Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHNational Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tasikmalaya mulai menunjukkan sinyal kuat jelang Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026. Bukan sekadar persiapan biasa, kontingen Peparda Tasikmalaya kini bergerak dengan ambisi besar: menembus batas dan membuktikan bahwa atlet disabilitas daerah mampu bersaing di level global.

Suasana itu terasa nyata saat Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, hadir langsung di tengah para atlet dalam acara halalbihalal di Hotel Grand Metro, Jumat (17/04/2026). Namun, yang terjadi bukan hanya seremoni. Ada energi, ada keyakinan, dan ada tekad yang terasa berbeda.

Bukan Sekadar Silaturahmi, Tapi Penguatan Mental

Sejak awal acara, atmosfer terasa hangat sekaligus penuh semangat. Para atlet, pelatih, hingga official tampak larut dalam kebersamaan yang tidak dibuat-buat.

Momen halalbihalal ini kemudian berubah menjadi ruang penguatan mental. Para atlet tidak hanya saling menyapa, tetapi juga saling menguatkan. Di sisi lain, kehadiran pimpinan daerah memberi sinyal jelas bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendiri.

Situasi seperti ini sering kali sederhana. Namun dampaknya besar. Ketika mental terbangun, performa biasanya ikut naik.

“Ini Sudah Level Global” — Pesan Tegas Bupati Cecep

Di tengah suasana yang cair, Bupati Cecep menyampaikan pernyataan yang langsung menyita perhatian. Ia tidak lagi melihat capaian NPCI Tasikmalaya sebagai prestasi biasa.

Menurutnya, banyak atlet sudah melampaui batas yang selama ini dianggap cukup.

“Prestasi yang diraih bukan lagi level lokal, bukan lagi regional. Ini sudah mengarah ke global,” ujarnya tegas.

Pernyataan itu bukan sekadar motivasi. Di satu sisi, itu adalah pengakuan. Di sisi lain, itu menjadi tantangan baru bagi seluruh tim.

Jangan Biarkan Keterbatasan Membatasi

Selain berbicara soal prestasi, Bupati Cecep juga menyinggung hal yang lebih mendasar: kekuatan kebersamaan.

Ia mengingatkan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh berubah menjadi batas dalam membangun hubungan. Justru, dari keterbatasan itu, lahir solidaritas yang lebih kuat.

Ajakan untuk terus menjaga silaturahmi pun disampaikan dengan nada yang sederhana, tetapi mengena. Tidak berlebihan, namun cukup untuk membuat semua yang hadir memahami maknanya.

Dan di situlah kekuatan tim sebenarnya terbentuk.

Peparda 2026: Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi NPCI Tasikmalaya, Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026 bukan hanya soal pertandingan. Ajang ini menjadi panggung pembuktian.

Para atlet kini menjalani latihan dengan pendekatan yang lebih serius. Pelatih terus mematangkan strategi, sementara official memastikan semua kebutuhan terpenuhi.

Target memang tidak selalu diucapkan secara terbuka. Namun arah yang dituju sudah jelas: hasil yang lebih tinggi, performa yang lebih matang, dan peluang menuju level berikutnya.

Dukungan Makin Solid, Optimisme Menguat

Acara ini juga dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya hingga perwakilan NPCI dari daerah lain seperti Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar.

Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Justru di sinilah terlihat bahwa dukungan terhadap olahraga disabilitas semakin kuat dan terarah.

Kolaborasi antar pihak mulai terasa lebih hidup. Dan ketika dukungan datang dari banyak arah, langkah menuju prestasi biasanya menjadi lebih ringan.

Ada satu hal yang terasa berbeda dari pertemuan ini. Bukan hanya semangat, tetapi juga keyakinan.

NPCI Tasikmalaya tidak lagi berjalan dengan target sekadar ikut serta. Mereka bergerak dengan visi yang lebih jauh.

Dan jika ritme ini terus terjaga, bukan tidak mungkin, nama Tasikmalaya akan terdengar lebih sering—bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga di panggung yang lebih besar. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TCC Community Indonesia

    Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Densus 88 mengungkap puluhan grup medsos terafiliasi TCC Community Indonesia yang menyebar ideologi kekerasan. albadarpost.com, HUMANIORA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan puluhan grup media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC Community Indonesia dan diduga menyebarkan ideologi kekerasan serta ekstremisme. Yang mengkhawatirkan, sasaran utama dari aktivitas grup-grup tersebut adalah anak-anak dan remaja yang […]

  • madrasah Islam

    Tahukah Anda? Universitas Modern Ternyata Terinspirasi dari Madrasah Islam

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira sistem universitas modern sepenuhnya lahir dari dunia Barat. Namun fakta sejarah menunjukkan bahwa madrasah Islam memiliki peran besar dalam perkembangan sistem pendidikan global. Dalam sejarah madrasah Islam, lembaga pendidikan seperti Madrasah Nizamiyah telah menerapkan metode belajar terstruktur jauh sebelum konsep universitas modern berkembang di Eropa. Madrasah tidak hanya mengajarkan […]

  • Indonesia vs Bulgaria

    Indonesia vs Bulgaria: Duel Dua Gaya yang Siap Meledak di Final

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Indonesia vs Bulgaria langsung mencuri perhatian karena mempertemukan dua karakter permainan yang bertolak belakang. Pertandingan final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan adu identitas: pertahanan solid Indonesia menghadapi serangan tajam Bulgaria. Duel ini juga sering disebut sebagai “final taktik vs agresivitas”, sebuah narasi yang kuat dan menarik perhatian publik sepak […]

  • Deklarasi SWAKKA kolaborasi media lokal dan stakeholder pentahelix informasi daerah

    SWAKKA Dorong Kolaborasi Media & Pemerintah di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deklarasi SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) menjadi momentum strategis bagi ekosistem informasi di tingkat daerah. Ketika wartawan, konten kreator, pemerintah, legislatif, penegak hukum, akademisi, dan pelaku bisnis berkumpul, maka kekuatan komunikasi publik meningkat. Sinergi ini lahir bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bentuk respons nyata atas kebutuhan masyarakat akan informasi […]

  • Ilustrasi Abdurrahman bin Auf sahabat Nabi yang kaya dan dermawan sedang bersedekah kepada masyarakat

    Rahasia Sukses Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Super Kaya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESSTYLE – Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat Nabi yang kaya raya sekaligus dermawan luar biasa. Sosok ini sering disebut sebagai contoh ideal bagaimana kekayaan dapat membawa manfaat besar. Kisah Abdurrahman bin Auf dan kemurahan hatinya, serta gaya hidup sederhana di tengah limpahan harta, menjadi inspirasi sepanjang masa. Awal Perjalanan: Dari Nol hingga Sukses […]

  • Salahuddin Al Ayyubi memimpin pasukan dalam Perang Salib dengan strategi militer cerdas dan kepemimpinan kuat

    Kisah Salahuddin Al Ayyubi, Jenderal Muslim yang Mengubah Sejarah Perang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai panglima perang Islam yang visioner. Tokoh ini, yang sering disebut sebagai pemimpin militer Muslim legendaris, bahkan dianggap sebagai pelopor strategi perang modern. Nama Salahuddin Ayyubi terus muncul dalam kajian sejarah, terutama ketika membahas kepemimpinan, taktik militer, dan etika perang. Menariknya, meskipun hidup pada abad ke-12, pendekatan yang […]

expand_less