Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 itu menjadi simbol perubahan sekaligus pesan bahwa memperingati Pancasila tidak selalu harus dilakukan melalui upacara dan pidato. Bagi Pemuda Pancasila Ciamis, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim, langkah tersebut menghadirkan wajah lain dari organisasi yang selama ini lebih sering dikenal melalui aktivitas sosial dan kepemudaan.

Dari Seragam Loreng ke Bibit Pohon

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini menghadirkan pemandangan yang berbeda.

Alih-alih memenuhi jalan dengan iring-iringan kendaraan, anggota Pemuda Pancasila justru akan turun ke lokasi-lokasi yang membutuhkan penghijauan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis, Dani Hendraningrat, dijadwalkan memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Sekretaris Cabang Budi Somantri.

Mereka akan mengajak kader dan masyarakat melakukan penanaman berbagai jenis pohon seperti mahoni, trembesi, dan tanaman produktif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

“Menjaga bumi adalah wujud nyata membela Pancasila dan UUD 1945,” tegas Dani.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol negara, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Lahan Kritis yang Menunggu Penghijauan

Di beberapa titik penanaman, kondisi lahan terlihat berbukit dengan vegetasi yang mulai menipis. Sebagian area bahkan masih menyisakan tanah terbuka yang rentan terkikis saat musim hujan tiba.

Sementara itu, bibit-bibit pohon yang akan ditanam tampak tersusun dalam polybag hitam. Sebagian anggota Pemuda Pancasila terlihat memindahkan bibit ke kendaraan sebelum diberangkatkan menuju lokasi penghijauan.

Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni simbolik, melainkan membutuhkan persiapan lapangan yang cukup serius.

Di sejumlah wilayah pedesaan Ciamis, masyarakat masih menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, kondisi lingkungan yang terjaga memiliki hubungan langsung dengan keberlangsungan sumber penghidupan warga.

Menjawab Stigma dengan Aksi Nyata

Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Namun seperti organisasi besar lainnya, berbagai persepsi dan stigma juga kerap muncul di tengah masyarakat.

Karena itu, kegiatan lingkungan yang dilakukan MPC Pemuda Pancasila Ciamis menjadi salah satu upaya menunjukkan sisi lain organisasi melalui aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Budi Somantri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi organisasi dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya, lingkungan yang rusak pada akhirnya juga dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Karena itu, menjaga alam menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Masyarakat Menaruh Harapan

Di media sosial lokal, banyak warga menyambut positif rencana penanaman tersebut.

Ada yang berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, bukan hanya saat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Sebagian warga bahkan mengaku lebih tertarik melihat aksi penghijauan dibanding kegiatan seremonial yang biasanya berlangsung pada hari-hari besar nasional.

Harapan masyarakat juga cukup sederhana.

Mereka ingin pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebab keberhasilan penghijauan tidak ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam, melainkan oleh berapa banyak pohon yang mampu bertahan hingga dewasa.

Mungkinkah Menjadi Wajah Baru Organisasi Kemasyarakatan?

Pertanyaan menarik kemudian muncul.

Jika satu organisasi mampu menanam 1.000 pohon dalam sehari, berapa banyak lahan kritis yang bisa dipulihkan apabila gerakan serupa dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai komunitas, sekolah, dan organisasi masyarakat di Ciamis?

Pertanyaan lain juga tidak kalah menarik.

Mungkinkah aksi lingkungan seperti ini menjadi wajah baru organisasi kemasyarakatan di masa depan?

Jawabannya tentu membutuhkan waktu.

Namun benihnya mulai ditanam hari ini.

Tantangan Sebenarnya Dimulai Setelah Penanaman

Tentu menanam pohon jauh lebih mudah daripada merawatnya.

Tantangan sebenarnya justru muncul setelah kegiatan selesai, ketika bibit harus bertahan menghadapi cuaca, musim kemarau, gangguan hewan, maupun faktor alam lainnya.

