Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Mendekat kepada Allah sering dianggap lebih mudah dilakukan ketika urusan dunia selesai. Banyak orang berkata, “Nanti kalau pekerjaan beres saya akan lebih rajin ibadah,” atau “Kalau ekonomi sudah stabil saya akan fokus kepada Allah.” Padahal menurut Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, cara berpikir seperti itu justru menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual seseorang.

Dalam salah satu hikmahnya yang terkenal, Ibnu Athaillah menegaskan agar manusia tidak menunggu kesibukan dunia berakhir untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah. Sebab, justru di dalam keadaan itulah Allah sedang menguji dan mendidik hamba-Nya.

Kesalahan yang Sering Tidak Disadari

Hidup manusia hampir tidak pernah benar-benar kosong dari urusan. Ketika masalah ekonomi selesai, muncul tanggung jawab keluarga. Setelah urusan keluarga mereda, pekerjaan datang silih berganti. Bahkan ketika seseorang pensiun, tubuh mulai menghadapi berbagai keterbatasan.

Karena itu, menunggu semua urusan selesai sebelum beribadah sama saja dengan menunggu sesuatu yang hampir tidak pernah datang.

Ibnu Athaillah berkata:

“لَا تَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُودِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيمَا هُوَ مُقِيمُكَ فِيهِ”
“Jangan menantikan selesainya berbagai urusan yang menghalangimu, karena hal itu akan memutusmu dari muraqabah kepada Allah dalam keadaan yang sedang Allah tempatkan untukmu.”

Pesan ini terasa sangat relevan pada zaman sekarang. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, mengejar target pekerjaan, mengurus usaha, atau menyelesaikan berbagai kebutuhan hidup. Namun di sela-sela kesibukan itu, sering kali hati justru semakin jauh dari Allah.

Padahal Allah tidak meminta hamba-Nya menunggu keadaan ideal.

Sebaliknya, Allah menghendaki manusia mengingat-Nya dalam setiap kondisi.

Allah Menguji dalam Nikmat dan Kesulitan

Banyak orang mengira ujian hanya hadir dalam bentuk kesusahan. Padahal Al-Qur’an menjelaskan bahwa nikmat juga merupakan ujian.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Karena itu, sehat adalah ujian. Kaya adalah ujian. Jabatan adalah ujian. Bahkan waktu luang juga merupakan ujian.

Sebaliknya, sakit, kesempitan rezeki, kegagalan, dan kehilangan juga menjadi sarana Allah mengukur kualitas iman seorang hamba.

Pertanyaannya bukan apakah seseorang sedang diuji atau tidak.

Pertanyaannya adalah bagaimana ia merespons ujian tersebut.

Apakah ia semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh?

Jangan Menunggu Besok

Sahabat Nabi, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, pernah memberikan nasihat yang sangat terkenal.

Beliau berkata:

“Jika engkau berada pada waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada pada waktu pagi, jangan menunggu sore. Ambillah dari sehatmu untuk sakitmu dan dari hidupmu untuk matimu.”

Nasihat ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini.

Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih memiliki kesempatan esok hari.

Di sebuah masjid kampung, misalnya, sering terlihat jamaah yang baru tiba beberapa menit sebelum iqamah. Ada yang masih mengenakan pakaian kerja. Ada yang datang dengan wajah lelah setelah seharian beraktivitas. Bahkan terkadang suara notifikasi ponsel masih terdengar sesaat sebelum saf dirapikan.

Namun justru dalam kondisi seperti itulah nilai perjuangan seorang hamba terlihat.

Bukan ketika semua keadaan sempurna.

Melainkan ketika ia tetap mengingat Allah di tengah kesibukan yang nyata.

Muraqabah: Merasa Diawasi Allah Setiap Saat

Salah satu inti pesan Al-Hikam adalah muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi hamba-Nya.

Ketika seseorang memiliki muraqabah, ia tidak hanya beribadah saat berada di masjid.

Ia juga menjaga kejujuran ketika berdagang.

Ia menjaga lisannya ketika berbicara.

Dan ia menjaga jarinya ketika mengetik komentar di media sosial.

Lalu menjaga niatnya ketika bekerja mencari nafkah.

Dengan demikian, seluruh aktivitas dunia dapat berubah menjadi jalan menuju Allah.

Inilah yang sering terlupakan.

