Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rahasia 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Lebih Istimewa dari Hari Lain?

Rahasia 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Lebih Istimewa dari Hari Lain?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua hari memiliki nilai yang sama dalam Islam. Ada waktu-waktu tertentu yang Allah muliakan dengan cara yang sangat istimewa. Salah satunya adalah 10 Hari Dzulhijjah, atau 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang sering disebut sebagai hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.

Menariknya, banyak umat Islam justru lebih familiar dengan Ramadan dibanding keutamaan awal Dzulhijjah. Padahal dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW menyebut amal pada hari-hari ini lebih dicintai Allah dibanding hari lain sepanjang tahun.

Karena itu, para ulama sering menyebut awal Dzulhijjah sebagai “musim besar ibadah” bagi umat Islam.

Dan suasananya memang beda.

Kadang suara takbir pertama justru terdengar dari speaker musala kecil setelah salat Magrib, sementara sebagian orang masih sibuk memeriksa notifikasi belanja online di ponselnya. Ada juga ibu-ibu yang mendadak mengingatkan puasa Arafah lewat grup keluarga dengan pesan singkat: “Besok jangan lupa niat.”

Hal-hal kecil seperti itu terasa sederhana. Tetapi hangat sekali.

Dalil Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah

Keutamaan 10 Hari Dzulhijjah memiliki dasar yang sangat kuat dalam Al-Qur’an dan hadis.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fajr:

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1-2)

Banyak ulama tafsir seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada 10 hari pertama Dzulhijjah.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal pada 10 hari ini.”
(HR. Bukhari)

Para sahabat bahkan bertanya apakah amal tersebut lebih utama dibanding jihad di jalan Allah. Rasulullah SAW menjawab bahwa amal di hari-hari itu tetap lebih utama, kecuali jihad seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali lagi.

Hadis ini menunjukkan betapa luar biasanya keutamaan awal Dzulhijjah.

Kenapa Hari-Hari Ini Sangat Istimewa?

Ada alasan besar mengapa 10 Hari Dzulhijjah memiliki posisi tinggi dalam Islam.

Pada hari-hari tersebut berkumpul berbagai ibadah utama:

  • salat,
  • puasa,
  • sedekah,
  • dzikir,
  • haji,
  • hingga kurban.

Semua bentuk penghambaan hadir dalam satu momentum yang sama. Karena itu, banyak ulama menyebut awal Dzulhijjah sebagai paket lengkap ibadah tahunan umat Islam.

Selain itu, terdapat Hari Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini sangat istimewa karena menjadi waktu mustajab doa dan pengampunan dosa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)

Itulah sebabnya banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri jauh sebelum Hari Arafah tiba.

Kadang suasananya terasa sederhana sekali. Ada yang menempel catatan kecil bertuliskan “Puasa Besok” di pintu kulkas dekat toples sambal. Ada juga yang memasang alarm tahajud pukul 03.17 dini hari lalu tidur lebih cepat karena takut kesiangan sahur.

Detail-detail kecil seperti itu justru membuat awal Dzulhijjah terasa hidup.

Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Dzulhijjah

Agar tidak melewatkan momen istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh.

1. Memperbanyak Dzikir

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak:

  • takbir,
  • tahmid,
  • tahlil,
  • dan tasbih.

Karena itu, lantunan takbir biasanya mulai terdengar lebih sering menjelang Iduladha.

2. Puasa Dzulhijjah dan Arafah

Puasa pada awal Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji.

Dan menariknya, banyak orang justru merasa suasana puasa Dzulhijjah berbeda dibanding puasa lain. Lebih tenang. Lebih sunyi sedikit.

3. Membaca Al-Qur’an dan Bersedekah

Awal Dzulhijjah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an dan memperbanyak sedekah.

Bahkan sedekah kecil sering terasa berbeda nilainya pada hari-hari ini.

Ada orang yang diam-diam mentransfer uang ke rekening masjid setelah melihat poster kurban lewat status WhatsApp. Tidak besar mungkin. Tetapi niat baik kadang memang lahir dari momen yang sangat sederhana.

Momentum yang Sering Terlewat karena Sibuk Dunia

Ironisnya, sebagian orang hari ini lebih hafal jadwal flash sale dan tanggal gajian dibanding tanggal puasa Arafah.

Notifikasi diskon terus berbunyi. Video pendek terus muncul tanpa henti. Sementara pengingat dzikir Dzulhijjah kadang lewat begitu saja di timeline.

