Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Banyak Keluarga Retak karena Utang, Nabi Sudah Mengingatkannya

Banyak Keluarga Retak karena Utang, Nabi Sudah Mengingatkannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hutang dalam Islam sejak dulu sudah menjadi perhatian serius. Rasulullah SAW bahkan sering berdoa agar dijauhkan dari lilitan hutang karena dampaknya tidak hanya menyentuh urusan uang, tetapi juga ketenangan hidup, hubungan keluarga, bahkan kualitas ibadah seseorang.

Hari ini, hadis tentang hutang itu terasa semakin nyata. Banyak keluarga tampak baik-baik saja di media sosial, tetapi diam-diam hidup di bawah tekanan cicilan, pinjaman online, dan tagihan yang terus datang tanpa jeda.

Ada ayah yang tetap memakai seragam kerja rapi setiap pagi, lalu berangkat sambil tersenyum kecil di depan anak-anaknya. Namun beberapa menit kemudian, ia berhenti sebentar di pinggir jalan hanya untuk menarik napas panjang setelah membaca pesan penagihan di ponselnya.

Di dalam rumah, amplop tagihan listrik masih terlipat di atas kulkas. Sementara di meja makan, obrolan mulai pendek-pendek. Tidak ada pertengkaran besar. Hanya suasana yang perlahan berubah dingin.

Dan anehnya, zaman sekarang orang bisa membeli kopi mahal sambil pura-pura tenang, padahal limit pinjaman onlinenya tinggal beberapa ribu rupiah lagi.

Rasulullah SAW Sering Memohon Perlindungan dari Hutang

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan hutang.”

Ketika sahabat bertanya mengapa Rasulullah begitu sering meminta perlindungan dari hutang, beliau menjawab:

“Karena seseorang jika berhutang, ia akan berkata lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.”
(HR Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan dengan kehidupan modern. Banyak orang awalnya berhutang untuk kebutuhan kecil. Namun setelah tekanan datang, sebagian mulai menghindari telepon, sulit tidur, bahkan kehilangan ketenangan saat berkumpul bersama keluarga.

Islam tidak melarang hutang. Akan tetapi, Islam mengingatkan bahwa hutang adalah amanah berat yang bisa menyeret seseorang ke dalam tekanan batin jika tidak dijaga dengan tanggung jawab.

Gaya Hidup Modern Membuat Banyak Orang Terjebak

Salah satu penyebab terbesar masalah hutang hari ini ialah gaya hidup yang dipaksakan. Media sosial membuat banyak orang merasa harus selalu terlihat sukses, meski kondisi keuangan sebenarnya sedang goyah.

Ada yang rela mengambil cicilan demi ponsel baru. Ada yang memaksakan liburan agar terlihat bahagia di dunia maya. Bahkan ada keluarga yang tetap menggelar hajatan hanya karena takut dianggap gagal oleh lingkungan sekitar.

Lucunya, setelah semua foto selesai diunggah, kecemasan itu tetap pulang bersama mereka.

Kadang malam di sebuah rumah terasa sunyi sekali. Televisi menyala, tetapi tidak benar-benar ditonton. Anak-anak masuk kamar lebih cepat. Sementara orang tuanya duduk diam menghitung sisa saldo di layar ponsel yang cahayanya menyinari wajah lelah mereka.

Dan sering kali, hutang tidak langsung menghancurkan rumah. Ia masuk pelan-pelan. Lewat cicilan kecil. Lewat gengsi yang dianggap biasa. Sampai akhirnya ketenangan di rumah mulai habis tanpa sadar.

Hutang Bisa Mengganggu Ibadah dan Pikiran

Dalam Islam, hutang bukan sekadar masalah ekonomi. Hutang juga bisa memengaruhi kesehatan mental dan hubungan seseorang dengan Allah SWT.

Orang yang terlalu tertekan oleh hutang sering kehilangan fokus saat salat. Pikirannya terus dipenuhi jadwal pembayaran, bunga pinjaman, atau ancaman penagihan yang datang sewaktu-waktu.

Ada orang yang masih duduk lama di atas sajadah setelah salat isya. Tapi bukan karena ingin berzikir lebih khusyuk. Dadanya hanya terasa penuh. Berat sekali. Ia bingung harus mulai mencari uang dari mana lagi besok pagi.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.”
(QS Al-Isra: 26)

Ayat ini mengingatkan bahwa gaya hidup berlebihan sering menjadi pintu awal datangnya masalah keuangan. Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan, kesederhanaan, dan kemampuan mengendalikan keinginan.

