Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Mendekat kepada Allah sering dianggap lebih mudah dilakukan ketika urusan dunia selesai. Banyak orang berkata, “Nanti kalau pekerjaan beres saya akan lebih rajin ibadah,” atau “Kalau ekonomi sudah stabil saya akan fokus kepada Allah.” Padahal menurut Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, cara berpikir seperti itu justru menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual seseorang.

Dalam salah satu hikmahnya yang terkenal, Ibnu Athaillah menegaskan agar manusia tidak menunggu kesibukan dunia berakhir untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah. Sebab, justru di dalam keadaan itulah Allah sedang menguji dan mendidik hamba-Nya.

Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

Hidup manusia hampir tidak pernah benar-benar kosong dari urusan. Ketika masalah ekonomi selesai, muncul tanggung jawab keluarga. Setelah urusan keluarga mereda, pekerjaan datang silih berganti. Bahkan ketika seseorang pensiun, tubuh mulai menghadapi berbagai keterbatasan.

Karena itu, menunggu semua urusan selesai sebelum beribadah sama saja dengan menunggu sesuatu yang hampir tidak pernah datang.

Ibnu Athaillah berkata:

“لَا تَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُودِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيمَا هُوَ مُقِيمُكَ فِيهِ”
“Jangan menantikan selesainya berbagai urusan yang menghalangimu, karena hal itu akan memutusmu dari muraqabah kepada Allah dalam keadaan yang sedang Allah tempatkan untukmu.”

Pesan ini terasa sangat relevan pada zaman sekarang. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, mengejar target pekerjaan, mengurus usaha, atau menyelesaikan berbagai kebutuhan hidup. Namun di sela-sela kesibukan itu, sering kali hati justru semakin jauh dari Allah.

Padahal Allah tidak meminta hamba-Nya menunggu keadaan ideal.

Sebaliknya, Allah menghendaki manusia mengingat-Nya dalam setiap kondisi.

Allah Menguji dalam Nikmat dan Kesulitan

Banyak orang mengira ujian hanya hadir dalam bentuk kesusahan. Padahal Al-Qur’an menjelaskan bahwa nikmat juga merupakan ujian.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Karena itu, sehat adalah ujian. Kaya adalah ujian. Jabatan adalah ujian. Bahkan waktu luang juga merupakan ujian.

Sebaliknya, sakit, kesempitan rezeki, kegagalan, dan kehilangan juga menjadi sarana Allah mengukur kualitas iman seorang hamba.

Pertanyaannya bukan apakah seseorang sedang diuji atau tidak.

Pertanyaannya adalah bagaimana ia merespons ujian tersebut.

Apakah ia semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh?

Jangan Menunggu Besok

Sahabat Nabi, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, pernah memberikan nasihat yang sangat terkenal.

Beliau berkata:

“Jika engkau berada pada waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada pada waktu pagi, jangan menunggu sore. Ambillah dari sehatmu untuk sakitmu dan dari hidupmu untuk matimu.”

Nasihat ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini.

Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih memiliki kesempatan esok hari.

Di sebuah masjid kampung, misalnya, sering terlihat jamaah yang baru tiba beberapa menit sebelum iqamah. Ada yang masih mengenakan pakaian kerja. Ada yang datang dengan wajah lelah setelah seharian beraktivitas. Bahkan terkadang suara notifikasi ponsel masih terdengar sesaat sebelum saf dirapikan.

Namun justru dalam kondisi seperti itulah nilai perjuangan seorang hamba terlihat.

Bukan ketika semua keadaan sempurna.

Melainkan ketika ia tetap mengingat Allah di tengah kesibukan yang nyata.

Muraqabah: Merasa Diawasi Allah Setiap Saat

Salah satu inti pesan Al-Hikam adalah muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi hamba-Nya.

Ketika seseorang memiliki muraqabah, ia tidak hanya beribadah saat berada di masjid.

Ia juga menjaga kejujuran ketika berdagang.

Ia menjaga lisannya ketika berbicara.

Dan ia menjaga jarinya ketika mengetik komentar di media sosial.

Lalu menjaga niatnya ketika bekerja mencari nafkah.

Dengan demikian, seluruh aktivitas dunia dapat berubah menjadi jalan menuju Allah.

Inilah yang sering terlupakan.

Banyak orang ingin dekat kepada Allah dengan meninggalkan kesibukan, padahal Allah justru menghendaki kedekatan itu hadir di tengah aktivitas yang sedang dijalani.

