Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail selama ini sering hanya muncul sekilas saat membahas sejarah kurban atau asal-usul air Zamzam. Padahal di balik perjalanan itu, tersimpan salah satu kisah paling emosional dalam sejarah Islam: tentang seorang ibu yang bertahan di padang tandus, seorang anak kecil yang menangis kehausan, dan sebuah kota suci yang lahir dari kesunyian.

Banyak orang mengenal Nabi Ibrahim AS sebagai tokoh utama dalam sejarah Iduladha. Namun tidak banyak yang benar-benar membayangkan bagaimana beratnya perjalanan yang dijalani Siti Hajar saat ditinggalkan di lembah Makkah yang saat itu masih kosong dan sunyi.

Tidak ada rumah.

Tidak ada pohon besar.

Bahkan suara manusia pun nyaris tidak terdengar.

Siti Hajar Ditinggalkan di Lembah Tandus Tanpa Siapa Pun

Allah SWT mengabadikan doa Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati.”
(QS. Ibrahim: 37)

Lembah itu panas dan kering. Angin gurun bergerak pelan sambil membawa pasir tipis yang kadang menempel di kaki. Tidak ada suara pasar. Tidak ada percakapan manusia. Yang terdengar mungkin hanya desiran angin dan tangis kecil Nabi Ismail yang mulai kehausan.

Di tempat itulah Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan bayi kecilnya.

Dalam riwayat Shahih Bukhari dijelaskan, Siti Hajar sempat mengejar Nabi Ibrahim sambil bertanya:

“Apakah Allah yang memerintahkan ini?”

Ketika Nabi Ibrahim menjawab “ya”, Siti Hajar berkata:

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Kalimat itu sangat singkat.

Namun justru dari sanalah keteguhan seorang ibu terlihat begitu besar.

Siti Hajar Tidak Hanya Berdoa, Tapi Juga Berlari

Saat bekal air mulai habis, Nabi Ismail kecil menangis kehausan. Tenggorokan terasa kering. Udara gurun makin panas. Pasir tipis bahkan mungkin ikut masuk ke sela sandal saat Siti Hajar berlari kecil di antara bukit.

Di titik itu, Siti Hajar tidak hanya duduk dan menunggu mukjizat.

Ia bergerak.

Dari Bukit Shafa ke Marwah. Lalu kembali lagi.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

Sampai tujuh kali.

Sa’i yang hari ini dilakukan jutaan jamaah haji dan umrah ternyata lahir dari perjuangan seorang ibu mencari air untuk anaknya.

Di beberapa riwayat disebutkan, Siti Hajar sempat mempercepat langkah ketika melewati lembah kecil karena pandangannya terhadap Nabi Ismail terhalang. Kepanikan itu terasa sangat manusiawi.

Ia hanya seorang ibu yang takut kehilangan anaknya.

Dan mungkin di situlah kisah ini terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang hari ini.

Air Zamzam Muncul dari Dekat Kaki Nabi Ismail

Setelah usaha panjang itu, pertolongan Allah akhirnya datang dengan cara yang tidak disangka.

Malaikat Jibril menghentakkan tanah di dekat kaki Nabi Ismail, lalu muncullah mata air Zamzam.

Air itu terus mengalir hingga hari ini.

Data dari Masjidil Haram menunjukkan sumur Zamzam kini menjadi salah satu sumber air utama bagi jutaan jamaah setiap musim haji dan umrah. Distribusinya bahkan menggunakan jaringan modern yang menjangkau hampir seluruh area Masjidil Haram.

Namun yang sering terlupakan, awal mula Zamzam justru lahir dari perjuangan sunyi seorang ibu.

Bukan muncul di atas bukit tempat Siti Hajar berlari.

Tetapi dekat kaki kecil Ismail.

Seolah Allah ingin menunjukkan bahwa manusia wajib berusaha, sementara arah pertolongan tetap menjadi rahasia-Nya.

Nabi Ismail Tumbuh dari Didikan Ibu yang Tangguh

Kisah Nabi Ismail sering langsung dikaitkan dengan peristiwa kurban. Padahal sebelum itu, ia tumbuh bersama sosok ibu yang luar biasa kuat.

Ia melihat bagaimana Siti Hajar bertahan hidup di lembah asing. Bagaimana ibunya tidak menyerah meski berada di tempat yang nyaris tidak memiliki apa pun.

Pelan-pelan, lembah itu mulai didatangi manusia karena keberadaan Zamzam. Dari sanalah kehidupan Makkah tumbuh.