Islam Mengajarkan Hidup Secukupnya

Islam tidak melarang umatnya hidup nyaman atau memiliki harta. Namun Islam sangat menekankan tanggung jawab dan ketenangan hati dalam mencari rezeki.

Rasulullah SAW bahkan pernah menunda menyalatkan jenazah seseorang yang masih memiliki hutang sebelum ada jaminan pelunasan. Peristiwa itu menunjukkan betapa seriusnya persoalan hutang dalam Islam.

Karena itu, sebelum berhutang, seseorang perlu bertanya dengan jujur kepada dirinya sendiri: apakah ini benar-benar kebutuhan, atau hanya rasa takut tertinggal dari orang lain?

Kadang yang paling melelahkan bukan jumlah tagihannya. Tapi rasa malu ketika harus terus bilang “insyaallah segera dibayar” padahal hati sendiri mulai goyah. Sedikit.

Cara agar Keluarga Terhindar dari Lilitan Hutang

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar keluarga lebih aman dari tekanan hutang. Pertama, membedakan kebutuhan dan keinginan. Kedua, menghindari gaya hidup konsumtif. Ketiga, membiasakan musyawarah keuangan dalam rumah tangga.

Selain itu, perbanyak doa agar Allah memberi kecukupan dan keberkahan rezeki. Sebab tidak sedikit keluarga yang sebenarnya berpenghasilan cukup, tetapi tetap merasa kurang karena gaya hidup berjalan lebih cepat daripada kemampuan.

Dalam banyak kasus, masalah terbesar bukan pendapatan yang kecil. Masalah muncul ketika keinginan tumbuh tanpa batas.

Hutang memang tidak selalu langsung merobohkan rumah. Namun pelan-pelan, ia bisa mencuri tidur, mengubah nada bicara di meja makan, lalu membuat sebuah keluarga terasa asing… bahkan ketika masih tinggal di atap yang sama. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tekanan fiskal

    Tekanan Fiskal Menghimpit APBD Jabar 2026, Ini Sikap Pemprov

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Tekanan fiskal menghimpit APBD Jawa Barat 2026. Pemprov Jabar tetap menjaga pembangunan prioritas. APBD Jabar 2026 Tertekan Tekanan Fiskal, Pemprov Tetap Jaga Pembangunan albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tekanan fiskal kembali menjadi tantangan utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Ruang fiskal yang semakin menyempit membuat pemerintah daerah harus […]

  • Ilustrasi perempuan muda berjalan di kawasan sepi dengan bayangan pria mengintai, menggambarkan ancaman penculikan oleh penagih bank keliling.

    Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan penculikan dan penyekapan yang melibatkan penagih bank keliling memicu kekhawatiran publik. Peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang keluarga korban asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tetapi juga membuka diskusi serius tentang keamanan gadis remaja di daerah lain. Di tengah aktivitas ekonomi informal yang berkembang, masyarakat kini menghadapi risiko baru yang sebelumnya jarang […]

  • penganiayaan kurir COD

    Penganiayaan Kurir COD di Bekasi: Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi berakhir. Pelaku menyerahkan diri dan dijerat Pasal 351 KUHP. albadarpost.com, LENSA. Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi akhirnya menemukan titik terang. Christian Kapau alias Kece, pelaku penganiayaan, memilih menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke Tangerang. Polisi memastikan pelaku sudah berstatus tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHP. Pelaku Penganiayaan […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melantik pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2029 di Pendopo Baru.

    Bupati Cecep Tegaskan Peran Strategis Penyuluh KB untuk Selamatkan Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat pagi, tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Sejumlah tamu undangan mulai berdatangan sejak pagi dengan mengenakan pakaian formal. Di beberapa kursi bagian depan, para pengurus yang akan dilantik terlihat sesekali berbincang sambil merapikan berkas pelantikan. Di lokasi itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melantik dan […]

  • Kota Makkah

    7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 254
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat. Kota Makkah memang berbeda. Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada […]

  • Bupati Tasikmalaya menghadiri Temu Strategis KWT dan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan.

    KWT Tasikmalaya Didorong Jadi Penopang Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat peran KWT Tasikmalaya atau Kelompok Wanita Tani dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Selain mendorong pemanfaatan lahan pekarangan produktif, pemerintah juga menyiapkan bantuan bibit hortikultura untuk masyarakat melalui kelompok tani perempuan di berbagai wilayah. Program tersebut disampaikan Bupati Cecep Nurul Yakin saat menghadiri Temu Strategis bersama Forum […]

expand_less