Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sejarah Kalender Hijriyah: Fakta yang Jarang Diketahui

Sejarah Kalender Hijriyah: Fakta yang Jarang Diketahui

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKalender Hijriyah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Banyak orang mengenal kalender Islam ini sebagai penentu ibadah seperti puasa dan haji. Namun, sejarah kalender Hijriyah, asal-usul penanggalan Islam, serta sistem kalender bulan dalam Islam ternyata memiliki kisah menarik yang jarang dibahas.

Selain itu, kalender Hijriyah tidak muncul begitu saja. Ada proses panjang, diskusi penting, dan keputusan besar yang mengubah cara umat Islam menghitung waktu. Oleh karena itu, memahami sejarah ini akan membuka perspektif baru tentang tradisi yang kita gunakan hingga hari ini.

Awal Mula: Kebingungan dalam Penentuan Waktu

Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki sistem penanggalan resmi. Surat-surat penting sering dikirim tanpa tahun yang jelas. Akibatnya, muncul kebingungan dalam menentukan waktu kejadian.

Situasi ini kemudian menjadi perhatian serius. Khalifah Umar bin Khattab melihat perlunya sistem yang teratur. Tanpa penanggalan yang jelas, administrasi dan komunikasi akan sulit berkembang.

Karena itu, beliau mengumpulkan para sahabat untuk mencari solusi. Diskusi ini menjadi titik awal lahirnya kalender Hijriyah.

Keputusan Penting: Mengapa Hijrah yang Dipilih?

Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengusulkan beberapa peristiwa penting sebagai acuan. Ada yang mengusulkan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang menyarankan peristiwa wafat beliau.

Namun demikian, akhirnya dipilih peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah sebagai awal kalender. Keputusan ini bukan tanpa alasan.

Hijrah dianggap sebagai titik balik dalam sejarah Islam. Pada momen ini, umat Islam mulai membangun masyarakat yang mandiri. Selain itu, hijrah juga menandai perubahan besar dalam perjuangan dakwah.

Oleh sebab itu, tahun pertama kalender Hijriyah dimulai dari peristiwa tersebut, bukan dari kelahiran atau wafat Nabi.

Sistem Kalender Bulan yang Penuh Makna

Kalender Hijriyah menggunakan sistem lunar atau berdasarkan peredaran bulan. Satu bulan dimulai saat hilal terlihat. Dalam satu tahun, terdapat 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354 hari.

Akibatnya, kalender Hijriyah lebih pendek dibanding kalender Masehi. Oleh karena itu, tanggal-tanggal penting dalam Islam terus bergeser setiap tahun.

Selain itu, sistem ini memiliki keunikan tersendiri. Ibadah seperti puasa Ramadhan dan haji tidak terikat pada musim tertentu. Dengan demikian, umat Islam di seluruh dunia merasakan variasi kondisi dalam menjalankan ibadah.

Fakta Unik yang Jarang Diketahui

Ada beberapa fakta menarik tentang kalender Hijriyah yang sering terlewat. Pertama, penetapan kalender ini terjadi sekitar 17 tahun setelah hijrah berlangsung. Artinya, sistem ini dibuat secara retrospektif.

Kedua, nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah sudah ada sebelum Islam. Namun, maknanya kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga, penentuan awal bulan masih menjadi perdebatan di beberapa tempat hingga kini. Sebagian menggunakan rukyat (melihat hilal), sementara yang lain menggunakan hisab (perhitungan astronomi).

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa kalender Hijriyah bukan hanya sistem waktu, tetapi juga bagian dari dinamika peradaban Islam.

Relevansi Kalender Hijriyah di Era Modern

Di era digital, kalender Masehi memang lebih dominan. Namun demikian, kalender Hijriyah tetap memiliki peran penting bagi umat Islam.

Selain sebagai penentu ibadah, kalender ini juga menjadi identitas budaya dan spiritual. Banyak negara bahkan menjadikannya sebagai kalender resmi untuk kegiatan keagamaan.

