Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat.

Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di sinilah peran guru menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Guru Mengajarkan Cara Berpikir, Bukan Sekadar Jawaban

Yang sering luput disadari, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Mereka melatih cara berpikir, membentuk logika, dan membantu siswa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.

Berbeda dengan mesin pencari yang langsung memberi jawaban, guru mengajak siswa untuk memahami proses. Karena itu, hasil belajar menjadi lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan.

Selain itu, interaksi di kelas sering memunculkan diskusi spontan yang tidak bisa digantikan oleh platform digital mana pun.

Di Balik Layar Digital, Siswa Tetap Butuh Sosok Nyata

Di era serba online, banyak siswa belajar melalui layar. Namun, ada satu hal yang tidak bisa diberikan oleh teknologi: sentuhan manusia.

Guru mampu membaca ekspresi, memahami kebingungan tanpa harus dijelaskan, dan memberikan motivasi di saat siswa mulai kehilangan semangat. Hal-hal seperti ini tidak bisa digantikan oleh algoritma, secerdas apa pun itu.

Bahkan dalam praktiknya, banyak siswa merasa lebih termotivasi ketika mendapat perhatian langsung dari guru dibanding hanya belajar mandiri secara online.

Banjir Informasi Justru Membutuhkan Penyaring

Saat ini, informasi datang dari berbagai arah tanpa batas. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar atau layak dipercaya.

Di sinilah peran guru menjadi semakin vital. Guru membantu siswa memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Tanpa bimbingan ini, siswa berisiko menyerap informasi yang salah.

Lebih dari itu, guru juga mengajarkan etika dalam menggunakan informasi, termasuk bagaimana menghargai sumber dan menghindari plagiasi.

Guru Beradaptasi, Bukan Tergantikan

Menariknya, banyak guru kini justru memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses belajar. Mereka menggunakan video, aplikasi interaktif, hingga platform pembelajaran daring untuk membuat kelas lebih hidup.

Dengan kata lain, teknologi bukanlah ancaman bagi guru, melainkan alat pendukung. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, sementara teknologi berperan sebagai pelengkap.

Di lapangan, kombinasi ini terbukti membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.

Karakter Tidak Bisa Diajarkan oleh Mesin

Jika pengetahuan bisa diakses dari mana saja, karakter justru dibentuk melalui interaksi nyata. Guru memiliki peran besar dalam menanamkan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati.

Tanpa peran ini, pendidikan hanya akan menghasilkan individu yang pintar secara akademis, tetapi lemah dalam sikap dan etika.

Ironisnya, di era digital saat ini, justru kebutuhan akan pendidikan karakter semakin tinggi.

Masa Depan Pendidikan Tetap Membutuhkan Guru

Melihat perkembangan teknologi yang semakin cepat, banyak yang memprediksi perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun satu hal yang tetap sama: kebutuhan akan sosok guru.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang membantu siswa menemukan arah hidupnya. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.

Karena itu, seberapa canggih pun teknologi berkembang, peran guru akan tetap relevan dan dibutuhkan.

Teknologi Bisa Membantu, Tapi Guru Tetap Menentukan

Pada akhirnya, teknologi memang mempermudah akses belajar. Namun, arah dan makna dari proses belajar tetap ditentukan oleh guru.

Peran guru tidak tergantikan karena menyentuh aspek yang tidak bisa dijangkau oleh mesin: emosi, nilai, dan pengalaman hidup. Justru di era digital ini, keberadaan guru menjadi semakin penting, bukan sebaliknya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah BPK

    Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Perjalanan sejarah BPK dari 1947 hingga reformasi yang membentuk lembaga audit negara yang independen. albadarpost.com, PELITA – Kekuatan sebuah negara sering terlihat dari cara ia memperlakukan uang publik. Sejarah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi contoh bagaimana arsitektur pengawasan negara dibentuk, diubah, dan disesuaikan dengan arah politik Indonesia sejak 1947. Perjalanan lembaga ini memperlihatkan bagaimana pengawasan […]

  • bupati Tasikmalaya

    Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Laporan Khusus Albadarpost. albadarpost.com, EDITORIAL – Pelaksanaan proyek di lingkungan pemerintah daerah pada prinsipnya diatur melalui mekanisme yang jelas dan berlapis. Regulasi seperti Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (beserta aturan turunannya) menegaskan bahwa proses pengadaan harus dilakukan oleh struktur resmi: mulai dari perencanaan oleh SKPD, pemilihan penyedia oleh pejabat atau unit pengadaan, hingga pelaksanaan […]

  • Demo Disdik Tasikmalaya

    Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah. Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan […]

  • Ilustrasi burung elang terbang tinggi lalu turun menyambar daging dan terjebak perangkap sebagai simbol manusia yang kehilangan bebas merdeka karena nafsu dunia.

    Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • Akademi Crypto

    Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Akademi Crypto

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, FOKUS — Nama Timothy Ronald, influencer fintech yang populer di kalangan generasi muda, kini menjadi sorotan publik. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi kripto yang diduga melibatkan platform edukasi Akademi Crypto. Laporan tersebut menyebutkan kerugian korban mencapai miliaran rupiah. Kasus ini memantik perhatian karena Timothy dikenal luas sebagai figur edukasi […]

expand_less