Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman.

Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu gambar besar: ada yang sedang tidak baik-baik saja dalam sistem pendidikan kita.

Dan jujur saja, kita semua sebenarnya sudah lama merasakannya.

Rasa Hormat Itu Hilang Pelan-Pelan

Dulu, hubungan guru dan murid punya jarak yang jelas—bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menjaga wibawa.

Sekarang? Batas itu makin kabur.

Media sosial mengubah cara pandang. Semua terasa setara. Kini, semua orang bebas mengomentari apa saja. Bahkan, sebagian mulai menganggap otoritas sebagai sesuatu yang sah untuk ditantang kapan saja.

Ini bukan sepenuhnya salah siswa. Tapi juga bukan sesuatu yang bisa dimaklumi.

Karena ketika rasa hormat hilang, yang runtuh bukan cuma aturan—tapi juga makna pendidikan itu sendiri.

Kita Terlalu Lama Fokus pada Nilai, Bukan Nilai

Ada ironi yang jarang dibicarakan.

Sekolah makin sibuk mengejar angka—ranking, nilai ujian, prestasi akademik. Tapi di saat yang sama, hal yang paling mendasar justru terlewat: karakter.

Program seperti Panca Waluya dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer terdengar ideal. Bahkan sangat ideal.

Masalahnya bukan di konsep.
Masalahnya di praktik.

Sekolah mengajarkan kebenaran, tetapi gagal membiasakan siswa menjalaninya. Sistem menuntut guru membentuk karakter, namun justru minim memberi dukungan.

Akhirnya? Pendidikan jadi timpang. Pintar, tapi rapuh.

Viral Itu Pedang Bermata Dua

Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta meledak cepat. Seperti biasa, media sosial bekerja tanpa rem.

Di satu sisi, ini bagus. Publik jadi tahu. Ada tekanan. Ada respons.

Tapi di sisi lain, ada efek yang lebih halus—dan lebih berbahaya.

Ketika sesuatu terlalu sering muncul di layar, ia perlahan terasa biasa.

Dan di situlah masalahnya.

Perilaku yang seharusnya jadi alarm, bisa berubah jadi tontonan.
Tontonan yang diulang.
Lalu ditiru.

Ini Bukan Sekadar Ulah Siswa

Mudah untuk menunjuk satu pihak. Menyalahkan siswa. Selesai.

Tapi realitasnya tidak sesederhana itu.

Kasus ini adalah hasil dari banyak hal yang bertemu di satu titik:

  • Sekolah yang kadang ragu bersikap tegas
  • Orang tua yang terlalu melepas atau justru abai
  • Sistem pendidikan yang terlalu lama memuja angka

Dan di tengah semua itu, guru sering berdiri sendirian.

Bukan karena mereka lemah.
Tapi karena sistem tidak selalu memberi ruang untuk kuat.

Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

Peristiwa ini seharusnya jadi titik balik. Bukan sekadar bahan diskusi lalu hilang.

Perubahan tidak butuh teori baru. Kita sudah punya banyak.

Kita butuh keberanian untuk benar-benar menjalankan:

Guru perlu dilindungi—secara nyata, bukan sekadar wacana.
Sekolah perlu tegas—tanpa takut tekanan.
Orang tua perlu hadir—bukan hanya saat masalah muncul.
Dan siswa perlu dibimbing—bukan hanya dinilai.

Sederhana diucapkan. Sulit dijalankan. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Ini Bukan Kasus Biasa

Kasus di Purwakarta bukan sekadar berita hari ini. Ini peringatan.

Bukan tentang satu siswa. Bukan tentang satu guru.

Ini tentang arah.

Kalau ruang kelas tak lagi punya rasa hormat, maka yang hilang bukan hanya ketertiban. Tapi masa depan itu sendiri.

Dan pertanyaannya sekarang bukan lagi “siapa yang salah”.

Tapi:
kita mau membiarkan ini terus terjadi, atau mulai memperbaiki? (Red)


 

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas Damkar memadamkan kebakaran gudang hengeur di Irigasi Cikunten Tamansari Kota Tasikmalaya dengan asap hitam pekat.

    Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat. Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar […]

  • Perspektif: Ruang Gagasan, Ruang Perlawanan

    Perspektif: Ruang Gagasan, Ruang Perlawanan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com – PERSPEKTIF. Rubrik Perspektif di albadarpost.com adalah ruang terbuka bagi gagasan, kritik, dan refleksi. Kami meyakini bahwa demokrasi dan kemanusiaan tidak akan tumbuh tanpa keberanian untuk berbicara. Karena itu, Perspektif menjadi wadah di mana suara rakyat, pemikir, aktivis, akademisi, maupun warga biasa bisa hadir dan berdialog. Nama “Perspektif” dipilih karena setiap pandangan selalu lahir […]

  • perlindungan hukum wartawan

    Perlindungan Hukum Wartawan Jadi Kunci Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap kebebasan pers tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Bagi banyak wartawan, ancaman itu hadir melalui panggilan klarifikasi, somasi, hingga laporan polisi setelah sebuah berita terbit. Kondisi tersebut menggambarkan realitas bahwa perlindungan hukum wartawan di Indonesia masih jauh dari kata aman. Seorang rekan wartawan di daerah menceritakan pengalamannya ketika […]

  • kebakaran Ponpes Al Basyir

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang diduga akibat korsleting listrik, ratusan santri berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang: Ratusan Santri Berlarian Selamatkan Diri albadarpost.com, LENSA – Kebakaran hebat melanda kompleks Pondok Pesantren Al Basyir di Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025) siang. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar […]

  • artis Indonesia terjerat narkoba

    Deretan Artis Indonesia Terjerat Kasus Narkoba: Dari Andrew Andika hingga Ibra Azhari

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Daftar artis Indonesia terjerat narkoba kian panjang, dari Andrew Andika hingga Ibra Azhari. Ini rinciannya. albadarpost.com, LENSA – Fenomena artis Indonesia terjerat narkoba kembali mencuri perhatian publik. Kasus terbaru menimpa aktor Andrew Andika, yang ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Barat atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Penangkapan ini menambah panjang daftar figur publik yang harus […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Jangan Lewatkan! Doa Ini Bisa Menjadikan Anak Saleh Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak ada yang lebih menenangkan hati orang tua selain melihat anak tumbuh dalam kebaikan. Di tengah kekhawatiran zaman yang semakin kompleks, banyak orang tua mulai menyadari bahwa usaha saja tidak cukup. Karena itu, doa anak shalih menjadi pegangan penting. Doa agar anak menjadi saleh, doa untuk anak sholeh, hingga harapan agar keturunan […]

expand_less