Maka ketika Nabi Ismail berkata kepada ayahnya:

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)

Keberanian itu bukan muncul tiba-tiba.

Ada keteguhan yang sudah ia lihat sejak kecil dari seorang ibu bernama Siti Hajar.

Hari ini, banyak orang mungkin mengenang sa’i hanya sebagai bagian dari ibadah haji dan umrah. Padahal di balik ritual itu ada jejak seorang ibu yang berlari dengan napas memburu di tengah gurun.

Dan jejak itu terus diulang jutaan manusia hingga sekarang.

Makkah Tumbuh dari Kesabaran dan Air Mata

Yang jarang disadari, Makkah tidak hanya dibangun oleh doa Nabi Ibrahim AS.

Kota suci itu juga tumbuh dari langkah kaki Siti Hajar, tangisan Nabi Ismail, dan kesabaran panjang di tengah lembah tandus.

Di beberapa rumah hari ini, mungkin masih ada ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Ada juga yang tetap terlihat tenang meski pikirannya penuh tentang kebutuhan hidup esok hari.

Karena itu, kisah Siti Hajar terasa tidak pernah benar-benar jauh.

Makkah tidak lahir dari kemewahan.

Ia tumbuh dari seorang ibu yang tetap berlari di tengah gurun, bahkan saat tidak ada siapa pun selain Allah yang mendengarkan tangisnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Indonesia vs Italia

    Timnas Indonesia vs Italia? FIFA Matchday 2026 Jadi Laga Terbesar Garuda!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 645
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia vs Italia menjadi topik panas yang mulai ramai dibicarakan jelang FIFA Matchday Juni 2026. Isu ini tidak muncul tanpa alasan. Selain Italia, sejumlah lawan Timnas Indonesia dari kategori elite dunia juga berpotensi hadir. Bahkan, peluang ini membuka jalan bagi Garuda untuk kembali menghadapi tim besar seperti saat melawan Argentina. […]

  • Akademi Crypto

    Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Akademi Crypto

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, FOKUS — Nama Timothy Ronald, influencer fintech yang populer di kalangan generasi muda, kini menjadi sorotan publik. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi kripto yang diduga melibatkan platform edukasi Akademi Crypto. Laporan tersebut menyebutkan kerugian korban mencapai miliaran rupiah. Kasus ini memantik perhatian karena Timothy dikenal luas sebagai figur edukasi […]

  • Ilustrasi arsip dokumen hukum kasus Jeffrey Epstein yang menyinggung tokoh global dalam Epstein Files 2026

    Epstein Files 2026: Nama Elite Global Mulai Terbuka

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Rilis Epstein files 2026 kembali mengguncang dunia. Sekitar tiga juta halaman dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein mulai dibuka ke publik. Meski sebagian besar arsip bersifat administratif dan hukum, sorotan global langsung mengarah pada satu pertanyaan kunci: siapa saja yang disebut di dalamnya? Bagi publik internasional, pembukaan dokumen ini bukan […]

  • UMKM Tasikmalaya

    Dari Tasikmalaya ke Amerika, UMKM Lokal Mulai Dilirik Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — UMKM Tasikmalaya kembali mendapat dorongan besar untuk naik kelas. Melalui KADIN Tasikmalaya Growth Trip 2026, para pelaku usaha daerah tidak hanya belajar membangun bisnis yang sehat, tetapi juga mendapat gambaran nyata bagaimana usaha lokal bisa menarik investor dan menembus pasar internasional. Tema yang diusung kali ini cukup menantang: Making Your Business […]

  • data AMEL

    Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Redaksi Albadarpost menilai kekosongan data AMEL Kominfo Tasikmalaya melemahkan transparansi dan pengawasan uang publik. Etalase Transparansi yang Sengaja Dikaburkan albadarpost.com, EDITORIAL – Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal atau AMEL dirancang sebagai etalase transparansi pengadaan barang dan jasa negara. Di dalamnya, publik seharusnya dapat melihat siapa membeli apa, dari siapa, dengan nilai berapa. Namun pada belanja internet Dinas […]

  • Bendera Merah Putih

    Bendera Merah Putih, Ini Aturan Pengibarannya

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bendera Merah Putih mulai menghiasi jalan, perkantoran, sekolah, hingga permukiman warga menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki Agustus 2026, pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud cinta kepada Tanah Air. Namun, tidak sedikit warga yang masih […]

expand_less