Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat.

Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di sinilah peran guru menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Guru Mengajarkan Cara Berpikir, Bukan Sekadar Jawaban

Yang sering luput disadari, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Mereka melatih cara berpikir, membentuk logika, dan membantu siswa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.

Berbeda dengan mesin pencari yang langsung memberi jawaban, guru mengajak siswa untuk memahami proses. Karena itu, hasil belajar menjadi lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan.

Selain itu, interaksi di kelas sering memunculkan diskusi spontan yang tidak bisa digantikan oleh platform digital mana pun.

Di Balik Layar Digital, Siswa Tetap Butuh Sosok Nyata

Di era serba online, banyak siswa belajar melalui layar. Namun, ada satu hal yang tidak bisa diberikan oleh teknologi: sentuhan manusia.

Guru mampu membaca ekspresi, memahami kebingungan tanpa harus dijelaskan, dan memberikan motivasi di saat siswa mulai kehilangan semangat. Hal-hal seperti ini tidak bisa digantikan oleh algoritma, secerdas apa pun itu.

Bahkan dalam praktiknya, banyak siswa merasa lebih termotivasi ketika mendapat perhatian langsung dari guru dibanding hanya belajar mandiri secara online.

Banjir Informasi Justru Membutuhkan Penyaring

Saat ini, informasi datang dari berbagai arah tanpa batas. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar atau layak dipercaya.

Di sinilah peran guru menjadi semakin vital. Guru membantu siswa memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Tanpa bimbingan ini, siswa berisiko menyerap informasi yang salah.

Lebih dari itu, guru juga mengajarkan etika dalam menggunakan informasi, termasuk bagaimana menghargai sumber dan menghindari plagiasi.

Guru Beradaptasi, Bukan Tergantikan

Menariknya, banyak guru kini justru memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses belajar. Mereka menggunakan video, aplikasi interaktif, hingga platform pembelajaran daring untuk membuat kelas lebih hidup.

Dengan kata lain, teknologi bukanlah ancaman bagi guru, melainkan alat pendukung. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sementara teknologi berperan sebagai pelengkap.

Di lapangan, kombinasi ini terbukti membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.

Karakter Tidak Bisa Diajarkan oleh Mesin

Jika pengetahuan bisa diakses dari mana saja, karakter justru dibentuk melalui interaksi nyata. Guru memiliki peran besar dalam menanamkan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Tanpa peran ini, pendidikan hanya akan menghasilkan individu yang pintar secara akademis, tetapi lemah dalam sikap dan etika.

Ironisnya, di era digital saat ini, justru kebutuhan akan pendidikan karakter semakin tinggi.

Masa Depan Pendidikan Tetap Membutuhkan Guru

Melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, banyak yang memprediksi perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun satu hal yang tetap sama: kebutuhan akan sosok guru.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang membantu siswa menemukan arah hidupnya. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.

Karena itu, seberapa canggih pun teknologi berkembang, peran guru akan tetap relevan dan dibutuhkan.

Teknologi Bisa Membantu, Tapi Guru Tetap Menentukan

Pada akhirnya, teknologi memang mempermudah akses belajar. Namun, arah dan makna dari proses belajar tetap ditentukan oleh guru.

Peran guru tidak tergantikan karena menyentuh aspek yang tidak bisa dijangkau oleh mesin: emosi, nilai, dan pengalaman hidup. Justru di era digital ini, keberadaan guru menjadi semakin penting, bukan sebaliknya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aquarium Indonesia Pangandaran

    Feeding Show Aquarium Pangandaran Bikin Pengunjung Terpukau

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aquarium Indonesia Pangandaran menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebanyakan akuarium di Indonesia. Bukan hanya menyaksikan ribuan biota laut, pengunjung juga dapat menikmati feeding show yang menghabiskan sekitar 45 kilogram pakan setiap hari serta melihat koleksi artefak kapal karam yang diperkirakan berasal dari abad ke-16 hingga ke-17. Perpaduan edukasi kelautan dan sejarah […]

  • Program MBG

    Sidang MK Ungkap Fakta MBG di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG atau Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah ahli, akademisi, pakar gizi, dan kepala sekolah menyampaikan pandangan mereka dalam sidang uji materi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026). Pembahasan kali ini tidak hanya menyentuh aspek hukum, […]

  • Anggota DPRD Banjar

    Anggota DPRD Banjar Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi Dapur MBG

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan penipuan berkedok investasi pembangunan dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret seorang anggota DPRD Kota Banjar berinisial ARM ke proses hukum. Setelah penyidikan dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar, perkara tersebut kini memasuki tahap penuntutan. Kasus ini bermula dari dugaan penawaran investasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan […]

  • Denda Buang Sampah

    Viman Berlakukan Denda Buang Sampah ke Sungai

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Denda buang sampah resmi menjadi langkah tegas Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menekan kebiasaan buang sampah ke sungai, khususnya di kawasan Sungai Ciloseh. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa setiap pelaku akan menerima sanksi buang sampah sesuai jumlah sampah yang dibuang sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah banjir. Pernyataan tersebut […]

  • kelompok penyembah setan 764

    Kelompok Penyembah Setan 764 Jadi Ancaman Online Serius, FBI dan Inggris Perketat Pengawasan Remaja

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Kelompok penyembah setan 764 jadi ancaman online global, FBI dan Inggris peringatkan bahaya bagi remaja. Remaja 14 Tahun Terjerat Kelompok Penyembah Setan 764 albadarpost.com, LENSA – Kasus remaja Inggris berusia 14 tahun yang terjerumus ke dalam kelompok penyembah setan 764 membuka kembali perhatian dunia terhadap ancaman kejahatan siber yang menargetkan anak-anak.Awalnya, sang ibu—disebut Christina—menganggap percakapan […]

  • Surat Al-Fatihah

    Fakta Surat Al-Fatihah yang Jarang Diketahui, Padahal Dibaca Setiap Hari

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak masjid, suara Al-Fatihah menjadi bacaan pertama yang terdengar saat imam memulai salat. Anak-anak yang baru belajar mengaji biasanya juga menghafalnya lebih dulu sebelum mengenal surat-surat lain yang lebih panjang. Di sebagian rumah, Al-Fatihah bahkan menjadi surat pertama yang diajarkan orang tua kepada anak-anak mereka. Kadang mereka belum lancar mengenali seluruh […]

expand_less