam menjaga nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat.

Ia berharap mahasiswa, khususnya dari Program Studi Bisnis Digital, mampu menjadi agen perubahan yang tidak melupakan akar budayanya meskipun hidup di era yang serba digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari identitas lokal. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan budaya kepada khalayak yang lebih luas.

Pesan itu terasa relevan.

Sebab banyak budaya lokal yang menghadapi tantangan besar di era digital.

Bukan karena kehilangan nilai.

Melainkan karena kehilangan ruang untuk tampil.

Dari Garut untuk Masa Depan Budaya Indonesia

Kreafest Digital Garut Festival 4.0 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu berlangsung di museum atau ruang akademik.

Budaya bisa hadir di panggung kreatif.

Budaya bisa hidup di media sosial.

Dan budaya bahkan bisa berkembang melalui karya digital yang dibuat generasi muda.

Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri kreatif menjadi sangat penting untuk memastikan budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Di tengah festival, tepuk tangan peserta beberapa kali memenuhi ruangan. Di layar digital, berbagai karya mahasiswa ditampilkan bergantian. Sementara itu, para pengunjung terus berdatangan hingga acara berlangsung semakin ramai.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya festival kampus biasa.

Namun bagi yang melihat lebih dekat, ada sesuatu yang sedang tumbuh.

Harapan bahwa budaya Sunda tidak hanya bertahan.

Tetapi juga berkembang.

Jika generasi muda mampu menjadikan budaya sebagai konten dan identitas sebagai kebanggaan, maka masa depan Sunda tidak akan hilang ditelan zaman—ia justru akan menemukan panggung yang lebih besar di dunia digital. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Talenta Digital

    Kemenekraf Dorong Talenta Digital Lewat BDD 2025 di Bandung

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kemenekraf kembangkan talenta digital melalui BDD 2025 untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah menegaskan strategi baru dalam membangun sumber daya manusia ekonomi kreatif. Melalui Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan 1.000 talenta digital yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan industri berbasis teknologi. Program ini dirancang untuk […]

  • Upacara Hari Otonomi Daerah 2026 di Tasikmalaya dengan peserta Forkopimda dan pimpinan daerah di halaman Setda

    HOD 2026, Bupati Cecep: Otonomi Daerah Harus Terasa ke Rakyat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Otonomi Daerah 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak berhenti pada barisan rapi dan upacara formal. Peringatan yang juga disebut sebagai HOD 2026 dan peringatan otonomi daerah ini justru membawa pesan yang lebih dekat ke kehidupan warga: layanan publik harus benar-benar terasa. Di halaman Sekretariat Daerah, Senin (27/4/2026), upacara berlangsung tertib. Namun […]

  • kesiapsiagaan bencana

    Pemkot Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Jelang Musim Hujan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Tasikmalaya memperkuat kesiapsiagaan bencana dan pengamanan Nataru 2025/2026 lewat apel terpadu. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kota Tasikmalaya masuk ke mode waspada. Memasuki musim hujan panjang dan momentum Natal–Tahun Baru, kesiapsiagaan bencana menjadi prioritas daerah. Pemerintah kota menegaskan langkah ini penting untuk melindungi warga dari ancaman hidrometeorologi dan memastikan aktivitas akhir tahun tetap aman. Pemkot Tasikmalaya […]

  • Ilustrasi suasana Panitia kurban mengurus kulit sapi kurban di halaman masjid,

    Banyak Masih Salah Paham, Ini Hukum Menjual Kulit Kurban

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara pisau masih terdengar beradu pelan dengan talenan kayu ketika pembagian daging kurban mulai selesai di halaman masjid. Di dekat tempat cuci jeroan, sandal beberapa panitia tampak basah bercampur air dan sisa rumput dari perut sapi. Sementara itu, pengeras suara masjid yang sejak pagi dipakai takbir dan pengumuman mulai terdengar sedikit serak. […]

  • Ilustrasi kehidupan modern dengan media sosial, keramaian kota, dan refleksi tanda akhir zaman dalam perspektif Islam.

    Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Hadis akhir zaman mulai terlihat dalam kehidupan modern, dari fitnah media sosial hingga hilangnya rasa malu.

  • Penduduk Jawa Barat

    Jawa Barat Lampaui Spanyol Berdasarkan Jumlah Penduduk

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penduduk Jawa Barat menjadi sorotan setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dukcapil Insight mempublikasikan perbandingan jumlah penduduk sejumlah provinsi di Indonesia dengan beberapa negara di Eropa. Berdasarkan Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, Jawa Barat memiliki 52.211.020 jiwa, lebih banyak dibandingkan Spanyol yang berpenduduk 47.850.793 jiwa. Perbandingan tersebut hanya […]

expand_less