Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Garut menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar upacara tahunan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar tulisan yang dibaca saat upacara atau pajangan di dinding kantor.

Pesan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdusy Syakur Amin membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”

Pancasila di Tengah Arus Perubahan Zaman

Dalam amanat yang dibacakan, Pancasila disebut sebagai pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia yang terus bergerak cepat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik saat ini,” ujar Abdusy Syakur Amin saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Pesan tersebut terasa relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dekat dengan dunia digital.

Setiap hari masyarakat menerima arus informasi tanpa henti melalui ponsel, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

Di era media sosial, generasi muda mungkin lebih sering menemukan tren baru dibanding membaca teks Pancasila secara lengkap. Karena itu, tantangan terbesar saat ini bukan menghafalkan Pancasila, melainkan menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari.

Upacara Khidmat di Tengah Pagi yang Menghangat

Suasana upacara berlangsung tertib sejak pagi hari.

Bendera Merah Putih berkibar perlahan di tengah cuaca yang relatif cerah. Di salah satu barisan peserta, beberapa pelajar terlihat sesekali mengusap keringat ketika suhu mulai menghangat menjelang pertengahan upacara. Sementara petugas pengibar bendera tetap berdiri tegak menjalankan tugasnya di area lapangan.

Ketika amanat dibacakan, suara pengeras suara sempat terdengar sedikit bergaung di beberapa sudut Lapangan Setda Garut. Meski demikian, jalannya upacara tetap berlangsung khidmat hingga selesai.

Tidak semua peserta mungkin memahami seluruh isi pidato yang dibacakan pagi itu.

Jujur saja, tidak semua peserta datang dengan pemahaman yang sama tentang makna Pancasila. Sebagian mungkin mengingatnya sebagai materi pelajaran sekolah. Sebagian lainnya memaknainya melalui pengalaman hidup, pekerjaan, atau interaksi sehari-hari dengan masyarakat yang beragam.

Namun satu hal yang terlihat sama adalah kesediaan mereka mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Generasi Muda Jadi Penjaga Masa Depan

Dalam amanat tersebut, Bupati Garut secara khusus mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau slogan seremonial.

Nilai itu harus hadir dalam tindakan nyata.

Mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, bermusyawarah ketika menghadapi persoalan, hingga menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan digital yang sering mempertemukan masyarakat dengan berbagai pandangan yang berbeda setiap hari.

Ketika ruang digital semakin ramai, kemampuan menjaga sikap saling menghormati justru menjadi salah satu bentuk pengamalan Pancasila yang paling nyata.

Setelah Upacara, Kehidupan Kembali Berjalan

Usai upacara, suasana perlahan berubah lebih santai.

Beberapa peserta terlihat langsung memeriksa ponsel mereka. Sebagian mengunggah foto kegiatan ke media sosial. Sebagian lainnya berbincang singkat dengan rekan kerja sebelum kembali ke kantor dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Di sisi lain, beberapa pelajar tampak berkumpul sambil bercakap ringan sebelum meninggalkan lokasi.

Pemandangan sederhana itu mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya tidak hanya hadir saat upacara berlangsung.

Bagi sebagian masyarakat, Pancasila mungkin lebih sering terdengar saat peringatan nasional.

Padahal dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: membantu tetangga, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan bekerja sama menyelesaikan persoalan bersama.

Indonesia dan Tanggung Jawab Perdamaian Dunia

Amanat yang dibacakan Bupati Garut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab ikut menjaga perdamaian dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Melalui nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial, Indonesia diharapkan terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.

Karena itu, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” bukan sekadar slogan tahunan.

Tema tersebut mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Indonesia justru terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pancasila tidak hidup karena dibingkai di dinding kantor. Ia hidup ketika seseorang memilih menghormati perbedaan, membantu sesama, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan yang terus berubah. Sebab bangsa yang kuat bukan bangsa yang paling sering menyebut Pancasila, melainkan bangsa yang paling konsisten mengamalkannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dukungan Bupati Ciamis D’Academy 8

    Bupati Ciamis Dukung Putri Alexandria di D’Academy 8

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dukungan Bupati Ciamis D’Academy 8 menjadi sorotan publik setelah Dr. H. Herdiat Sunarya menerima silaturahmi keluarga Putri Alexandria, peserta asal Kabupaten Ciamis yang tampil di ajang pencarian bakat nasional D’Academy 8 Indosiar. Momentum dukungan Bupati Ciamis untuk D’Academy 8 ini sekaligus memperkuat posisi Putri Alexandria sebagai talenta muda yang membawa nama […]

  • KA Parahyangan gratis

    KAI Gratiskan KA Parahyangan, Perjalanan Bandung–Gambir Ditanggung Penuh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    KAI membuka program KA Parahyangan gratis Bandung–Gambir pp selama 18–20 November 2025 melalui seleksi peserta. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan akses KA Parahyangan gratis untuk rute Bandung–Gambir pulang pergi selama tiga hari pada 18–20 November 2025. Program ini dibuka untuk masyarakat umum dan seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh KAI. Kebijakan […]

  • Bantuan Rutilahu Ciamis

    Bupati Herdiat Datangi Rumah Nyaris Ambruk, Reaksi Warga Ini Bikin Haru

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Bantuan Rutilahu Ciamis kembali menyentuh hati masyarakat. Program perbaikan rumah tidak layak huni itu kali ini hadir untuk Raswan (73), warga Desa Warnasigra, Kecamatan Sindangkasih, dan Yaya, warga Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg. Keduanya hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan hingga akhirnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. Pagi itu […]

  • Ono Surono

    Ono Surono di Kasus Korupsi Bekasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyidikan kasus korupsi proyek pemerintahan Kabupaten Bekasi dengan menelusuri dugaan aliran uang ke Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Pendalaman ini bukan sekadar pemeriksaan saksi, tetapi mengarah pada pengujian unsur pidana yang dapat berujung sanksi hukum dan politik bagi pejabat publik. Langkah KPK menjadi penting […]

  • Kontingen Ciamis

    314 Atlet Berangkat! Ciamis Pasang Target di POPWILDA dan PORSENITAS 2026

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontingen Ciamis resmi memulai perjuangan menuju dua ajang olahraga bergengsi tingkat regional. Sebanyak 314 atlet, pelatih, official, dan tim pendukung siap membawa nama daerah dalam Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat 2026 serta Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XIII Se-Kunci Bersama 2026. Pelepasan kontingen berlangsung di […]

  • Bare Minimum Monday

    Kenapa Senin Terasa Berat? Ini Jawaban dari Tren Bare Minimum Monday

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bare Minimum Monday kini viral di media sosial sebagai strategi kerja yang lebih realistis. Tren ini juga dikenal sebagai cara menghadapi Senin tanpa stres, sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi Monday blues setelah libur panjang. Banyak pekerja mulai menerapkan konsep ini karena ritme kerja sering berubah drastis usai masa istirahat. Alih-alih langsung bekerja […]

expand_less