Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perempatan Cipanas Galunggung Sukaratu, Selasa (12/5/2026), terasa sedikit berbeda. Udara masih dingin. Kabut tipis belum sepenuhnya hilang dari sekitar Kampung Nyalindung, Jawa Barat. Namun di sisi jalan, tiga petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya sudah berdiri sejak pagi sambil memperhatikan kendaraan yang melintas satu per satu.

Sesekali suara rem angin truk terdengar keras dari kejauhan. Lalu kendaraan besar itu melambat. Sopir membuka kaca, berbicara singkat dengan petugas, kemudian memutar arah.

Situasi seperti itu terus berulang sepanjang pagi.

Di titik tersebut kini berdiri papan peringatan cukup mencolok bertuliskan larangan kendaraan besar dengan lebar lebih dari 2,1 meter memasuki Jalur Gunungsari-Cipanas. Jalan yang selama beberapa waktu terakhir dikeluhkan warga karena cepat rusak itu akhirnya mulai dijaga ketat.

Langkah Dishub Kabupaten Tasikmalaya ini langsung menjadi perhatian masyarakat. Sebab sebelumnya, warga berkali-kali menyuarakan keluhan soal aktivitas kendaraan tambang pasir yang melintas hampir setiap hari.

Warga Sempat Pesimistis, Kini Mulai Percaya

Tidak sedikit warga yang awalnya mengaku pesimistis. Mereka sudah terlalu sering mendengar rencana pengawasan, tetapi kondisi jalan tetap rusak.

Aspal yang baru diperbaiki perlahan kembali retak. Di beberapa titik bahkan sempat bergelombang akibat kendaraan bertonase berat yang terus melintas.

Karena itu, suasana audiensi antara warga dan Dishub pada Senin lalu berlangsung cukup tegang. Forum Antasari bersama sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah bergerak lebih serius.

Dan ternyata, sehari setelah pertemuan itu, petugas benar-benar turun ke lapangan.

“Kami lihat sendiri sekarang ada penjagaan. Ini yang warga tunggu sebenarnya,” kata Kristiawan, Koordinator Forum Antasari.

Menurut dia, masyarakat tidak pernah melarang aktivitas usaha berjalan. Namun warga juga ingin jalan desa tetap aman digunakan anak sekolah, pengendara motor, hingga mobil warga yang setiap hari melintas.

Apalagi jalur tersebut baru selesai dibangun beberapa bulan lalu.

Jalur Desa Tak Mau Lagi Jadi Korban

Kepala Desa Gunungsari, Susandi, tampak beberapa kali ikut memantau kondisi di sekitar lokasi penjagaan

Jalan Gunungsari Cipanas. Ia menyebut pengawasan ini menjadi langkah penting agar pembangunan jalan tidak kembali sia-sia.

Baginya, jalan desa bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Jalan itu dipakai warga untuk bekerja, membawa hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi harian.

“Kalau rusak lagi, yang paling terasa ya masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi anggaran pemerintah yang saat ini harus digunakan seefisien mungkin. Karena itu, menjaga jalan yang sudah dibangun dianggap jauh lebih penting dibanding terus melakukan perbaikan berulang.

Di sisi lain, suasana di lokasi penjagaan juga mulai berubah. Jika sebelumnya kendaraan besar bebas melintas, kini banyak sopir memilih berhenti lebih dulu sebelum masuk jalur Gunungsari.

Sebagian terlihat berdiskusi singkat dengan petugas. Ada pula yang langsung memutar kendaraan tanpa banyak bicara.

Dishub Mulai Tunjukkan Langkah Nyata

Dishub Kabupaten Tasikmalaya membagi pengawasan menjadi dua sesi, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Pola itu dilakukan agar kendaraan tambang tidak lagi leluasa masuk pada jam-jam tertentu.

Warga menilai langkah tersebut jauh lebih terasa dibanding pengawasan sebelumnya yang hanya berlangsung sesaat.

Selain penjagaan langsung, muncul pula wacana pemasangan portal permanen sebagai solusi jangka panjang. Rencana itu masih dalam tahap kajian karena harus menyesuaikan aturan dan kebutuhan teknis di lapangan.

