Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 terasa berbeda sejak pagi. Udara di sekitar Gedung Dakwah Islam (GDI) seperti dipenuhi campuran rasa haru, bangga, dan cemas. Ratusan keluarga datang lebih awal, sebagian memilih duduk diam, sementara yang lain sibuk memastikan koper dan dokumen tidak tertinggal.

Di tengah keramaian itu, satu hal terasa sama: semua orang tahu momen ini tidak akan mudah dilewati.

Tangis yang Tak Bisa Ditahan

Ketika para jemaah mulai berkumpul dengan seragam batik haji, suasana perlahan berubah. Pelukan terjadi di banyak sudut. Ada yang berusaha tersenyum, tapi tak sedikit yang akhirnya menyerah pada air mata.

Seorang ibu tampak menggenggam tangan anaknya lebih lama dari biasanya. Di sisi lain, seorang ayah menepuk bahu keluarganya, seolah ingin terlihat tegar, meski matanya mulai berkaca-kaca.

Momen seperti ini selalu berulang setiap musim haji. Namun, bagi mereka yang menjalaninya, rasanya tetap baru—dan tetap berat.

Pesan yang Tidak Sekadar Formalitas

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranagara, secara resmi melepas keberangkatan jemaah. Namun, sambutannya tidak terdengar seperti seremoni biasa.

Ia berbicara pelan, dengan penekanan yang terasa personal. Ia mengingatkan soal kesehatan, kekompakan, dan yang paling penting—niat.

“Bapak Ibu adalah tamu Allah. Jalankan ibadah dengan khusyuk. Dan jangan lupa, kami titip doa untuk Tasikmalaya,” ucapnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi langsung menyentuh. Beberapa jemaah terlihat mengangguk pelan, seolah menyimpan pesan tersebut dalam hati.

Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 di GDI penuh haru dengan keluarga menangis dan pelukan perpisahan.

Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 di GDI.

Lebih dari Sekadar Perjalanan Ibadah

Ibadah haji memang urusan pribadi. Namun dalam konteks ini, ada makna yang lebih luas. Para jemaah membawa nama daerah, bahkan identitas masyarakatnya.

Itulah sebabnya, sikap selama di Tanah Suci ikut menjadi sorotan. Bukan untuk dinilai, tetapi sebagai cerminan bagaimana warga Tasikmalaya hadir di ruang global umat Islam.

Karena itu, perjalanan ini tidak hanya soal berangkat dan pulang. Ada tanggung jawab moral yang ikut menyertainya.

Persiapan yang Sudah Dilalui

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim, memastikan seluruh jemaah berada dalam kondisi siap. Proses panjang sudah mereka lalui, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga manasik haji.

Persiapan itu tidak selalu mudah. Beberapa jemaah harus menyesuaikan kondisi fisik, bahkan ada yang menjalani pengobatan agar tetap bisa berangkat.

Namun kini, semua proses itu terasa terbayar. Mereka berdiri di titik keberangkatan, siap melangkah lebih jauh.

Selain itu, tim pendamping dan tenaga kesehatan juga telah disiapkan. Kehadiran mereka menjadi penopang penting selama perjalanan berlangsung.

Doa Bersama yang Menggetarkan

Menjelang keberangkatan, suasana kembali hening. Doa bersama digelar, dan hampir semua yang hadir ikut menundukkan kepala.

Tidak ada suara keras, hanya lantunan doa yang mengalir perlahan. Justru di situlah letak kekuatannya.

Beberapa orang terlihat mengusap wajah, sebagian lagi menahan tangis. Waktu seakan berjalan lebih lambat.

Namun begitu bus mulai bergerak menuju Embarkasi Bekasi, suasana berubah drastis. Tangan melambai, tangis pecah, dan nama-nama dipanggil untuk terakhir kali sebelum berangkat.

Harapan yang Ikut Diberangkatkan

Pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 akhirnya bukan sekadar agenda tahunan. Ada harapan yang ikut dikirim bersama rombongan tersebut.

Harapan agar perjalanan berjalan lancar. Harapan agar semua kembali dengan selamat. Dan tentu saja, harapan untuk pulang dengan predikat haji mabrur.

Di balik itu semua, terselip doa untuk kota yang mereka tinggalkan—agar tetap aman, damai, dan dijauhkan dari bencana.

Perjalanan ini baru dimulai. Namun bagi banyak orang yang ditinggalkan, penantian justru baru terasa sekarang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • makna iman dalam kehidupan

    Iman yang Dihidupkan Dalam Keluarga

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Makna iman dalam kehidupan melalui keteladanan Nabi Yahya AS yang menunjukkan iman lewat tindakan nyata sehari-hari. albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak rumah Muslim, iman sering diperkenalkan lewat kata-kata. Orang tua menasihati anak agar rajin beribadah, berkata jujur, dan berperilaku baik. Namun, dalam kehidupan keluarga sehari-hari, anak-anak justru lebih cepat belajar dari apa yang mereka lihat […]

  • pencegahan penculikan anak

    Pemerintah Dorong Pencegahan Penculikan Anak Lewat Edukasi Dini dan Pengawasan Digital

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Upaya pencegahan penculikan anak diperkuat lewat edukasi dini, pengawasan digital, dan peran aktif orang tua. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus penculikan anak kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya insiden yang memanfaatkan kelengahan orang tua dan rendahnya kesadaran keamanan pada anak. Upaya pencegahan penculikan anak kini menjadi prioritas banyak keluarga, sekolah, dan pembuat kebijakan karena risiko dapat […]

  • Ilustrasi hubungan dagang ART Indonesia–AS dan peluang tarif 0 persen untuk ekspor nasional.

    ART Indonesia–AS RI, Apa Dampaknya bagi Ekspor dan UMKM?

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – ART Indonesia–AS atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia Amerika Serikat (Agreement on Reciprocal Trade) menjadi sorotan publik setelah pemerintah merilis dokumen Frequently Asked Questions (FAQ). Kesepakatan dagang ini hadir sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dan membuka peluang penurunan tarif, bahkan hingga 0 persen untuk sejumlah produk strategis Indonesia. Selain […]

  • Polisi mengamankan pelaku penganiayaan kyai di Tasikmalaya setelah kasus viral di media sosial

    Viral Penganiayaan Kyai, Polisi Tasikmalaya Bertindak Cepat Amankan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penganiayaan Kyai Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Kasus penganiayaan tokoh agama di Tasikmalaya ini langsung memicu reaksi luas. Bahkan, peristiwa kekerasan terhadap kyai tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pejabat daerah. Peristiwa ini terjadi di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Saat itu, korban Abdul Yani […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

  • migrasi malaria

    BBKK Soetta Perketat Pengawasan Cegah Migrasi Malaria Saat Nataru

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan untuk mencegah migrasi malaria selama arus libur Nataru. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan kesehatan untuk mencegah migrasi malaria selama periode perjalanan Natal dan Tahun Baru. Lonjakan mobilitas penumpang dipandang sebagai faktor risiko yang dapat membawa penyakit dari daerah endemik ke pusat aktivitas masyarakat. […]

expand_less