Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir Dayeuhkolot Bandung setinggi 50 cm lumpuhkan lalu lintas, warga terpaksa sewa delman angkut motor.

Genangan Setinggi 50 Sentimeter Lumpuhkan Akses Utama di Dayeuhkolot

albadarpost.com, HUMANIORABanjir Dayeuhkolot Bandung kembali melumpuhkan aktivitas warga, Sabtu (1/11/2025). Air setinggi sekitar 50 sentimeter merendam ruas Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Ratusan pengendara motor terjebak genangan yang membentang hampir seratus meter di depan Masjid Agung Dayeuhkolot hingga arah Baleendah.

Kondisi ini memaksa sebagian warga menunda perjalanan, sementara yang lain memilih cara tak biasa agar tetap bisa melintas: menyewa delman untuk mengangkut sepeda motor. Pemandangan unik ini seolah menjadi ritual tahunan di tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung yang tak kunjung usai.

Motor-motor yang nekat melintas kerap mogok di tengah jalan, memaksa pengendara menepi untuk memperbaikinya atau mencari bantuan. Aktivitas masyarakat pun tersendat sejak pagi. Banyak pekerja dan pelajar terlambat tiba di tujuan.

Fitri (32), karyawan swasta asal Ciparay, menjadi salah satu yang memilih menggunakan jasa delman. Ia mengaku sudah dua kali motornya mati mendadak saat mencoba menembus banjir. “Kalau dipaksa terus, bisa rusak parah. Lebih baik bayar Rp 25 ribu buat naik delman daripada keluar uang jutaan buat servis,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Fitri, perjalanan dari rumah ke tempat kerjanya biasanya hanya 45 menit. Namun kali ini, ia harus menempuh hampir dua jam. “Kalau telat terus, bisa kena teguran kantor. Tapi mau bagaimana, jalan satu-satunya ya ini,” tambahnya.


Delman Jadi Angkutan Darurat, Banjir Tak Kunjung Selesai

Delman yang biasanya digunakan untuk wisata kini beralih fungsi menjadi kendaraan darurat. Para kusir memasang tali kuat untuk mengikat motor di bagian belakang delman agar tidak terjatuh saat melintas. Tarifnya bervariasi, antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per motor, tergantung jarak dan kedalaman air.

Pemandangan itu menjadi bukti betapa warga sudah terbiasa beradaptasi dengan Banjir Dayeuhkolot Bandung. “Kalau tidak begini, motor bisa rusak. Setiap musim hujan, pasti seperti ini,” kata seorang kusir yang tengah menuntun kuda perlahan di tengah genangan.

Rika (27), pegawai kantor di kawasan Kopo, memilih menepi dan menunggu air surut. Ia sudah memberi kabar kepada kantornya bahwa ia akan terlambat. “Setiap musim hujan, pasti begini. Kadang saya malah putar balik dan tidak berangkat karena tidak ada jalan lain,” ujarnya pasrah.

Baca juga: Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata. “Bukan hanya warga sini yang kena dampak, tapi juga pekerja dan pelajar yang setiap hari melintas. Kita tidak mungkin terus menunggu air surut setiap kali hujan,” ucapnya.


Ojek Daring dan Warga Terdampak, Drainase Jadi Sorotan

Dadan (40), pengemudi ojek daring, turut merasakan dampaknya. Ia mengaku banyak pelanggan membatalkan pesanan karena enggan menambah ongkos. “Kalau dipaksakan lewat, motor bisa rusak. Kalau rusak, tidak bisa narik lagi. Penghasilan langsung hilang,” tuturnya.

Menurutnya, perbaikan drainase menjadi kebutuhan mendesak. “Kalau cuma disedot airnya atau ditutup sementara, banjirnya pasti datang lagi. Yang dibutuhkan itu solusi jangka panjang, bukan tambal sulam,” katanya tegas.

Sementara itu, warga sekitar tampak sigap membantu. Ada yang mengatur lalu lintas, sebagian lagi menawarkan jasa dorong motor bagi pengendara yang terjebak. Aktivitas seperti ini, meski tampak sederhana, menjadi bukti solidaritas warga yang sudah akrab dengan bencana tahunan.

Petugas kepolisian berjaga di titik banjir untuk mengurai kemacetan. Namun upaya itu tak banyak membantu karena banyak pengendara memilih berhenti menunggu air surut. Hingga siang hari, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Langit mendung yang menggantung menambah kekhawatiran warga akan banjir yang lebih parah bila hujan turun kembali.


