Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Garut menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar upacara tahunan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar tulisan yang dibaca saat upacara atau pajangan di dinding kantor.

Pesan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdusy Syakur Amin membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”

Pancasila di Tengah Arus Perubahan Zaman

Dalam amanat yang dibacakan, Pancasila disebut sebagai pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia yang terus bergerak cepat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik saat ini,” ujar Abdusy Syakur Amin saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Pesan tersebut terasa relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dekat dengan dunia digital.

Setiap hari masyarakat menerima arus informasi tanpa henti melalui ponsel, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

Di era media sosial, generasi muda mungkin lebih sering menemukan tren baru dibanding membaca teks Pancasila secara lengkap. Karena itu, tantangan terbesar saat ini bukan menghafalkan Pancasila, melainkan menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari.

Upacara Khidmat di Tengah Pagi yang Menghangat

Suasana upacara berlangsung tertib sejak pagi hari.

Bendera Merah Putih berkibar perlahan di tengah cuaca yang relatif cerah. Di salah satu barisan peserta, beberapa pelajar terlihat sesekali mengusap keringat ketika suhu mulai menghangat menjelang pertengahan upacara. Sementara petugas pengibar bendera tetap berdiri tegak menjalankan tugasnya di area lapangan.

Ketika amanat dibacakan, suara pengeras suara sempat terdengar sedikit bergaung di beberapa sudut Lapangan Setda Garut. Meski demikian, jalannya upacara tetap berlangsung khidmat hingga selesai.

Tidak semua peserta mungkin memahami seluruh isi pidato yang dibacakan pagi itu.

Jujur saja, tidak semua peserta datang dengan pemahaman yang sama tentang makna Pancasila. Sebagian mungkin mengingatnya sebagai materi pelajaran sekolah. Sebagian lainnya memaknainya melalui pengalaman hidup, pekerjaan, atau interaksi sehari-hari dengan masyarakat yang beragam.

Namun satu hal yang terlihat sama adalah kesediaan mereka mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Generasi Muda Jadi Penjaga Masa Depan

Dalam amanat tersebut, Bupati Garut secara khusus mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau slogan seremonial.

Nilai itu harus hadir dalam tindakan nyata.

Mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, bermusyawarah ketika menghadapi persoalan, hingga menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan digital yang sering mempertemukan masyarakat dengan berbagai pandangan yang berbeda setiap hari.

Ketika ruang digital semakin ramai, kemampuan menjaga sikap saling menghormati justru menjadi salah satu bentuk pengamalan Pancasila yang paling nyata.

Setelah Upacara, Kehidupan Kembali Berjalan

Usai upacara, suasana perlahan berubah lebih santai.

Beberapa peserta terlihat langsung memeriksa ponsel mereka. Sebagian mengunggah foto kegiatan ke media sosial. Sebagian lainnya berbincang singkat dengan rekan kerja sebelum kembali ke kantor dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Di sisi lain, beberapa pelajar tampak berkumpul sambil bercakap ringan sebelum meninggalkan lokasi.

Pemandangan sederhana itu mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya tidak hanya hadir saat upacara berlangsung.

Bagi sebagian masyarakat, Pancasila mungkin lebih sering terdengar saat peringatan nasional.

Padahal dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: membantu tetangga, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan bekerja sama menyelesaikan persoalan bersama.

Indonesia dan Tanggung Jawab Perdamaian Dunia

Amanat yang dibacakan Bupati Garut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab ikut menjaga perdamaian dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Melalui nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial, Indonesia diharapkan terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.

Karena itu, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” bukan sekadar slogan tahunan.

Tema tersebut mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Indonesia justru terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pancasila tidak hidup karena dibingkai di dinding kantor. Ia hidup ketika seseorang memilih menghormati perbedaan, membantu sesama, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan yang terus berubah. Sebab bangsa yang kuat bukan bangsa yang paling sering menyebut Pancasila, melainkan bangsa yang paling konsisten mengamalkannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muscab HIPMI

    Wakil Bupati Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Muscab HIPMI Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Muscab HIPMI Tasikmalaya dorong kolaborasi pengusaha muda dan pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Cabang VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Muscab HIPMI) sebagai ajang konsolidasi organisasi dan regenerasi kepengurusan. Acara yang berlangsung di Hotel Horison Tasikmalaya, Kamis, 4 Desember 2025, ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pengusaha muda […]

  • OTT oknum LSM

    Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kepolisian Resor Subang menegaskan tidak memberi ruang bagi praktik pemerasan yang menyasar aparatur pemerintahan desa. Seorang oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga memeras belasan kepala desa di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. OTT oknum LSM tersebut dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Subang […]

  • drainase Tasikmalaya

    Evaluasi Drainase Tasikmalaya Menguat pada Musim Hujan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai ujian nyata drainase Tasikmalaya dan dampaknya bagi keselamatan publik. Kota di Ambang Ujian albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan BMKG tentang hujan lebat sepanjang Desember menempatkan drainase Tasikmalaya pada momen pembuktian paling krusial. Kota ini, yang saban tahun berhadapan dengan banjir di titik-titik langganan, kembali harus menilai apakah ratusan proyek infrastruktur tahun 2025 benar-benar […]

  • Istigosah dan doa bersama peringatan 44 tahun letusan Gunung Galunggung 1982 di Cipanas Galunggung Tasikmalaya

    44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Letusan Gunung Galunggung 1982 kembali dikenang melalui kegiatan istigosah dan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana sekaligus hikmah besar yang ditinggalkannya bagi masyarakat Tasikmalaya. Bertempat di kawasan Cipanas Galunggung pada 5 April 2026, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara Memory of Galunggung. Pemerintah […]

  • penyekapan anak Tasikmalaya

    Remaja 15 Tahun Disekap Dua Hari di Tasikmalaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Polisi tangkap pelaku penyekapan remaja, indikasi budaya predator di ruang publik. Remaja 15 Tahun Disekap, Aparat Bergerak Saat Keluarga Mencari albadarpost.com, EDITORIAL – Sebuah penggerebekan di kawasan Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, membuka luka sosial yang selama ini kita abaikan. Seorang anak berusia 15 tahun ditemukan dalam kamar penginapan bersama empat pria. […]

  • eks dokter RSHS Bandung

    Eks Dokter RSHS Bandung Divonis 11 Tahun Penjara atas Kasus Kekerasan Seksual

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Eks dokter RSHS Bandung divonis 11 tahun penjara atas kasus kekerasan seksual terhadap tiga korban. albadarpost.com, LENSA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada eks dokter RSHS Bandung, Priguna Anugerah Pratama, setelah terbukti bersalah melakukan kekerasan seksual terhadap tiga perempuan di lingkungan rumah sakit. Vonis ini disertai denda dan kewajiban […]

expand_less