Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plh Sekda Kota Tasikmalaya Hanapi akhirnya angkat bicara terkait tuntutan reward sukwan Tasik yang disampaikan 116 petugas kebersihan berstatus sukwan di Bale Wiwitan, Selasa (19/5/2026). Ia mengakui pernah menyampaikan janji pemberian reward saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.

Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.

Menurut Hanapi, aspirasi para petugas kebersihan sudah diterima pemerintah kota dan saat ini sedang dibahas bersama pimpinan daerah dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta aturan hukum yang berlaku.

“Apa yang mereka sampaikan sudah tertangkap. Kita tidak menutup mata. Aspirasi ini akan kita godok bersama pimpinan dan melihat kemampuan anggaran serta aturan yang berlaku,” ujar Hanapi usai kegiatan pelepasan petugas kebersihan.

Pernyataan tersebut muncul setelah suasana apel petugas kebersihan sebelumnya berubah menjadi momen penagihan janji oleh ratusan sukwan.

Hanapi Sebut Sukwan Layak Diperhatikan

Dalam keterangannya, Hanapi menilai para petugas kebersihan sukwan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan Kota Tasikmalaya meskipun bekerja dengan keterbatasan status dan penghasilan.

Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah memahami aspirasi yang mereka sampaikan.

“Mereka berjuang secara sukarela membantu kebersihan kota, meskipun hasilnya tidak signifikan dan tidak pasti. Justru karena itu, mereka sangat layak untuk kita perhatikan,” katanya.

Ia juga meminta seluruh petugas tetap semangat menjalankan tugas sambil menunggu hasil pembahasan internal pemerintah daerah.

Di sisi lain, Hanapi menegaskan pemerintah tidak bisa langsung merealisasikan reward tanpa mempertimbangkan dasar hukum dan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, setiap kebijakan harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.

Reward Masih Menunggu Pembahasan Anggaran

Hanapi mengakui perubahan jabatan menjadi salah satu faktor yang membuat realisasi reward belum berjalan sesuai harapan para sukwan.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah kota tidak mengabaikan tuntutan tersebut.

“Saya tidak berani mengatakan apa-apa dulu sekarang. Pokoknya, insyaallah akan kita bantu. Kita cari jalan terbaik agar pengabdian mereka mendapat bentuk apresiasi yang sesuai,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pembahasan reward masih terbuka, meskipun belum ada keputusan final terkait bentuk maupun besaran apresiasi yang akan diberikan.

Bagi sebagian sukwan, jawaban tersebut memberi sedikit harapan. Namun di sisi lain, banyak yang masih menunggu kepastian lebih konkret.

Karena bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar soal tambahan bantuan.

Tetapi juga tentang penghargaan terhadap pekerjaan yang selama ini sering dianggap biasa.

Sukwan Jadi Tulang Punggung Kebersihan Kota

Selama ini para sukwan kebersihan bekerja di berbagai titik wilayah Kota Tasikmalaya, mulai dari jalan protokol, pasar, hingga lingkungan permukiman.

Sebagian besar bekerja sejak dini hari sebelum aktivitas masyarakat dimulai.

Ada yang menyapu trotoar ketika jalan masih sepi. Ada pula yang membersihkan tumpukan sampah pasar sebelum pedagang kembali membuka lapak.

Namun pekerjaan mereka jarang terlihat ketika kota dalam keadaan bersih.

Masyarakat biasanya baru sadar pentingnya petugas kebersihan saat sampah mulai menumpuk atau saluran tersumbat.

Dan kondisi itulah yang membuat tuntutan reward menjadi perhatian publik.

Apalagi jumlah sukwan yang menyampaikan aspirasi mencapai 116 orang.

Di Bale Wiwitan sendiri, suasana sempat terasa tegang ketika para petugas mulai mempertanyakan janji yang pernah disampaikan Hanapi saat masih memimpin DLH.

Meski tidak ada kericuhan, sebagian petugas terlihat memilih bertahan lebih lama seusai apel untuk mendengarkan langsung jawaban dari pemerintah kota.

Pemerintah Kota Cari Solusi yang Aman Secara Hukum

Hanapi menegaskan pemerintah daerah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait reward sukwan.

Menurutnya, pemberian apresiasi kepada tenaga nonformal tetap membutuhkan payung aturan yang jelas agar tidak menyalahi ketentuan pengelolaan anggaran daerah.

Karena itu, pembahasan akan dilakukan bersama pimpinan daerah sebelum diputuskan lebih lanjut.