Dunia digital memang bergerak cepat sekali sekarang.

Namun justru di tengah kebisingan itu, 10 Hari Dzulhijjah hadir seperti jeda kecil yang menenangkan hati. Mengingatkan manusia bahwa hidup bukan hanya soal target dunia dan angka rekening.

Kadang seseorang baru sadar ketika malam takbiran datang terlalu cepat. Lalu muncul perasaan kecil dalam hati: “Kenapa hari-hari istimewa ini cepat sekali berlalu?”

Jangan Tunggu Jadi Lebih Baik Dulu

Banyak orang menunda ibadah karena merasa dirinya belum pantas. Padahal 10 Hari Dzulhijjah justru menjadi kesempatan untuk kembali mendekat kepada Allah, bahkan dengan langkah kecil sekalipun.

Mulailah dari doa sederhana. Dzikir pendek. Sedekah kecil. Atau sekadar bangun lebih awal untuk salat Subuh berjamaah.

Karena dalam Islam, amal yang dicintai Allah bukan selalu yang paling besar. Tetapi yang paling ikhlas dan terus dilakukan.

Bisa jadi, satu takbir lirih di awal Dzulhijjah lebih bernilai di sisi Allah dibanding seluruh kesibukan dunia yang selama ini membuat manusia lupa pulang kepada-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hak asuh anak setelah perceraian

    Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Tanggung Jawab Orang Tua Menurut Hukum Islam dan UU Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Hak asuh anak setelah perceraian diatur hukum Islam dan UU, demi kepentingan terbaik bagi anak. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan suami istri, tetapi juga permulaan babak baru yang menentukan arah hidup anak-anak mereka. Dalam konteks hukum Islam maupun sistem perundang-undangan Indonesia, hak asuh anak setelah perceraian bukan sekadar soal siapa yang berhak, […]

  • padang arafah

    Kumpulan Doa Mustajab Saat Ibadah Haji di Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di antara jutaan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci setiap tahun, ada satu hal yang sering terlihat sama: banyak yang sibuk dengan rangkaian ibadah, tetapi lupa bahwa doa haji justru menjadi inti dari seluruh perjalanan itu sendiri. Istilah lain seperti doa ibadah haji atau doa mustajab di haji sebenarnya merujuk pada satu […]

  • OSS RBA

    OSS RBA Diperketat, Pelaporan LKPM Jadi Kunci

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Perubahan aturan OSS RBA 2025 memperketat izin usaha dan kewajiban LKPM bagi pelaku usaha. albadarpost.com, FOKUS – Perubahan regulasi OSS RBA dan kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada 2025 mengubah lanskap perizinan usaha di Indonesia. Pemerintah memperketat mekanisme pengawasan, mulai dari tahap perizinan berbasis risiko hingga kewajiban pelaporan investasi yang lebih disiplin. Kebijakan […]

  • wakaf produktif

    Dua Kota Perluas Wakaf Produktif demi Kemandirian Fiskal Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sukabumi dan Tasikmalaya sepakat memperkuat wakaf produktif sebagai solusi pendanaan sosial dan kemandirian ekonomi. albadarpost.com, LENSA – Kolaborasi dua pemerintah kota di Jawa Barat kembali menguat, kali ini pada sektor yang dinilai mampu menciptakan kemandirian fiskal daerah. Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya sepakat memperluas pemanfaatan wakaf produktif, instrumen ekonomi yang dianggap bisa menjawab […]

  • rokok ilegal

    Rantai Distribusi Rokok Ilegal dari Sisi Pelaku dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Rantai rokok ilegal tumbuh dari tekanan ekonomi, kebutuhan harian, dan celah distribusi tanpa regulasi. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di kios kecilnya yang bersebelahan dengan bengkel motor, Jaya menata bungkus-bungkus rokok tanpa pita cukai seperti menata permen. Ia tidak pernah menyebut produk itu “ilegal.” Sebutan yang dipilihnya jauh lebih sederhana: “rokok murah.” Di warungnya, orang datang karena […]

  • Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com – LENSA. Rubrik Lensa di albadarpost.com adalah ruang yang menajamkan pandangan kita terhadap kenyataan. Nama “Lensa” dipilih karena kami percaya data, riset, dan angka bukanlah deretan simbol kaku, melainkan jendela untuk memahami realita sosial yang kerap disembunyikan. Melalui Lensa, kami ingin memperlihatkan apa yang sering tak terlihat: ketimpangan, kesenjangan, dan potret kehidupan rakyat yang […]

expand_less