Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mendung Tebal Tutupi Hilal Banjar, Awal Zulhijah Resmi Ditetapkan

Mendung Tebal Tutupi Hilal Banjar, Awal Zulhijah Resmi Ditetapkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemantauan hilal Zulhijah untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah di kawasan Gunung Putri Lapas Banjar, Kota Banjar, berlangsung tertib pada Minggu (17/5/2026). Meski hilal tidak terlihat akibat cuaca mendung dan awan tebal, hasil rukyat nasional memastikan awal bulan Zulhijah tetap dimulai besok.

Kegiatan rukyatul hilal tersebut menarik perhatian masyarakat yang datang langsung ke lokasi pemantauan. Sejak sore, warga mulai memenuhi area Gunung Putri untuk menyaksikan proses pengamatan hilal yang menjadi penentu kalender Hijriah, termasuk jadwal Hari Raya Iduladha 2026.

Sebagian pengunjung terlihat bergantian mendekati alat teropong. Namun menjelang matahari terbenam, ufuk barat mulai tertutup lapisan awan pekat. Langit tampak abu-abu. Beberapa petugas bahkan terus memantau celah awan sambil sesekali berdiskusi kecil mengenai kondisi cuaca.

Posisi Hilal Sudah Memenuhi Kriteria Imkanur Rukyat

Ketua Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kota Banjar, Badar Ismail, menjelaskan bahwa posisi hilal sebenarnya sudah memenuhi syarat imkanur rukyat berdasarkan hasil perhitungan hisab.

Menurutnya, hilal berada sekitar 4 derajat di atas ufuk. Posisi tersebut secara astronomi sudah masuk kategori yang memungkinkan untuk diamati.

“Dalam perhitungan, hari ini hilal berada di atas ufuk sekitar 4 derajat,” ujar Badar Ismail di lokasi pemantauan.

Ia menegaskan, kendala utama bukan terletak pada posisi hilal, melainkan kondisi cuaca di wilayah Banjar yang kurang mendukung proses observasi.

Awan tebal menutupi ufuk barat sejak petang. Karena itu, petugas tidak dapat melihat hilal baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu optik.

Walaupun demikian, proses rukyatul hilal tetap berjalan sesuai prosedur. Petugas hisab rukyat bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan hingga waktu observasi berakhir.

Hasil Rukyat Nasional Jadi Dasar Penetapan Awal Zulhijah

Badar Ismail mengatakan, penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah tidak hanya bergantung pada satu titik pengamatan. Pemerintah tetap mengacu pada hasil rukyat nasional dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menyebut salah satu titik pemantauan di Jawa Timur berhasil melihat hilal. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar penetapan resmi awal Zulhijah secara nasional.

“Walaupun di Banjar tidak bisa terlihat karena mendung dan gumpalan awan sangat tebal, salah satu titik pemantauan di Nusantara telah berhasil melihat hilal,” jelasnya.

Dengan hasil tersebut, pemerintah menetapkan bahwa Senin menjadi tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah.

Penetapan itu sekaligus memastikan Hari Raya Iduladha atau 10 Zulhijah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Informasi tersebut langsung menyebar cepat di kalangan masyarakat yang hadir di lokasi rukyat. Beberapa warga terlihat membuka kalender digital di ponsel mereka sambil menghitung waktu puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.

Ada juga yang langsung menghubungi keluarga melalui panggilan video. Suasananya terasa sederhana, tetapi hangat.

Antusiasme Warga Tetap Tinggi Meski Hilal Tak Terlihat

Pelaksanaan rukyatul hilal di Gunung Putri Lapas Banjar juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat umum.

Walaupun cuaca tidak mendukung, antusiasme warga tetap tinggi hingga akhir kegiatan. Banyak masyarakat datang bukan hanya untuk mengetahui hasil sidang hilal, tetapi juga ingin melihat langsung proses pengamatan astronomi yang jarang terjadi setiap bulan.

Beberapa anak muda tampak merekam suasana menggunakan telepon genggam. Sementara itu, sejumlah orang tua memilih duduk di pinggir area pemantauan sambil menunggu kabar hasil rukyat nasional.

Kondisi seperti ini hampir selalu muncul menjelang bulan besar dalam kalender Islam. Terlebih menjelang Zulhijah, masyarakat mulai bersiap menyambut Iduladha, ibadah kurban, hingga puasa sunnah awal bulan.

