Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lele Lapas Tasikmalaya menjadi perhatian setelah berhasil mencatat lima kali panen dalam tiga bulan terakhir. Program ketahanan pangan di lingkungan lapas tersebut bahkan berjalan di tengah keterbatasan lahan. Ember dan parit sempit yang sebelumnya tak dimanfaatkan kini berubah menjadi kolam produktif untuk budidaya ikan lele.

Langkah kreatif itu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain mendukung kebutuhan pangan warga binaan, hasil panen juga dipakai untuk kegiatan sosial dan mendukung program makan bergizi di lingkungan lapas.

Lahan Sempit Disulap Jadi Kolam Lele Produktif

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya memanfaatkan area terbatas untuk menjalankan budidaya lele secara mandiri. Warga binaan bersama petugas memanfaatkan ember besar dan parit kecil sebagai media pembesaran ikan.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, mengatakan seluruh proses budidaya dilakukan dengan usaha sendiri. Pihak lapas membeli indukan dan bibit lele dari luar karena belum mendapat bantuan khusus untuk pengembangan program tersebut.

“Kalau mengandalkan bantuan memang belum pernah. Bibit dan indukan kami beli sendiri,” ujar Arief, Selasa (28/4/2026).

Meski sederhana, metode itu justru membuahkan hasil yang konsisten. Dalam waktu tiga bulan, lapas berhasil melakukan panen hingga lima kali. Produktivitas tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengatasi keterbatasan ruang.

“Lahan sempit, tapi alhamdulillah menghasilkan,” katanya.

Hasil Panen Dipakai untuk Dapur Lapas dan Korban Bencana

Panen lele dari dalam lapas ternyata tidak hanya dipakai untuk kebutuhan internal. Pada panen pertama, hasil budidaya langsung disumbangkan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh.

Langkah itu mendapat perhatian karena menunjukkan kepedulian sosial dari lingkungan warga binaan. Setelah penyaluran bantuan tersebut, hasil panen berikutnya diprioritaskan untuk kebutuhan dapur lapas.

Arief menjelaskan bahwa ikan lele hasil budidaya dipakai untuk mendukung kebutuhan makan warga binaan. Karena produksi masih terbatas, pihak lapas belum menjual hasil panen ke luar.

“Kami jual ke dapur lapas untuk memenuhi kebutuhan makan warga binaan. Ini mendukung program MBG,” jelasnya.

Program budidaya tersebut sekaligus membantu efisiensi kebutuhan pangan di dalam lapas. Selain itu, warga binaan juga mendapat pengalaman baru dalam pengelolaan budidaya perikanan skala kecil.

Pemkot Tasikmalaya Siap Beri Dukungan

Keberhasilan budidaya lele di balik jeruji besi mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu pengembangan program tersebut.

Menurutnya, program Sentra Usaha Lapas atau Sule memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah berencana memberi dukungan agar budidaya lele dapat berjalan lebih optimal.

“Kami dari Pemkot akan mendukung penuh program Sule agar budidaya lele ini semakin besar,” ujar Diky.

Dukungan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas manfaat program pembinaan warga binaan.

Budidaya Lele Jadi Simbol Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Program budidaya lele di Lapas Tasikmalaya tidak hanya soal panen ikan. Di balik kegiatan tersebut, ada proses pembinaan yang terus berjalan bagi warga binaan.

Mereka belajar bekerja sama, mengelola usaha sederhana, hingga memahami proses budidaya dari awal sampai panen. Aktivitas itu juga menciptakan suasana produktif di lingkungan lapas.

Selain itu, program ini memperlihatkan bagaimana ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah kecil. Ember bekas dan parit sempit yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi sumber pangan dan harapan baru.

Di tengah keterbatasan ruang, Lapas Tasikmalaya justru mampu menunjukkan inovasi yang nyata. Hasilnya bukan hanya terlihat dari panen lele yang terus berlangsung, tetapi juga dari tumbuhnya solidaritas dan semangat pembinaan di balik tembok lapas.

Ke depan, budidaya lele tersebut berpotensi menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan berbasis lingkungan terbatas. Jika terus mendapat dukungan, program itu bisa berkembang menjadi model pembinaan produktif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat maupun warga binaan sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • investasi bodong

    IRT Subang Jadi Korban Investasi Bodong

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Modus investasi bodong kembali menjerat korban. IRT di Subang kehilangan miliaran akibat iming-iming untung besar. albadarpost.com, HUMANIORA – Skema investasi bodong kembali menjerat masyarakat. Kali ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi korban setelah dana miliaran rupiah yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun raib tanpa kejelasan. Kasus ini menegaskan bahwa kejahatan finansial […]

  • Perpres Kesehatan 2026 memperkuat sistem layanan kesehatan nasional terpadu dari pusat hingga daerah untuk masyarakat Indonesia

    Langkah Besar Prabowo: Perpres Kesehatan 2026 Siap Ubah Sistem Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah tantangan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya merata, pemerintah akhirnya mengambil langkah besar. Perpres Kesehatan 2026 resmi ditetapkan sebagai fondasi baru dalam membenahi sistem kesehatan nasional. Regulasi pengelolaan kesehatan ini tidak hanya mengatur, tetapi juga menyatukan arah kebijakan dari pusat hingga desa. Sejak awal, Perpres Kesehatan 2026 dirancang untuk menjawab […]

  • Ilustrasi debt collector mencoba menarik motor di jalan dan debitur menolak sesuai aturan hukum fidusia

    Debt Collector Tarik Paksa Kendaraan? Ini Hak Anda

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kalimat yang sering terjadi di jalan. “Ini motor nunggak, kami tarik sekarang.” Kalimat itu sering terdengar di pinggir jalan. Cepat, tegas, dan sering membuat panik. Namun, di balik situasi itu, banyak orang tidak sadar bahwa *tarik paksa fidusia—atau yang juga dikenal sebagai *penarikan kendaraan secara ilegal dan aksi debt collector tanpa prosedur—bisa […]

  • Ilustrasi percakapan grup WhatsApp yang membahas keburukan orang lain menurut hukum Islam tentang ghibah.

    Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius. Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup […]

  • Ilustrasi dugaan korupsi BOS Tasikmalaya berdasarkan hasil audit dana pendidikan sekolah dasar negeri.

    Audit Bongkar Dugaan Korupsi BOS Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan korupsi BOS Tasikmalaya kembali memantik sorotan publik setelah hasil audit mengungkap indikasi penyimpangan dana pendidikan di salah satu sekolah dasar negeri. Kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS di Kota Tasikmalaya itu tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius soal integritas pengelolaan anggaran. Hingga kini, publik menilai kasus korupsi dana […]

  • Arsip Digital

    Bupati Garut Minta Arsip Kertas Dikurangi, Era Digital Dimulai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hujan turun cukup deras sejak pagi di kawasan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Beberapa pegawai tampak berlari kecil sambil melindungi map dokumen dengan tangan. Sebagian lainnya masuk ke Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut dengan ujung sepatu yang masih basah terkena genangan halaman kantor. Apel Gabungan yang awalnya direncanakan berlangsung di […]

expand_less