Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman.

Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu gambar besar: ada yang sedang tidak baik-baik saja dalam sistem pendidikan kita.

Dan jujur saja, kita semua sebenarnya sudah lama merasakannya.

Rasa Hormat Itu Hilang Pelan-Pelan

Dulu, hubungan guru dan murid punya jarak yang jelas—bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menjaga wibawa.

Sekarang? Batas itu makin kabur.

Media sosial mengubah cara pandang. Semua terasa setara. Kini, semua orang bebas mengomentari apa saja. Bahkan, sebagian mulai menganggap otoritas sebagai sesuatu yang sah untuk ditantang kapan saja.

Ini bukan sepenuhnya salah siswa. Tapi juga bukan sesuatu yang bisa dimaklumi.

Karena ketika rasa hormat hilang, yang runtuh bukan cuma aturan—tapi juga makna pendidikan itu sendiri.

Kita Terlalu Lama Fokus pada Nilai, Bukan Nilai

Ada ironi yang jarang dibicarakan.

Sekolah makin sibuk mengejar angka—ranking, nilai ujian, prestasi akademik. Tapi di saat yang sama, hal yang paling mendasar justru terlewat: karakter.

Program seperti Panca Waluya dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer terdengar ideal. Bahkan sangat ideal.

Masalahnya bukan di konsep.
Masalahnya di praktik.

Sekolah mengajarkan kebenaran, tetapi gagal membiasakan siswa menjalaninya. Sistem menuntut guru membentuk karakter, namun justru minim memberi dukungan.

Akhirnya? Pendidikan jadi timpang. Pintar, tapi rapuh.

Viral Itu Pedang Bermata Dua

Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta meledak cepat. Seperti biasa, media sosial bekerja tanpa rem.

Di satu sisi, ini bagus. Publik jadi tahu. Ada tekanan. Ada respons.

Tapi di sisi lain, ada efek yang lebih halus—dan lebih berbahaya.

Ketika sesuatu terlalu sering muncul di layar, ia perlahan terasa biasa.

Dan di situlah masalahnya.

Perilaku yang seharusnya jadi alarm, bisa berubah jadi tontonan.
Tontonan yang diulang.
Lalu ditiru.

Ini Bukan Sekadar Ulah Siswa

Mudah untuk menunjuk satu pihak. Menyalahkan siswa. Selesai.

Tapi realitasnya tidak sesederhana itu.

Kasus ini adalah hasil dari banyak hal yang bertemu di satu titik:

  • Sekolah yang kadang ragu bersikap tegas
  • Orang tua yang terlalu melepas atau justru abai
  • Sistem pendidikan yang terlalu lama memuja angka

Dan di tengah semua itu, guru sering berdiri sendirian.

Bukan karena mereka lemah.
Tapi karena sistem tidak selalu memberi ruang untuk kuat.

Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

Peristiwa ini seharusnya jadi titik balik. Bukan sekadar bahan diskusi lalu hilang.

Perubahan tidak butuh teori baru. Kita sudah punya banyak.

Kita butuh keberanian untuk benar-benar menjalankan:

Guru perlu dilindungi—secara nyata, bukan sekadar wacana.
Sekolah perlu tegas—tanpa takut tekanan.
Orang tua perlu hadir—bukan hanya saat masalah muncul.
Dan siswa perlu dibimbing—bukan hanya dinilai.

Sederhana diucapkan. Sulit dijalankan. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Ini Bukan Kasus Biasa

Kasus di Purwakarta bukan sekadar berita hari ini. Ini peringatan.

Bukan tentang satu siswa. Bukan tentang satu guru.

Ini tentang arah.

Kalau ruang kelas tak lagi punya rasa hormat, maka yang hilang bukan hanya ketertiban. Tapi masa depan itu sendiri.

Dan pertanyaannya sekarang bukan lagi “siapa yang salah”.

Tapi:
kita mau membiarkan ini terus terjadi, atau mulai memperbaiki? (Red)


 

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • Bantuan Kota Banjar

    Bukan Cuma 64 Warga, Masjid An-Nur Banjar Juga Dapat Bantuan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kota Banjar menyalurkan Program Berdaya Bantu kepada 64 warga Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Jumat (4/9/2026). Berdasarkan keterangan DOKPROPIM Kota Banjar, penyaluran tersebut tidak hanya menyasar warga, tetapi juga mencakup bantuan untuk DKM An-Nur. Agenda itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat fungsi […]

  • Ilustrasi penjual melakukan jual beli live streaming melalui ponsel dengan menampilkan produk secara langsung kepada pembeli.

    Bolehkah Jual Beli Live Streaming? Ini Hukumnya

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jual beli live streaming kini menjadi tren dalam transaksi digital. Banyak pelaku usaha memanfaatkan siaran langsung untuk menawarkan produk secara real time. Namun, muncul pertanyaan: apakah jualan secara streaming atau transaksi online melalui siaran langsung diperbolehkan dalam Islam? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami prinsip dasar muamalah, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta […]

  • Libur Sekolah Dimulai Berbeda Tiap Provinsi, Jawa Barat Paling Panjang

    Libur Sekolah Dimulai Berbeda Tiap Provinsi, Jawa Barat Paling Panjang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Jadwal libur sekolah akhir 2025 berbeda antarprovinsi, durasinya memengaruhi rencana keluarga dan aktivitas publik. albadarpost.com, LENSA – Libur sekolah akhir tahun ditetapkan lebih awal oleh sejumlah pemerintah daerah. Kebijakan ini berdampak langsung pada rencana keluarga, aktivitas perjalanan, hingga kesiapan fasilitas publik. Selama Desember 2025, jutaan siswa SD hingga SMA dihentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Fakta […]

  • Tabung Gas Bocor

    Gas 3 Kg Bocor, Rumah Warga Tasikmalaya Nyaris Terbakar

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Minggu sore yang semula berjalan biasa mendadak berubah menjadi kepanikan di Jl Paseh RT 005 RW 003, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Sebuah tabung gas bocor memicu kebakaran di area dapur rumah warga. Dalam hitungan menit, api merambat ke tumpukan pakaian laundry dan membuat penghuni rumah khawatir kobaran semakin membesar. […]

  • Kebakaran Purbaratu

    Rumah Terbakar di Purbaratu, Warga Berhasil Selamat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Purbaratu kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya. Insiden kebakaran rumah yang diduga dipicu kebocoran gasolin terjadi di Kampung Golempang, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Senin malam, 22 Juni 2026. Beruntung, respons cepat warga sekitar berhasil mencegah kobaran api meluas dan menyelamatkan seluruh penghuni rumah dari bahaya yang lebih besar. Peristiwa tersebut […]

expand_less