Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Dulu Tak Bisa Komputer, Kini Jadi Desa Digital Nasional: Kisah Krandegan

Dulu Tak Bisa Komputer, Kini Jadi Desa Digital Nasional: Kisah Krandegan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah sudut Kabupaten Purworejo, ada satu desa yang dulu bahkan belum akrab dengan komputer. Tahun 2013, Desa Krandegan masuk kategori desa miskin. Perangkat desanya berjumlah belasan orang—dan tidak satu pun mampu mengoperasikan komputer.

Namun hari ini, desa itu dikenal sebagai desa digital. Transformasi digitalisasi desa dan perubahan berbasis teknologi bukan lagi wacana di sana. Ia hidup, digunakan setiap hari, dan dirasakan langsung oleh warganya.

Perubahan ini tidak datang dari kemewahan. Ia lahir dari keterbatasan.

Ketika Keterbatasan Justru Jadi Titik Awal

Krandegan tidak memulai dari kondisi ideal. Pelayanan publik masih manual. Informasi berjalan lambat. Akses teknologi hampir tidak ada.

Namun di tengah keterbatasan itu, muncul satu keputusan penting: berubah.

Perubahan dimulai perlahan. Belajar teknologi dari nol. Membangun sistem sederhana. Mengubah cara kerja yang sudah bertahun-tahun berjalan.

Prosesnya tidak cepat. Bahkan tidak mudah. Tetapi langkah kecil itu terus dijaga.

Hingga akhirnya, hasilnya mulai terlihat.

Lompatan yang Tak Banyak Disangka

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Krandegan mengalami lonjakan yang sulit dipercaya.

Tahun 2020, desa ini mulai meraih penghargaan. Tahun 2022, statusnya berubah menjadi desa mandiri. Lalu sejak 2023 hingga sekarang, Krandegan dikenal sebagai salah satu percontohan desa digital di Indonesia.

Yang berubah bukan hanya status. Cara hidup masyarakat juga ikut berubah.

Warga tidak lagi harus datang ke kantor desa untuk mengurus administrasi. Layanan bisa diakses secara digital. Informasi terbuka. Proses menjadi cepat.

Dan yang paling terasa: masyarakat mulai terbiasa dengan teknologi.

Desa Digital: Bukan Sekadar Internet

Banyak orang mengira desa digital hanya soal jaringan internet. Namun Krandegan menunjukkan sesuatu yang berbeda.

Teknologi di sana benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan warga.

Sistem pelayanan online seperti SiPolgan mempermudah urusan administrasi. Portal desa membuka akses informasi. Bahkan keamanan lingkungan didukung CCTV online dan panic button.

Selain itu, teknologi juga masuk ke sektor lain. Pertanian mulai memanfaatkan IoT. Lingkungan dipantau dengan sistem peringatan dini. Komunikasi warga terhubung melalui kanal digital.

Dalam empat bulan saja hingga April 2026, akses layanan digital desa ini mencapai sekitar 1,4 juta kunjungan. Angka yang tidak kecil untuk ukuran desa.

Transparansi yang Mengubah Kepercayaan

Salah satu perubahan paling terasa adalah keterbukaan.

Anggaran desa, kegiatan, hingga keputusan pemerintah dapat diakses publik. Warga tidak lagi hanya menerima informasi, tetapi bisa ikut mengawasi.

Akibatnya, kepercayaan tumbuh. Partisipasi meningkat. Desa tidak lagi berjalan satu arah.

Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya alat, tetapi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Regulasi Membuka Jalan, Keberanian Menentukan Hasil

Transformasi seperti ini tidak berdiri sendiri. Ada kebijakan yang mendorong desa untuk berkembang.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberi ruang kemandirian.
Prioritas Dana Desa membuka peluang inovasi.
Program Kemendes PDT (12 Aksi Prioritas) mendorong digitalisasi desa sebagai bagian pembangunan nasional.

Namun regulasi hanya membuka jalan. Yang menentukan hasil tetap pada keberanian untuk melangkah.

Krandegan memilih untuk melangkah.

Desa Lain Bisa, Jika Berani Memulai

Kisah Krandegan memberi pesan sederhana: tidak ada desa yang terlalu tertinggal untuk berubah.

Perbedaan bukan pada kondisi awal, tetapi pada keputusan untuk bergerak.

Digitalisasi desa bukan soal siapa yang paling siap. Justru sering dimulai oleh mereka yang berani mencoba.

Dan ketika langkah pertama diambil, perubahan mulai menemukan jalannya.

Krandegan membuktikan satu hal yang sering dilupakan: desa tidak berubah karena sudah siap, tetapi karena berani memulai—dan dari keberanian itulah masa depan dibangun. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Putus Sekolah Tasikmalaya

    7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Anak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan […]

  • Ilustrasi suasana bahagia makan sate bersama keluarga dan tetangga di Hari Tasyrik.

    Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua orang benar-benar memahami makna Hari Tasyrik. Padahal hari-hari setelah Idul Adha itu justru menyimpan suasana yang sangat khas dalam Islam. Ada makan bersama. Ada dzikir. Dan ada rasa hangat yang kadang sulit dijelaskan. Sebagian orang mungkin mengira Hari Tasyrik hanya soal menghabiskan daging kurban. Padahal tidak sesederhana itu. Dalam Islam, […]

  • Sate Daging Kurban

    Kenapa Sate Daging Kurban Sering Keras? Ini 5 Solusinya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sate daging kurban menjadi salah satu olahan paling favorit saat Idul Adha. Namun tidak sedikit orang mengeluh karena sate terasa keras, alot, atau kurang juicy meski bumbunya sudah terasa enak. Padahal membuat sate daging kurban empuk sebenarnya tidak selalu sulit. Kadang masalahnya justru ada pada cara memotong, membakar, atau mengolah daging sebelum […]

  • Reses DPRD Jabar Ciamis

    Reses DPRD Jabar di Ciamis, Warga Soroti Banjir dan Kekeringan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Reses DPRD Jabar Ciamis kembali menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini mereka rasakan secara langsung. Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, berbagai persoalan mendasar mencuat ke permukaan. Mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kesejahteraan kader […]

  • ucapan Dirgahayu RI ke-81

    11 Ucapan Dirgahayu RI ke-81 Islami, Penuh Doa dan Makna

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Peringatan Dirgahayu RI ke-81 dapat menjadi momentum untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus mendoakan masa depan bangsa. Bagi masyarakat Muslim, ucapan HUT RI ke-81 versi Islami bisa memadukan semangat kemerdekaan dengan doa tentang persatuan, keadilan, amanah, dan keberkahan. Terlebih, tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” memberi ruang untuk menghadirkan pesan yang tidak sekadar […]

  • Aneka usaha kuliner rumahan unik seperti dessert modern, frozen food sehat, dan jajanan tradisional premium

    Sepi Pesaing! Usaha Kuliner Rumahan Ini Diam-Diam Bikin Cuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang jualan makanan. Tapi tidak semua benar-benar untung. Menariknya, usaha kuliner rumahan yang terlihat sederhana justru sering menghasilkan lebih cepat—terutama yang masuk kategori kuliner rumahan sepi pesaing. Dengan ide tepat dan eksekusi cerdas, bisnis makanan rumahan bisa langsung dilirik pasar tanpa harus perang harga. Di sinilah peluangnya. Banyak yang belum sadar. […]

expand_less