Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan.

Situasi ini kemudian memicu keresahan di kalangan pedagang pasar tradisional. Sebab, selama ini banyak kios di Pasar Cikurubuk bergantung pada penjualan eceran kepada masyarakat sekitar. Ketika toko besar menawarkan harga lebih murah dengan sistem yang sama, pedagang kecil kesulitan mempertahankan omzet.

Karena itu, isu mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya tidak sekadar persoalan persaingan dagang biasa. Persoalan ini juga menyangkut keberlangsungan ekonomi pedagang kecil yang selama puluhan tahun menggantungkan hidupnya di pasar tradisional tersebut.

Persaingan Dagang Dinilai Tidak Seimbang

Pedagang Pasar Cikurubuk menilai praktik usaha yang memadukan grosir dan eceran dapat menciptakan ketimpangan. Pasalnya, pedagang kecil membeli barang dari distributor dengan harga tertentu, lalu menjual kembali dengan margin tipis.

Namun sebaliknya, toko besar memiliki akses modal dan pasokan barang yang lebih kuat. Akibatnya, harga jual mereka bisa lebih rendah dibandingkan pedagang pasar.

Selain itu, pedagang juga khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada kelangsungan usaha mereka. Jika konsumen lebih memilih berbelanja di toko besar, maka kios-kios kecil akan kehilangan pembeli secara bertahap.

Di sisi lain, pasar tradisional selama ini menjadi ruang ekonomi rakyat. Banyak keluarga bergantung pada aktivitas perdagangan di pasar. Oleh sebab itu, pedagang berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan usaha agar semua pelaku ekonomi mendapat kesempatan yang sama.

Pedagang Desak Penertiban Usaha

Sejumlah pedagang kemudian menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah. Mereka meminta adanya evaluasi terhadap izin usaha yang dimiliki toko Sen Sen Tasikmalaya.

Pedagang berharap pemerintah menertibkan praktik usaha yang dianggap tidak sesuai dengan izin yang berlaku. Selain itu, mereka juga meminta pengawasan perdagangan diperketat agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Suasana demo di depan Toko Sensen Tasikmalaya, Senin (9/3/2026).

Para pedagang menegaskan bahwa mereka tidak menolak keberadaan toko besar. Akan tetapi, mereka menginginkan aturan usaha dijalankan secara adil. Dengan begitu, persaingan tetap sehat dan tidak merugikan pedagang kecil.

Regulasi Perdagangan yang Berlaku

Dalam praktik perdagangan modern, pemerintah sebenarnya telah mengatur hubungan antara usaha besar dan usaha kecil. Salah satu regulasi yang relevan yaitu Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

Peraturan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengatur keberadaan pusat perdagangan agar tidak mematikan pasar tradisional.

Baca juga: Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

Selain itu, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha modern dan pedagang kecil.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan terhadap izin usaha serta mekanisme penjualan yang dijalankan oleh pelaku usaha.

Dengan adanya aturan tersebut, pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang adil bagi semua pihak.

Harapan Pedagang untuk Masa Depan Pasar Tradisional

Pedagang Pasar Cikurubuk berharap polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola perdagangan di daerah. Mereka menginginkan pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi rakyat yang sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, pedagang juga berharap pemerintah lebih aktif mendengar aspirasi mereka. Sebab, pedagang kecil merupakan bagian penting dari perekonomian daerah.

Jika keseimbangan usaha dapat dijaga, maka pasar tradisional akan tetap hidup di tengah perkembangan perdagangan modern.

Pada akhirnya, keberpihakan terhadap ekonomi rakyat menjadi kunci utama agar roda perdagangan berjalan secara adil dan berkelanjutan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poster Program Beasiswa SEHAT 2026 untuk mahasiswi Poltekkes Kemenkes jenjang diploma dan profesi.

    Banyak Dicari Mahasiswi! Ini Jurusan dan Syarat Beasiswa SEHAT 2026

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Beasiswa SEHAT 2026 resmi kembali dibuka dan langsung menarik perhatian banyak mahasiswi kesehatan di berbagai daerah Indonesia. Informasi mengenai Beasiswa SEHAT Diploma dan Profesi 2026 bahkan mulai ramai dibagikan di grup WhatsApp kampus sejak pagi, terutama di kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes yang tengah mencari peluang bantuan pendidikan sekaligus pengembangan diri. Tidak […]

  • Kepemimpinan Santri

    Jarang Disadari, Ini 5 Cara Pesantren Mencetak Jiwa Pemimpin

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tidak banyak yang sadar bahwa banyak pemimpin tangguh di Indonesia justru lahir dari lingkungan sederhana: pesantren. Di balik jadwal padat dan kehidupan disiplin, kepemimpinan santri terbentuk melalui kebiasaan harian yang tampak biasa, namun memiliki dampak luar biasa. Nilai kepemimpinan pesantren, karakter santri, serta pola pendidikan berbasis pengalaman nyata membuat santri belajar memimpin […]

  • kekerasan seksual anak

    Ujian Negara Melindungi Anak di Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kasus kekerasan seksual anak oleh kepala sekolah membuka soal pengawasan pendidikan dan tanggung jawab negara. albadarpost.com, BERTA DAERAH – Penahanan seorang kepala sekolah dasar oleh Polres Pangandaran atas dugaan kekerasan seksual terhadap lima remaja di bawah umur bukan sekadar perkara pidana individual. Kasus ini menyentuh ruang yang lebih luas: relasi kuasa di lingkungan pendidikan, lemahnya […]

  • Ilustrasi seseorang menyiapkan naskah khutbah Idul Adha menggunakan laptop dan teknologi AI.

    AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara keyboard terdengar cukup keras dari sudut serambi masjid. Seorang calon khatib tampak beberapa kali menghapus kalimat di layar laptopnya. Folder dokumen di desktop bahkan masih bernama: “KHUTBAH_FIX_BENER_FINAL2.docx”. Di sebelahnya, segelas kopi hitam mulai dingin. Lampu neon masjid memantul samar di layar laptop yang sedikit berdebu. Sementara kipas angin tua di langit-langit […]

  • Sayembara Logo Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Buka Sayembara Logo, Hadiah Jutaan Rupiah Menanti

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah layar laptop menyala hingga larut malam. Di sudut meja, secangkir kopi mulai dingin. Sementara itu, beberapa garis dan bentuk perlahan muncul di layar aplikasi desain. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sketsa biasa. Namun tahun ini, sebuah desain sederhana berpeluang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tasikmalaya. Sayembara Logo Tasikmalaya untuk Hari […]

  • Efisiensi Anggaran

    Diky: Efisiensi Anggaran Jangan Lumpuhkan Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Efisiensi anggaran menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Meski sejumlah program pembangunan tertunda akibat perubahan anggaran dan keterlambatan transfer dana, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menegaskan pelayanan publik harus tetap berjalan. Menurutnya, warga membutuhkan pelayanan yang cepat dan pasti, bukan alasan di balik keterbatasan anggaran. Pernyataan tersebut disampaikan […]

expand_less