Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hebohkan Warga Cikatomas
- account_circle redaktur
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar dan warga memadamkan kebakaran yang menghanguskan toko parfum dan Bank Mitra di Desa Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Cikatomas menggegerkan warga Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu menyebabkan bangunan yang digunakan sebagai toko parfum dan Bank Mitra mengalami kerusakan berat.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Kampung Pakemitan 1 RT 001 RW 001. Saat sebagian besar warga masih terlelap, suasana kampung mendadak berubah ketika asap dan kobaran api terlihat dari salah satu bangunan di kawasan tersebut.
Beberapa warga mengaku pertama kali mengetahui kejadian itu setelah melihat cahaya kemerahan dari balik bangunan. Tidak lama kemudian terdengar teriakan meminta pertolongan yang membangunkan warga sekitar.
Dalam hitungan menit, warga berdatangan ke lokasi.
Tidak sedikit yang datang hanya dengan sandal rumah. Sebagian bahkan masih mengenakan sarung karena baru terbangun ketika kabar kebakaran menyebar dari mulut ke mulut.
Warga Berupaya Padamkan Api Sebelum Damkar Tiba
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Di depan bangunan yang terbakar, beberapa ember plastik bekas terlihat digunakan untuk mengangkut air secara bergantian. Ada yang mengambil air dari rumah terdekat, ada pula yang membantu membuka akses agar warga lain bisa mendekat ke lokasi.
Meski kobaran api terus membesar, warga tetap berusaha menahan laju api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.
Sementara itu, laporan kejadian segera diteruskan kepada petugas.
Tak lama berselang, unsur Polsek Cikatomas, Koramil, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran, dan warga setempat bersama-sama melakukan proses pemadaman.

Satpol PP di lokasi kebakaran di Desa Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026).
Toko Parfum dan Bank Mitra Mengalami Kerusakan Berat
Berdasarkan data yang diterima, bangunan yang terdampak terdiri atas dua sekat ruangan yang digunakan sebagai toko parfum dan Bank Mitra.
Api sempat menghanguskan sebagian besar bagian bangunan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Saat api mulai mengecil, sebagian warga masih bertahan di pinggir jalan kampung yang hanya cukup dilalui dua kendaraan roda empat secara bergantian. Mereka memperhatikan proses pemadaman sambil sesekali membantu petugas mengamankan area sekitar.
Beberapa warga memilih tetap berada di lokasi hingga menjelang pagi meskipun udara dini hari terasa cukup dingin.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Bekas Kebakaran Masih Terlihat Setelah Matahari Terbit
Ketika matahari mulai muncul dari balik perbukitan sekitar Pakemitan, bekas kebakaran masih terlihat jelas.
Jelaga hitam menempel pada dinding bagian depan bangunan. Beberapa bagian atap tampak rusak akibat paparan panas. Aroma material terbakar pun masih cukup terasa beberapa meter dari lokasi kejadian.
Di sekitar bangunan, sejumlah warga terlihat berdiri sambil memperhatikan sisa-sisa kerusakan. Sesekali mereka saling berbincang mengenai kejadian yang berlangsung hanya beberapa jam sebelumnya.
Ada yang menunjuk ke arah bagian bangunan yang paling parah terdampak. Ada pula yang mencoba mengingat kembali bagaimana api pertama kali terlihat.
Suasana sudah jauh lebih tenang. Namun jejak kebakaran masih menyisakan kesan yang sulit diabaikan.
Diduga Berasal dari Korsleting Listrik
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Terlebih, kebakaran akibat hubungan arus pendek masih kerap terjadi dan sering muncul tanpa tanda yang mudah dikenali sebelumnya.
Di Pakemitan, api memang berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan korban jiwa. Namun bagi warga yang terbangun karena teriakan di tengah malam itu, dini hari Kamis kemungkinan akan tetap dikenang sebagai malam ketika ketenangan kampung mendadak berubah menjadi kepanikan.
Bangunan bisa diperbaiki. Dinding yang menghitam bisa dicat kembali. Tetapi beberapa orang yang menyaksikan kobaran api menjelang subuh mungkin akan terus mengingat bagaimana satu percikan yang diduga berasal dari instalasi listrik mampu mengubah suasana kampung hanya dalam waktu singkat.
Di tengah sunyi menjelang subuh, api berhasil dipadamkan sebelum merenggut nyawa. Namun di Pakemitan, jejak asap yang tersisa pagi itu mengingatkan satu hal: kebakaran selalu datang lebih cepat daripada yang sempat dibayangkan manusia. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar