Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Puncak Haji Dimulai, Suasana Perjalanan Jamaah ke Arafah Bikin Haru

Puncak Haji Dimulai, Suasana Perjalanan Jamaah ke Arafah Bikin Haru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Senin, 25 Mei 2026, haji memasuki fase paling menentukan. Jutaan jamaah dari berbagai negara mulai bergerak menuju Arafah untuk menjalani wukuf, rukun utama dalam ibadah haji yang sering disebut sebagai inti dari seluruh perjalanan spiritual umat Islam.

Sejak pagi, bus-bus mulai meninggalkan hotel di Makkah secara bertahap. Jalan menuju Arafah terlihat padat, tetapi tetap bergerak pelan. Dari balik kaca kendaraan, gurun tampak memantulkan cahaya putih yang menyilaukan mata.

Sebagian jamaah menggenggam tas kecil berisi air minum, obat pribadi, dan buku doa yang sudut halamannya mulai melengkung karena terlalu sering dibuka. Ada juga yang menyelipkan handuk kecil basah di leher untuk menahan panas gurun yang mulai terasa menyengat bahkan sebelum siang benar-benar datang.

Di dalam bus, suara pendingin udara terdengar terus-menerus. Kadang bercampur dengan batuk kecil jamaah lansia, bunyi plastik roti yang dibuka pelan, lalu talbiyah yang lirih:

“Labbaikallahumma labbaik…”

Dan entah kenapa, perjalanan menuju Arafah hampir selalu terasa berbeda.

Wukuf di Arafah Menjadi Inti dari Seluruh Haji

Dalam Islam, wukuf di Arafah memiliki kedudukan sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

“Haji adalah Arafah.”
(HR Tirmidzi)

Karena itu jutaan manusia bergerak menuju tempat yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Mereka datang dari berbagai negara dengan bahasa, warna kulit, dan latar kehidupan yang berbeda. Namun ketika mengenakan pakaian ihram, semuanya tampak sederhana.

Putih. Longgar. Hampir tanpa pembeda.

Di titik itu, manusia seperti kehilangan identitas dunianya sendiri.

Tidak ada jabatan.

Tidak ada gelar.

Hanya seorang hamba yang sedang membawa doa-doanya.

Perjalanan ke Arafah Tidak Hanya Soal Perpindahan Tempat

Bagi banyak jamaah, perjalanan menuju Arafah bukan sekadar perpindahan dari Makkah menuju Padang Arafah. Ada perjalanan lain yang ikut bergerak diam-diam di dalam hati mereka.

Sebagian jamaah terlihat sibuk membaca doa dari layar ponsel. Sebagian lainnya memilih memejamkan mata cukup lama sambil menggenggam tasbih kecil di tangan kanan mereka.

Di salah satu sudut terminal pemberangkatan, seorang jamaah lansia tampak berkali-kali mengecek kantong kecil tempat menyimpan batu kerikil untuk lempar jumrah nanti. Tidak jauh dari situ, seorang petugas membantu jamaah lain yang sandalnya mulai rusak karena terlalu sering dipakai berjalan sejak awal haji.

Suasananya ramai. Tapi sunyi dengan cara yang aneh.

Kadang hanya terdengar suara sandal bergesekan di aspal panas. Kadang suara botol air zamzam kosong yang jatuh pelan di lorong bus ketika kendaraan berhenti mendadak.

Lalu hening lagi.

Mungkin karena setiap orang sedang sibuk dengan dirinya sendiri.

Arafah Selalu Membawa Rasa Haru yang Sulit Dijelaskan

Padang Arafah bukan tempat biasa dalam sejarah Islam. Di tempat itulah jutaan manusia berdiri membawa doa, penyesalan, harapan, dan permintaan ampun kepada Allah SWT.

Karena itu banyak jamaah menganggap wukuf sebagai momen paling emosional selama hidup mereka.

Apalagi ketika matahari mulai terasa sangat terik dan lautan manusia terlihat sejauh mata memandang.

Tidak sedikit jamaah yang menangis saat tiba di Arafah. Ada yang menangis karena merasa doanya akhirnya sampai di tempat yang selama ini hanya mereka lihat di televisi. Ada juga yang justru diam cukup lama karena tidak tahu harus meminta apa lebih dulu.

Barangkali memang begitu manusia saat merasa sangat kecil di hadapan Tuhan.

Allah SWT berfirman:

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah.”
(QS Al-Baqarah: 199)

Ayat itu menjadi pengingat bahwa Arafah bukan sekadar titik geografis. Arafah adalah tempat manusia belajar menurunkan egonya sendiri.

Jutaan Orang Bergerak, Tetapi Semua Menuju Hal yang Sama

Puncak haji selalu menghadirkan pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain di dunia. Jutaan orang bergerak hampir bersamaan menuju satu tempat dengan tujuan yang sama: mencari ridha Allah SWT.

Tidak ada konser. Tidak ada pesta.

Tetapi jutaan manusia rela menempuh panas, lelah, dan antre panjang demi bisa berdiri beberapa jam di Padang Arafah.

Di beberapa bus, suara talbiyah kadang mulai melemah menjelang siang karena jamaah kelelahan. Namun beberapa menit kemudian suara itu muncul lagi dari kursi belakang, lalu perlahan diikuti jamaah lain.

Sederhana sekali.

Tapi justru itu yang terasa menyentuh.

Dan mungkin memang di situlah inti haji yang sebenarnya. Manusia datang membawa hidup yang berantakan, dosa yang tidak pernah benar-benar selesai, lalu berharap Allah masih membuka pintu maaf-Nya.

Wukuf Bukan Sekadar Ritual Tahunan

Banyak orang melihat haji sebagai perjalanan fisik menuju Tanah Suci. Padahal di balik itu, ada perjalanan hati yang jauh lebih panjang.

Arafah mengajarkan bahwa pada akhirnya manusia akan berdiri sendiri di hadapan Allah SWT. Tanpa jabatan. Tanpa harta. Dan tanpa keramaian dunia yang selama ini dibanggakan.

Yang tersisa hanya doa.

Dan harapan kecil agar Tuhan masih berkenan menerima seorang hamba yang sepanjang hidupnya sering lalai.

Sebab di Padang Arafah, manusia akhirnya sadar bahwa perjalanan paling jauh ternyata bukan dari rumah menuju Makkah. Melainkan dari hati yang penuh dosa menuju Allah yang tak pernah berhenti membuka ampunan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banner penjualan sapi kurban dan domba aqiqah milik Ari di Sukahurip, Sukaratu, Tasikmalaya.

    Domba Kurban Tasikmalaya, Penjual Tawarkan Daging Siap Santap

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencarian domba kurban Tasikmalaya mulai meningkat di berbagai wilayah menjelang Idul Adha 2026. Tidak sedikit warga yang kini mencari hewan kurban dengan harga terjangkau, kondisi sehat, sekaligus layanan yang praktis. Di tengah kebutuhan itu, penjualan Sapi Qurban dan Domba Aqiqah milik Ari di Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya […]

  • cuaca Nataru

    BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Pada Nataru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    BMKG memetakan cuaca Nataru 2025/2026. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diwaspadai. albadarpost.com, FOKUS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung di tengah dinamika cuaca yang tidak sepenuhnya ekstrem, namun menyimpan risiko nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. […]

  • rotasi kajari

    Kejaksaan Agung Mutasi Puluhan Kajari

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kejaksaan Agung merotasi 43 kajari akhir 2025 untuk menjaga efektivitas dan integritas penegakan hukum daerah. albadarpost.com, FOKUS – Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali melakukan rotasi kajari secara besar-besaran menjelang penutupan tahun 2025. Sebanyak 43 kepala kejaksaan negeri resmi diganti dari total 68 pejabat kejaksaan yang dimutasi melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 […]

  • Rumah Tidak Layak Huni

    Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi pada 2026

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Prabowo targetkan 400 ribu rumah tidak layak huni direhabilitasi pada 2026 lewat program BSPS. albadarpost.com, LENSA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius: sebanyak 400 ribu unit rumah tidak layak huni akan direhabilitasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan angka masyarakat yang […]

  • Anggota Pemuda Pancasila Ciamis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan program Jabar Hijau.

    Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 […]

  • Lomba Jurnalistik Bhayangkara 2026

    Hadiah Puluhan Juta Menanti! Lomba Jurnalistik Bhayangkara 2026 Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polda Jawa Barat resmi membuka Lomba Jurnalistik HUT Bhayangkara Tahun 2026 yang ditujukan bagi wartawan media cetak, online, dan elektronik. Kompetisi yang mengusung tema besar “Polri Presisi untuk Masyarakat” ini berlangsung hingga 27 Juni 2026 dan menawarkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi karya terbaik yang mengangkat kisah inspiratif pelayanan kepolisian […]

expand_less