Di sisi lain, pemerintah juga memahami pentingnya menjaga motivasi para petugas kebersihan yang selama ini membantu menjaga kenyamanan kota.

Apalagi persoalan kebersihan menjadi salah satu wajah utama pelayanan publik di perkotaan.

Dan pekerjaan itu sebagian besar dijalankan oleh orang-orang yang sering bekerja tanpa sorotan.

Ada petugas yang tetap menyapu jalan saat hujan turun. Ada juga yang berangkat sebelum matahari terbit ketika sebagian besar warga masih tidur.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi kota yang bersih tidak pernah tercipta dengan sendirinya.

Aspirasi Sukwan Jadi Sorotan Publik

Persoalan reward sukwan kini mulai menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kesejahteraan tenaga kebersihan yang selama ini berada di lapangan.

Sebagian warga menilai pemerintah perlu memberi perhatian lebih terhadap para sukwan yang ikut menjaga kebersihan kota meski berstatus nonformal.

Di media sosial, sejumlah komentar juga muncul mendukung agar ada solusi konkret bagi para petugas kebersihan tersebut.

Karena pada akhirnya, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Tetapi juga hasil kerja banyak orang yang sering tidak terlihat.

Janji itu memang belum berubah menjadi reward.

Tetapi pagi di Bale Wiwitan kemarin meninggalkan satu pesan yang cukup jelas: kota yang bersih berdiri di atas kerja orang-orang sederhana… yang selama ini terlalu sering dilupakan. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SIM Digital

    SIM Digital Resmi Hadir, Praktis dan Lebih Aman

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — SIM Digital kini menjadi salah satu layanan yang banyak dicari masyarakat setelah Digital Korlantas POLRI menghadirkan kemudahan akses Surat Izin Mengemudi langsung melalui telepon genggam. Kehadiran SIM elektronik atau SIM Digital tidak hanya membuat dokumen lebih mudah diakses, tetapi juga membawa sistem keamanan baru melalui QR Code dinamis yang berubah otomatis […]

  • Belanda vs Swedia

    Jelang Belanda vs Swedia, Data Ini Justru Menguntungkan Tim Tamu

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pertandingan Belanda vs Swedia pada agenda FIFA 2026 mulai menyita perhatian pecinta sepak bola Eropa. Meski Timnas Belanda masih unggul dalam ranking FIFA dan kualitas skuad, statistik terbaru menunjukkan bahwa Timnas Swedia datang dengan modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Prediksi Belanda vs Swedia pun menjadi semakin menarik. Di satu […]

  • Kantor Bank Jambi saat insiden peretasan siber yang menyebabkan saldo nasabah hilang

    Bank Jambi Kehilangan Saldo Nasabah, OJK Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Insiden peretasan siber mengguncang perbankan daerah setelah bank Jambi kehilangan saldo nasabah dalam dugaan pembobolan sistem digital. Kasus rekening nasabah Bank Jambi bobol dan saldo hilang itu memicu kekhawatiran publik, terutama karena kerugian terjadi secara nyata pada sejumlah rekening. Selain itu, dugaan serangan siber terhadap bank daerah tersebut langsung menjadi sorotan […]

  • Pengamanan Bank Sukaraja

    Bank BJB Sukaraja Tasikmalaya Dijaga Ketat, Polisi Pastikan Transaksi Aman

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengamanan Bank Sukaraja Sukabumi kembali diperketat setelah aktivitas transaksi nasabah di Bank BJB Sukaraja meningkat signifikan pada Jumat (24/4/2026). Pengamanan Bank Sukaraja atau penjagaan intensif objek vital perbankan ini dilakukan Polsek Sukaraja untuk memastikan situasi tetap aman di tengah mobilitas warga yang semakin padat di awal akhir pekan. Sejak pagi, suasana […]

  • Pinjol Darurat

    Ambulans Dipakai Tagih Pinjol, DPR RI Minta Debt Collector Ditindak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suara sirene ambulans biasanya membuat warga panik. Orang-orang memberi jalan karena mengira ada nyawa yang harus segera diselamatkan. Namun belakangan, fasilitas darurat itu justru diduga dipakai untuk kepentingan penagihan pinjaman online atau pinjol darurat. Kasus ini memantik kemarahan publik setelah muncul laporan tentang debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans dan pemadam […]

  • Ponpes Al Furqon Cianjur Terbakar

    Ponpes Al Furqon Cianjur Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas di Ponpes Al Furqon Cianjur terbakar mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api melalap sebagian bangunan pondok pesantren di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jumat (24/7/2026). Selain bangunan pesantren, satu rumah warga di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa […]

expand_less