Meski begitu, masyarakat berharap pengawasan tidak berhenti setelah perhatian publik mereda.

Sebab bagi warga Gunungsari dan Tawangbanteng, persoalan ini bukan hanya soal jalan rusak. Ada rasa lelah karena bertahun-tahun melihat infrastruktur desa cepat hancur sementara aktivitas kendaraan besar terus berjalan.

Kini setidaknya ada tanda bahwa suara warga mulai benar-benar didengar.

Dan pagi itu, ketika satu per satu truk besar diminta putar balik di simpang Cipanas, banyak warga hanya berdiri memperhatikan dari pinggir jalan. Tidak bersorak. Tidak juga bertepuk tangan.

Tetapi dari wajah mereka, tampak ada rasa lega yang pelan-pelan kembali tumbuh.

Kadang warga desa tidak menuntut banyak. Mereka hanya ingin jalan yang dibangun dengan uang rakyat bisa bertahan lebih lama daripada debu dan roda truk yang setiap hari melindasnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • insiden wali kota tasikmalaya

    Sorotan di BKPSDM: Wali Kota Tasikmalaya dan Momen Tak Biasa dengan Jurnalis

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

     albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di Aula BKPSDM Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026), awalnya berjalan seperti agenda kedinasan pada umumnya. Namun, di tengah deretan kursi dan kamera yang sudah bersiap, muncul satu momen kecil yang kemudian menyebar cepat di kalangan jurnalis: interaksi singkat antara Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan sejumlah wartawan di area tangga […]

  • modus penipuan AI

    OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    OJK Jabar memperingatkan peningkatan modus penipuan AI dan meminta warga lebih waspada menjaga data pribadi. albadarpost.com, PELITA – Peringatan baru dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyusul kenaikan kasus kejahatan digital berbasis kecerdasan buatan. Modus penipuan AI kini berkembang pesat, menghadirkan risiko serius bagi keamanan data dan aktivitas keuangan masyarakat. Peringatan ini penting mengingat […]

  • produk UMKM laris

    Tak Disangka! Produk UMKM Ini Dulunya Diremehkan, Kini Omzetnya Meledak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang dulu meragukan masa depan produk UMKM laris di tengah dominasi brand besar. Namun situasi berubah cepat. Produk usaha kecil, bisnis lokal kreatif, dan produk rumahan inovatif justru mencuri perhatian pasar digital. Yang menarik, sebagian besar produk ini tidak lahir dari modal besar. Mereka muncul dari eksperimen sederhana, bahkan ide […]

  • pembinaan UMKM

    UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Analisis kebijakan pembinaan UMKM Tasikmalaya dibandingkan Bandung dan Bekasi dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – KADIN Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal. Namun, di tengah persaingan antardaerah di Jawa Barat, pertanyaan yang lebih mendasar muncul: sejauh mana model pembinaan UMKM Tasikmalaya mampu […]

  • Fiqih Salat Jumat

    Fiqih Salat Jumat: Tiga Perdebatan yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fiqih Salat Jumat, hukum Salat Jumat, dan syarat Salat Jumat masih menjadi pembahasan yang sering muncul di tengah masyarakat Indonesia. Dari persoalan jumlah minimal jamaah, pelaksanaan dua Jumat dalam satu wilayah, hingga Jumat di sekolah atau pesantren, perbedaan pendapat para ulama kerap menjadi bahan diskusi yang tidak pernah benar-benar usai. Menjelang azan […]

  • OSS RBA

    OSS RBA Diperketat, Pelaporan LKPM Jadi Kunci

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Perubahan aturan OSS RBA 2025 memperketat izin usaha dan kewajiban LKPM bagi pelaku usaha. albadarpost.com, FOKUS – Perubahan regulasi OSS RBA dan kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada 2025 mengubah lanskap perizinan usaha di Indonesia. Pemerintah memperketat mekanisme pengawasan, mulai dari tahap perizinan berbasis risiko hingga kewajiban pelaporan investasi yang lebih disiplin. Kebijakan […]

expand_less