Di sisi lain, kegiatan rukyatul hilal juga menjadi momentum edukasi bagi masyarakat mengenai proses penentuan awal bulan Hijriah yang menggabungkan metode hisab dan rukyat.

Cuaca Jadi Tantangan Rutin Pemantauan Hilal di Sejumlah Daerah

Fenomena hilal yang gagal terlihat akibat mendung bukan pertama kali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Faktor cuaca sering menjadi tantangan utama dalam proses rukyat, terutama saat langit tertutup awan tebal di ufuk barat.

Meski demikian, sistem pemantauan nasional memungkinkan hasil rukyat dari daerah lain tetap menjadi rujukan resmi penetapan kalender Hijriah.

Karena itu, walaupun satu daerah gagal melihat hilal, keputusan nasional tetap dapat dilakukan selama ada wilayah lain yang berhasil melakukan observasi sesuai ketentuan syariat dan astronomi.

Dan sore itu di Banjar, masyarakat akhirnya pulang tanpa melihat hilal secara langsung. Tetapi mereka tetap membawa kepastian: bulan Zulhijah telah dimulai.

Kadang langit memang tidak selalu memberi pemandangan terbaiknya. Tetapi dari balik awan tebal itu, masyarakat tetap mendapat satu kepastian besar: musim ibadah dan pengorbanan akhirnya kembali datang. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Learning Loss

    Nilai TKA Rendah, Salah Siswa?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik. Ujian sebagai Alarm, Bukan Vonis albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali memantik perdebatan publik. Namun, persoalan ini tidak sesederhana angka rapor nasional. Nilai ujian yang rendah bukan vonis atas kemampuan siswa, melainkan alarm atas masalah struktural […]

  • kepanikan massal

    Dentuman Misterius Picu Kepanikan Warga Puncak

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dentuman keras tak dikenal di Puncak Cianjur memicu kepanikan massal warga dan membuat BPBD turun tangan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara dentuman keras yang terdengar tiba-tiba di malam hari memicu kepanikan massal warga di kawasan Puncak Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam itu membuat banyak warga keluar rumah karena khawatir terjadi ledakan […]

  • Kebijakan ASN

    Larangan Hukuman Fisik di Sekolah Resmi Diterbitkan Pemprov Jabar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar terbitkan Larangan Hukuman Fisik bagi guru, menyusul kasus tampar siswa di Subang yang viral. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan kebijakan Larangan Hukuman Fisik bagi seluruh guru setelah mencuat kasus guru menampar siswa di SMP Negeri 2 Jalancagak, Subang, yang viral dan memicu kecaman publik. Surat edaran ini menjadi langkah baru […]

  • roller coaster USS

    Universal Studios Evakuasi Penumpang Roller Coaster USS

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Roller coaster USS Singapura berhenti mendadak saat hujan deras. Evakuasi penumpang berlangsung aman tanpa korban luka. albadarpost.com, LENSA – Wahana roller coaster USS Battlestar Galactica: Human vs Cylon berhenti mendadak saat beroperasi di Universal Studios Singapore, Jumat sore, 28 November 2025. Evakuasi manual dilakukan di tengah hujan, memaksa penumpang berjalan menuruni lintasan, dan situasi memicu […]

  • Tumpukan sampah di Kota Tasikmalaya saat sukwan mogok kerja dan DPRD mendesak solusi cepat dari pemerintah.

    Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Krisis Sampah Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik kota dalam beberapa hari terakhir. Persoalan sampah Kota Tasikmalaya itu memuncak saat para sukarelawan pemungut sampah atau sukwan menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka. Dampaknya langsung terasa. Di beberapa sudut kota, […]

  • kejahatan terhadap anak

    Polres Tasikmalaya Ungkap Empat Kejahatan terhadap Anak dalam Sebulan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya ungkap empat kejahatan terhadap anak dalam sebulan dan menahan sejumlah pelaku. albadarpost.com, HUMANIORA – Empat kejahatan terhadap anak terjadi di Tasikmalaya dalam rentang November hingga awal Desember, menandai lonjakan kasus yang langsung menjadi perhatian aparat. Polres Tasikmalaya Kota menyebut rangkaian kejadian ini sebagai alarm serius bagi semua pihak, mengingat pelaku sebagian besar merupakan […]

expand_less