Lebih jauh lagi, kesadaran terhadap kalender Hijriyah mulai meningkat. Banyak aplikasi dan platform digital kini menyediakan fitur penanggalan Islam.

Dengan demikian, kalender Hijriyah tetap relevan meski zaman terus berubah.


Lebih dari Sekadar Penanggalan

Akhirnya, kalender Hijriyah bukan hanya alat untuk menghitung waktu. Di baliknya, terdapat sejarah, nilai, dan keputusan besar yang membentuk peradaban.

Dengan memahami sejarah kalender Hijriyah, kita tidak hanya mengetahui tanggal, tetapi juga menghargai perjalanan panjang umat Islam.

Oleh karena itu, setiap kali melihat tanggal Hijriyah, ingatlah bahwa di balik angka tersebut ada cerita besar yang jarang diketahui. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Data perbandingan skor IDSD 2025 Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan 12 pilar penilaian.

    IDSD 2025 Bicara: Kota Tasikmalaya Unggul, Kabupaten Harus Gaspol

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rilis IDSD 2025 atau Indeks Desa dan Daerah 2025 langsung memantik perhatian publik Tasikmalaya. Data terbaru itu memperlihatkan jarak yang tidak kecil antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. Kota membukukan skor 4,05, sementara kabupaten bertahan di angka 3,52. Adapun rata-rata nasional berada di 3,50. Angka tersebut bukan sekadar statistik tahunan. Sebaliknya, […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dengan tenang saat matahari terbit, menggambarkan makna syukur dan ketenangan hidup

    Kenapa Hidup Terasa Kurang? Ini Makna Syukur yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup kurang, padahal sebenarnya tidak? Makna syukur, arti bersyukur, dan hakikat syukur dalam kehidupan sering kali kabur di tengah rutinitas yang melelahkan. Kita sibuk mengejar lebih banyak, tetapi lupa menghargai apa yang sudah ada. Di titik inilah makna syukur sering terlupakan—bukan karena tidak punya alasan untuk bersyukur, tetapi karena kita […]

  • regulasi unik Indonesia

    8 Regulasi Unik Indonesia yang Sering Dilanggar Tanpa Sadar, Nomor 3 Bikin Kaget!

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Regulasi unik Indonesia ternyata bukan sekadar aturan aneh, melainkan bagian penting dari sistem hukum yang menjaga ketertiban. Sayangnya, banyak aturan unik di Indonesia justru sering dilanggar karena dianggap sepele atau tidak diketahui masyarakat. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, sebagian besar peraturan unik Indonesia memiliki dasar hukum kuat dan tujuan jelas, mulai dari […]

  • klaim intelijen

    Saudi Bombardir Yaman Selatan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Serangan udara Saudi ke Yaman selatan menandai eskalasi baru konflik internal dan gagalnya upaya damai regional. Serangan Udara Saudi Picu Eskalasi Baru albadarpost.com, BERITA DUNIA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman selatan. Target utama serangan kali ini adalah posisi Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang selama ini […]

  • Raperda Tasikmalaya

    Raperda Tasikmalaya Disahkan, Warga Bisa Rasakan Perubahan?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tasikmalaya resmi disahkan DPRD dalam Rapat Paripurna ke-4, Jumat (17/4/2026), dan langsung mengarah pada satu tujuan besar: mempercepat layanan publik. Melalui perubahan ketiga atas Perda kota Tasikmalaya No.7 Tahun 2016 tentang struktur perangkat daerah, Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak merombak cara kerja birokrasi agar lebih efektif, tepat […]

  • pergerakan Nataru

    Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Dishub Jabar memprediksi 21,2 juta pergerakan Nataru, memicu tekanan lalu lintas wisata dan kebijakan pengendalian. albadarpost.com, FOKUS – Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi lonjakan besar pergerakan Nataru 2025/2026. Sekitar 21,2 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Angka ini setara 42 persen penduduk Jawa Barat dan berpotensi menekan sistem transportasi, terutama […]

expand_less