Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALAPolisi mengajar santri mungkin terdengar tidak biasa, namun kisah ini benar-benar nyata. Sosok polisi jadi guru, pengabdian anggota polisi, dan kisah inspiratif pendidik ini datang dari Aceh. Selama lebih dari satu dekade, seorang perwira polisi tetap konsisten membagi ilmu kepada santri di pesantren tradisional. Oleh karena itu, cerita polisi mengajar santri ini langsung menyentuh hati banyak orang.

Selain itu, di tengah kesibukan tugas negara, ia tetap meluangkan waktu untuk pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa dedikasi tidak selalu harus terlihat besar, tetapi bisa hadir dalam langkah sederhana yang konsisten.

Sosok Polisi yang Memilih Mengabdi Lewat Pendidikan

Perwira tersebut dikenal sebagai Iptu Jumadil Firdaus. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga berperan sebagai guru bagi para santri.

Setiap hari, setelah menyelesaikan dinas, ia langsung menuju pesantren. Di sana, ia mengajar tanpa pamrih. Bahkan, ia sudah menjalani rutinitas ini sejak sekitar tahun 2012.

Baca juga: Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

Menariknya, ia tidak menjadikan aktivitas ini sebagai pekerjaan tambahan. Sebaliknya, ia memandangnya sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Mengajar di Pesantren Tradisional dengan Penuh Ketulusan

Di pesantren tradisional Aceh, suasana belajar sangat sederhana. Namun, semangat belajar para santri tetap tinggi.

Iptu Jumadil saat mengajar santri (Foto: Detik.Com)

Iptu Jumadil mengajarkan berbagai ilmu agama seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Ilmu tajwid
  • Kitab berbahasa Arab

Selain itu, jumlah santri yang ia ajar tidak sedikit. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, jumlahnya mencapai ratusan.

Meskipun fasilitas terbatas, proses belajar tetap berjalan dengan penuh kehangatan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh sarana.

Konsistensi yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Tidak banyak orang mampu menjaga konsistensi selama belasan tahun. Namun, Iptu Jumadil membuktikan bahwa hal tersebut mungkin dilakukan.

Kunci utamanya terletak pada disiplin waktu. Ia mengatur jadwal dengan rapi agar tugas sebagai polisi dan guru tetap berjalan seimbang.

Selain itu, dukungan keluarga juga berperan besar. Tanpa dukungan tersebut, tentu sulit menjalani dua tanggung jawab sekaligus.

Lebih jauh lagi, ia tidak pernah mengeluh. Justru, ia menikmati setiap proses yang dijalani.

Mengajar Bukan Soal Materi, Tapi Panggilan Hati

Banyak orang bekerja demi penghasilan. Namun, kisah ini menunjukkan sudut pandang berbeda.

Iptu Jumadil tidak mengajar karena materi. Ia melakukannya karena panggilan hati. Ia percaya bahwa berbagi ilmu adalah amal jariyah yang terus mengalir.

Selain itu, ia ingin memberikan dampak positif bagi generasi muda. Dengan ilmu agama, ia berharap para santri memiliki bekal hidup yang kuat.

Oleh sebab itu, dedikasi seperti ini menjadi sangat langka dan berharga.

Pelajaran Penting dari Kisah Ini

Dari kisah inspiratif ini, ada beberapa hal yang bisa dipetik:

  • Konsistensi lebih penting daripada pencapaian instan
  • Niat yang tulus akan menghasilkan dampak besar
  • Setiap profesi bisa menjadi ladang pengabdian
  • Pendidikan tetap menjadi kunci masa depan

Selain itu, kita juga diingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.

Polisi mengajar santri bukan sekadar cerita, tetapi bukti nyata bahwa dedikasi tidak mengenal batas profesi. Iptu Jumadil menunjukkan bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak luas.

Dengan konsistensi, ketulusan, dan niat yang kuat, seseorang bisa memberi perubahan nyata bagi banyak orang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penggelapan dana

    Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman penjara atas penggelapan dana salah transfer. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Seorang pria di Singapura dijatuhi hukuman 12 minggu penjara setelah terbukti menggunakan dana salah transfer yang seharusnya dikembalikan kepada institusi pengirim. Kasus ini menyoroti pentingnya integritas pribadi dalam sistem keuangan modern yang semakin bergantung pada kepercayaan dan kecepatan transaksi digital. Putusan […]

  • Lamine Yamal Palestina

    Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Langsung Pasang Badan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aksi Lamine Yamal membawa bendera Palestina saat parade juara FC Barcelona langsung memicu polemik internasional. Namun di tengah kritik keras dari pejabat Israel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez justru menyatakan dukungannya kepada wonderkid Barcelona tersebut. Isu Lamine Yamal Palestina menjadi sorotan besar media Eropa setelah video parade kemenangan Barcelona viral di […]

  • KH Miftah Fauzi menyuarakan aspirasi pedagang Pasar Cikurubuk terkait keadilan dan kebijakan Pemkot Tasikmalaya

    KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui […]

  • Pelita: Menyalakan Cahaya di Tengah Gulita

    Pelita: Menyalakan Cahaya di Tengah Gulita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com – PELITA. Rubrik Pelita di albadarpost.com adalah ruang untuk menyoroti sosok-sosok yang memberi inspirasi bagi kehidupan rakyat. Kata “Pelita” dipilih karena ia melambangkan cahaya yang menuntun langkah dalam kegelapan. Cahaya itu bisa datang dari siapa saja: seorang guru di pelosok yang tak kenal lelah mengajar, seorang relawan yang setia menemani korban bencana, seorang petani […]

  • Razia Miras Tasik

    Razia Miras Tasik, Polisi Sasar Titik Rawan Kota

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polresta Tasikmalaya kembali menggencarkan razia miras Tasik dan operasi pemberantasan obat-obatan terlarang di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Kota Tasikmalaya. Dalam operasi gabungan yang digelar Rabu (20/5/2026), petugas berhasil mengamankan 52 botol minuman keras berbagai merek dari beberapa lokasi berbeda. Operasi tersebut melibatkan jajaran Sat Samapta dan Satres Narkoba Polresta […]

  • Kurban ASUH

    Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, Ini Aturan ASUH yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Idul Adha, suasana di banyak kampung mulai berubah pelan-pelan. Kandang sementara berdiri di halaman masjid. Tali tambang digantung di pagar. Rumput hijau menumpuk di sudut teras musala. Sementara anak-anak kecil biasanya mulai sibuk menebak-nebak sapi mana yang paling besar. Pagi hari terasa berbeda. Suara kambing terdengar lebih sering dari biasanya. Kadang […]

expand_less