Karena itu, keberhasilan kegiatan ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang masuk ke tanah.

Yang lebih penting adalah berapa banyak pohon yang masih berdiri dan tumbuh beberapa tahun ke depan.

Pohon-pohon itu mungkin masih setinggi lutut hari ini.

Mereka belum memberi keteduhan. Belum menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Belum pula menahan longsor yang mengancam lereng-lereng perbukitan.

Namun beberapa tahun lagi, ketika akarnya mulai mengikat tanah dan dahannya memberi naungan, masyarakat akan melihat bahwa sebuah gerakan tidak selalu dikenang dari seberapa keras suaranya.

Kadang, gerakan yang paling membekas justru tumbuh diam-diam dari sebatang pohon yang ditanam dengan niat baik untuk masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bagasi Garuda Indonesia 2026

    Bagasi Garuda Berubah 1 September, Ini Aturan Terbarunya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL — bagasi Garuda Indonesia 2026 memasuki babak baru mulai 1 September 2026. Garuda Indonesia mengubah sistem bagasi tercatat dari Weight Concept atau berdasarkan total berat menjadi Piece Concept, yakni berdasarkan jumlah koli sekaligus batas berat pada setiap koper. Perubahan aturan bagasi Garuda Indonesia ini penting diperhatikan calon penumpang. Sebab, penumpang tidak lagi cukup […]

  • Tafakur

    Syekh Ibnu Athaillah: Sepi Bukan Lari, Tapi Menguatkan Hati

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Dunia belum pernah seramai sekarang. Setiap detik, jutaan orang berlomba mengunggah cerita, memburu perhatian, mengejar pengakuan, dan menghitung angka suka seolah-olah itulah ukuran kebahagiaan. Ironisnya, di tengah kebisingan itu, kegelisahan justru tumbuh subur. Tafakur, menyendiri dalam Islam, dan menjaga hati terdengar seperti nasihat kuno, padahal justru menjadi obat bagi penyakit zaman modern. […]

  • Talenta Digital

    Kemenekraf Dorong Talenta Digital Lewat BDD 2025 di Bandung

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kemenekraf kembangkan talenta digital melalui BDD 2025 untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah menegaskan strategi baru dalam membangun sumber daya manusia ekonomi kreatif. Melalui Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan 1.000 talenta digital yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan industri berbasis teknologi. Program ini dirancang untuk […]

  • Akses pendidikan

    Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bangunan sekolah telah berdiri, lahan tersedia, dan kebutuhan masyarakat nyata. Namun hingga kini, Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, belum dapat menjalankan fungsi pendidikan. Sekolah tersebut belum memiliki kepala sekolah, tenaga pendidik, maupun anggaran operasional. Situasi ini memantik kritik keras dari DPRD Jawa Barat yang menilai negara gagal […]

  • Ilustrasi reflektif La Tahzan sebagai pesan Allah dalam Surah At-Taubah untuk menenangkan hati dan mengelola kecemasan hidup

    La Tahzan: Ini Pesan Allah untuk Hati yang Cemas

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada masa ketika cemas datang tanpa suara. Dada terasa sesak, pikiran berisik, dan hati lelah menahan beban yang tak terlihat. La Tahzan —jangan bersedih— hadir bukan sebagai nasihat kosong, melainkan sebagai pelukan ilahi yang menenangkan jiwa. Dalam Surah At-Taubah, pesan ini menjadi jawaban bagi mereka yang sedang berjuang mengelola cemas dan mencari […]

  • Operasi Knalpot Brong

    Operasi Knalpot Brong Cisompet, 8 Motor Langsung Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi knalpot brong kembali digelar untuk menjaga ketenangan masyarakat. Dalam penertiban yang berlangsung di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, polisi menemukan delapan sepeda motor yang memakai knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang lebih dikenal sebagai knalpot brong. Langkah ini menjadi respons atas keluhan warga yang selama ini merasa terganggu oleh kebisingan […]

expand_less