Masalah Tahunan Tanpa Ujung

Masalah Banjir Dayeuhkolot Bandung bukan hal baru. Fenomena ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi signifikan. Selain kiriman air dari wilayah hulu, kondisi sistem drainase yang buruk dan naiknya permukaan air Sungai Citarum memperparah situasi.

Fandi (38), warga sekaligus pekerja di kawasan Dayeuhkolot, mengatakan bahwa banjir selalu datang dengan pola yang sama. “Air cepat naik tapi lama surut. Pemerintah perlu kerja serius. Kita tidak mau setiap musim hujan harus keluar biaya tambahan atau kehilangan waktu kerja,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung telah berulang kali berjanji melakukan pembenahan drainase dan normalisasi sungai. Namun hingga kini, perbaikan belum sepenuhnya dirasakan warga. Sementara itu, masyarakat sudah bersiap menghadapi kemungkinan banjir lanjutan jika hujan deras kembali mengguyur kawasan selatan Bandung.

Hingga Sabtu siang, hujan belum turun lagi, tetapi genangan masih bertahan di titik-titik tertentu. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tetap terganggu.

Banjir Dayeuhkolot Bandung kembali merendam jalan utama hingga 50 cm. Warga terpaksa mencari cara bertahan, mulai dari sewa delman hingga menunda perjalanan. Drainase buruk dan luapan Sungai Citarum kembali jadi sorotan utama penyebab banjir tahunan yang belum juga tuntas.

Banjir Dayeuhkolot Bandung rendam jalan utama, warga pakai delman angkut motor. Drainase buruk dan luapan Citarum kembali disorot. (Red)



  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Tasikmalaya bersama serikat buruh dan Forkopimda saat dialog May Day 2026 membahas kesejahteraan pekerja.

    May Day Tasikmalaya Berubah Total, Buruh dan Pemkot Duduk Satu Meja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — May Day Tasikmalaya tahun 2026 tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada aksi turun ke jalan ataupun konvoi massa buruh. Sebaliknya, peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Tasikmalaya justru diwarnai dialog terbuka antara pemerintah, aparat keamanan, dan perwakilan serikat pekerja. Momentum May Day Tasikmalaya kali ini menghadirkan pendekatan yang lebih sejuk […]

  • Sinergi media dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun keterbukaan informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab

    Media dan Pemkab Tasikmalaya Perkuat Kolaborasi Informasi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam tata kelola pemerintahan daerah. Di Kabupaten Tasikmalaya, kebutuhan akan informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan terus meningkat. Dalam konteks inilah, sinergi media dan pemerintah Tasikmalaya memegang peran strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, bukan sekadar ramai. Media dan pemerintah […]

  • membersihkan hati dari dengki

    Sering Iri Tanpa Sadar? Begini Cara Membersihkan Hati Menurut Islam

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada rasa tidak nyaman ketika melihat orang lain berhasil lebih dulu? Hati terasa sempit, padahal kita tidak ingin membencinya. Perasaan itu sering muncul diam-diam, dan banyak orang tidak sadar bahwa itulah awal dari dengki. Membersihkan hati dari dengki menjadi kebutuhan penting di zaman sekarang. Di tengah media sosial, perbandingan hidup terjadi setiap […]

  • Kawasan Tanpa Rokok

    Satpol PP Cirebon Tindak Warga Langgar Kawasan Tanpa Rokok, Denda Rp17 Ribu Berlaku Tegas

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Satpol PP Cirebon tindak pelanggar kawasan tanpa rokok, tujuh warga didenda Rp17 ribu untuk tegakkan Perda KTR. Penegakan Kawasan Tanpa Rokok Kian Diperketat albadarpost.com, LENSA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan kawasan tanpa rokok (KTR). Dalam operasi yang digelar pada Sabtu pagi, 1 November 2025, petugas […]

  • Pengawasan Internal Pemerintah

    Tasikmalaya–Garut Perkuat Pengawasan, Layanan Publik Jadi Fokus

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengawasan internal pemerintah kembali menjadi fokus dalam upaya memperbaiki tata kelola birokrasi daerah. Pemerintah Kota Tasikmalaya menerima kunjungan Inspektorat Kabupaten Garut untuk memperkuat koordinasi lintas daerah sekaligus berbagi pengalaman dalam pengawasan dan pelayanan publik. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menerima langsung rombongan tersebut di ruang Inspektorat, Selasa (21/4/2026). Pertemuan […]

  • Ilustrasi muslim sedang merenung setelah mulai meninggalkan amalan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati. Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, […]

expand_less