Banyak orang ingin dekat kepada Allah dengan meninggalkan kesibukan, padahal Allah justru menghendaki kedekatan itu hadir di tengah aktivitas yang sedang dijalani.

Hidup Tidak Akan Pernah Sepi dari Ujian

Sahl bin Abdullah At-Tustari pernah berkata:

“Jika datang malam, jangan menunggu siang untuk menunaikan hak Allah. Dan jika datang siang, jangan menunggu malam.”

Nasihat tersebut mengingatkan bahwa kesempatan terbaik untuk taat adalah sekarang.

Bukan besok.

Bukan setelah kaya.

Dan bukan setelah pensiun.

Bukan pula setelah semua masalah selesai.

Karena pada kenyataannya, hidup memang dirancang sebagai tempat ujian.

Selama masih bernapas, manusia akan terus berhadapan dengan pilihan antara mendekat atau menjauh dari Allah.

Dan di situlah letak nilai kehidupan yang sesungguhnya.

Jangan menunggu hidup tenang untuk mendekat kepada Allah. Sebab ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah hilang, melainkan ketika hati tetap bersama Allah di tengah badai yang belum selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rezeki Sudah Dijamin

    Rezeki Sudah Dijamin, Kenapa Kita Masih Gelisah?

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pukul sepuluh malam. Lampu ruang tamu masih menyala. Di atas meja, beberapa tagihan rumah tangga tergeletak tidak beraturan. Secangkir kopi yang tadi hangat mulai kehilangan uapnya. Seorang ayah membuka aplikasi perbankan di ponselnya sambil sesekali memandangi angka-angka yang belum sesuai harapan. Di kamar sebelah, anak-anaknya sudah terlelap. Mushaf Al-Qur’an yang sempat dibaca […]

  • Kaligrafi Bismillahirrahmanirrahim dengan nuansa reflektif tasawuf dan cahaya lembut Islami.

    Membaca Bismillah Setiap Hari, Tapi 4 Rahasia Ini Jarang Disadari

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak rumah muslim, basmalah atau Bismillahirrahmanirrahim sering menjadi kalimat pertama yang diajarkan kepada anak-anak sebelum mereka mengenal surat-surat panjang Al-Qur’an. Sebagian orang mengucapkannya sebelum menyalakan kendaraan, membuka toko, memulai pekerjaan, bahkan sebelum mengirim pesan penting melalui ponsel. Karena terlalu sering diucapkan, tidak sedikit orang yang akhirnya menganggap basmalah sebagai kalimat biasa. […]

  • Ilustrasi mushaf Al-Qur’an terbuka pada Surat Yasin dengan cahaya lembut sebagai simbol keutamaan Surat Yasin.

    Surat Yasin: Jawaban Langit atas Keraguan Manusia

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keutamaan Surat Yasin selalu dikaitkan dengan sebutan hati Al-Qur’an, sebuah istilah yang membuat banyak orang penasaran. Fadilah Yasin, keistimewaan Surah Yasin, dan sebab turun Surat Yasin menjadi pembahasan yang terus dicari setiap waktu. Surat ini bukan sekadar rangkaian ayat, melainkan jawaban tegas atas keraguan yang pernah diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Surat […]

  • “Suasana hening menjelang Subuh saat seseorang berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam rumah”

    Doa Sebelum Subuh Ini Harus Diamalkan Saat Hidup Sedang Berat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang kuat menghadapi hidup yang terasa berat setiap hari. Ada yang terlihat tersenyum di siang hari, tetapi diam-diam menangis saat malam tiba. Menariknya, belakangan semakin banyak orang mulai mencari ketenangan lewat doa sebelum Subuh. Sebagian bahkan mengaku hidupnya perlahan berubah setelah rutin mengamalkan doa mustajab di waktu menjelang Subuh. Bukan […]

  • lingkungan kerja tidak sehat

    7 Tanda Lingkungan Kerja Sudah Tidak Sehat, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan semangat setiap kali masuk kantor? Bisa jadi Anda sedang berada di lingkungan kerja tidak sehat. Kondisi ini sering muncul perlahan. Namun, jika dibiarkan, suasana kerja toxic, kantor yang tidak kondusif, dan hubungan kerja yang buruk dapat merusak kesehatan mental, produktivitas, bahkan karier. Banyak orang […]

  • Ilustrasi makna Kun Fayakun dalam QS Yasin 82 tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas segala sesuatu

    Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir. Allah SWT […]

expand_less