Hidup Tidak Akan Pernah Sepi dari Ujian

Sahl bin Abdullah At-Tustari pernah berkata:

“Jika datang malam, jangan menunggu siang untuk menunaikan hak Allah. Dan jika datang siang, jangan menunggu malam.”

Nasihat tersebut mengingatkan bahwa kesempatan terbaik untuk taat adalah sekarang.

Bukan besok.

Bukan setelah kaya.

Dan bukan setelah pensiun.

Bukan pula setelah semua masalah selesai.

Karena pada kenyataannya, hidup memang dirancang sebagai tempat ujian.

Selama masih bernapas, manusia akan terus berhadapan dengan pilihan antara mendekat atau menjauh dari Allah.

Dan di situlah letak nilai kehidupan yang sesungguhnya.

Jangan menunggu hidup tenang untuk mendekat kepada Allah. Sebab ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah hilang, melainkan ketika hati tetap bersama Allah di tengah badai yang belum selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi orang tua muslim sedang mendoakan anaknya agar terhindar dari pergaulan buruk dan pengaruh negatif zaman modern.

    Saat Zaman Makin Keras, Ini Doa agar Anak Tetap Saleh dan Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pergaulan buruk, pengaruh media sosial, hingga derasnya budaya populer membuat banyak orang tua semakin sering mencari doa anak saleh. Doa untuk anak ini menjadi ikhtiar penting agar anak tetap terjaga dari pengaruh zaman yang kadang masuk pelan-pelan, bahkan tanpa disadari keluarga. Anak hari ini bisa terlihat tenang di rumah, tetapi dunia lain […]

  • Melihat Ka’bah

    Doa Sudah Dihapal, Tapi Mendadak Lupa Saat Melihat Ka’bah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak jamaah haji ternyata mengalami hal yang sama saat pertama kali melihat Ka’bah: mereka lupa dengan daftar doa yang sebelumnya sudah disiapkan. Padahal sebagian orang datang membawa catatan panjang di ponsel. Ada yang menulis nama keluarga satu per satu. Ada juga yang menyimpan doa-doa khusus sejak masih di tanah air. Namun ketika […]

  • kisah sahabat nabi

    Kisah Sahabat Nabi: Inspirasi Nyata untuk Hidup Lebih Bermakna

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah sahabat nabi selalu menjadi sumber inspirasi sepanjang zaman. Tidak hanya menyimpan teladan sahabat Rasul, cerita mereka juga menghadirkan inspirasi sahabat Nabi yang relevan dengan kehidupan modern. Dari keberanian hingga keikhlasan, setiap perjalanan mereka menghadirkan hikmah sahabat Nabi yang mampu mengubah cara pandang hidup siapa saja. Menariknya, kisah-kisah ini tidak sekadar sejarah. […]

  • Siswa SMA berdiskusi dengan orang tua menyiapkan strategi pendaftaran SNBP 2026 di rumah

    SNBP 2026 dan Peran Orang Tua Menentukan Peluang Lolos

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi dibuka mulai 3 Februari. Di atas kertas, jalur ini tampak ramah bagi siswa berprestasi. Namun di lapangan, banyak siswa justru gugur bukan karena nilai, melainkan karena salah membaca strategi. Di titik inilah peran orang tua dan sekolah menjadi penentu yang sering diabaikan. SNBP 2026 […]

  • Audiensi FOSSMA dengan DPRD Kota Tasikmalaya membahas transparansi APBD 2026 dan pemerataan pembangunan

    FOSSMA Bongkar Tuntutan ke DPRD, APBD Tasikmalaya 2026 Harus Dibuka!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Isu APBD Tasikmalaya 2026 kembali menghangat. Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung Kota Tasikmalaya (FOSSMA) secara terbuka mendesak transparansi anggaran daerah. Dalam forum audiensi bersama DPRD, mereka menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran daerah, kejelasan program prioritas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap […]

  • Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kematian Khomeini  akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung mengguncang stabilitas kawasan. Peristiwa yang memicu kematian pemimpin tertinggi Iran itu tidak hanya mengubah peta politik domestik Tehran, tetapi juga memperlebar risiko konflik regional. Sejak kabar tewasnya Ayatollah Ali Khomeini menyebar, respons diplomatik dan militer bermunculan dari berbagai negara. Insiden […]

expand_less