Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang Terkait Penerimaan Rp 600 Juta dari Aqua

Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang Terkait Penerimaan Rp 600 Juta dari Aqua

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta BPK audit PDAM Subang soal penerimaan Rp 600 juta per bulan dari Aqua.

albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap PDAM Subang. Langkah itu diambil setelah muncul temuan adanya penerimaan dana sebesar Rp 600 juta per bulan dari perusahaan air minum kemasan Aqua, meski kerja sama antara keduanya diduga tidak lagi memiliki dasar hukum yang sah.

“Diaudit, saya nanti hari Senin saya nemuin BPK dan serahkan surat permohonan audit,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (31/10/2025).

Menurut Dedi, pembayaran rutin tersebut tidak memiliki landasan perjanjian yang jelas. Padahal, dalam aturan kerja sama pemanfaatan sumber daya air, setiap pembayaran harus didasari pada penggunaan aset atau sumber air milik PDAM.

“Kenapa? Karena tidak ada dasar hukum. Dasar hukumnya itu perjanjian. Dalam perjanjian itu disebutkan penggunaan aset air. Tapi sekarang aset dan airnya tidak digunakan. Ini yang jadi sorotan kita,” tegas Dedi.


Awal Kerja Sama dan Pergeseran Sumber Air

Dedi menjelaskan, kerja sama antara PDAM Subang dan Aqua pada awalnya dilakukan dengan sistem bagi hasil atas pengambilan air dari sumber milik PDAM. Namun, seiring waktu, perusahaan tersebut membangun sumber air baru di atas lahan miliknya sendiri. Meski demikian, perjanjian kerja sama tetap berjalan, dan PDAM terus menerima kompensasi bulanan tanpa dasar pemanfaatan aset lagi.

“Mereka dulu ambil air dari sumber PDAM Subang dengan perjanjian tertentu. Tapi sekarang airnya diambil dari lahan mereka sendiri,” ujar Dedi.

Ia menilai, semestinya PDAM Subang sejak awal mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam perusahaan air kemasan tersebut, bukan hanya sebagai penerima kompensasi rutin.

“Itu nggak pintar PDAM-nya. Waktu awal perusahaan ngambilnya bareng dengan PDAM dengan satu sistem izin fasilitas air (SIFA). Seharusnya PDAM memutuskan diri menjadi bagian dari perusahaan itu, menghitung aset debit air sebagai investasi, dan menjadi pemegang saham di perusahaan besar itu,” jelasnya.

Menurut Dedi, keputusan PDAM yang hanya menerima pembayaran bulanan tanpa memperjuangkan posisi sebagai mitra strategis justru menunjukkan lemahnya visi bisnis dan keberpihakan terhadap aset publik. “Kalau dari awal PDAM ikut masuk ke struktur saham, sekarang nilainya sudah besar sekali,” imbuhnya.


Audit untuk Transparansi dan Tata Kelola Air Bersih

Dalam pandangan Dedi, persoalan ini bukan semata soal dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga momentum penting untuk menata ulang tata kelola sumber daya air di Jawa Barat. Ia menegaskan, audit terhadap PDAM Subang akan menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi pengelolaan seluruh sumber air, baik oleh pihak swasta maupun pemerintah daerah.

“Tetapi dibalik itu, saya ada hikmahnya. Hikmahnya apa? Saya ingin identifikasi sumber air, baik yang digunakan swasta maupun pemerintah. Karena orientasinya negara wajib menyediakan air bersih bagi warga,” tuturnya.

Ia menambahkan, hasil audit dan identifikasi nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang kebijakan pembangunan infrastruktur air bersih yang lebih merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Sehingga nanti pemerintahan provinsi Jawa Barat berorientasi untuk membangun air bersih di seluruh wilayah provinsi Jawa Barat, dan infrastrukturnya nanti akan jadi penyertaan modal ke PDAM kabupaten kota,” papar Dedi.

Langkah audit ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi pengelolaan air dan memastikan tidak ada lagi praktik yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Menurut Dedi, audit menyeluruh oleh BPK akan menjadi alat ukur untuk menilai apakah pengelolaan sumber air telah sesuai dengan asas manfaat publik dan efisiensi ekonomi.


PDAM dan Kepentingan Publik di Tengah Bisnis Air

Kasus PDAM Subang dan Aqua menyoroti dilema klasik antara kepentingan publik dan bisnis dalam pengelolaan sumber daya alam. Di satu sisi, air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dijamin negara. Namun di sisi lain, sumber air juga menjadi objek ekonomi yang bernilai tinggi bagi industri.

Dedi Mulyadi menilai, peran PDAM sebagai institusi publik seharusnya tidak berhenti pada fungsi administratif atau penerima kompensasi, melainkan menjadi pelaku aktif dalam industri air bersih. Dengan cara itu, keuntungan ekonomi dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan yang lebih baik dan harga yang lebih terjangkau.

“Negara harus hadir dalam setiap proses pengelolaan sumber air. Kalau dikelola sepenuhnya oleh swasta tanpa kontrol publik, maka yang diuntungkan hanya segelintir pihak,” tegasnya.

Ia menambahkan, ke depan, pemerintah provinsi akan memperkuat koordinasi dengan kabupaten dan kota untuk memastikan PDAM di seluruh daerah memiliki daya tawar yang kuat dan mampu menjaga kepentingan publik di tengah kompetisi bisnis air minum.


Reformasi Tata Kelola Air Jawa Barat

Rencana audit PDAM Subang menjadi bagian dari upaya besar Dedi Mulyadi dalam menata ulang tata kelola air di Jawa Barat. Pemerintah provinsi menargetkan pembentukan sistem pengelolaan air bersih terpadu yang memadukan potensi sumber daya alam, kebutuhan masyarakat, dan efisiensi ekonomi daerah.

Baca juga: Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

“Dengan audit ini, kita bisa tahu berapa banyak potensi air yang belum termanfaatkan, dan mana yang dikelola tanpa dasar hukum jelas. Dari situ, kita bisa susun kebijakan baru yang lebih adil dan transparan,” kata Dedi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa pengelolaan air di Indonesia tidak cukup hanya berbasis kontrak atau kompensasi, melainkan harus berpihak pada kemandirian daerah dan kesejahteraan warga.

Dedi Mulyadi minta BPK audit PDAM Subang soal dana Rp 600 juta dari Aqua untuk benahi tata kelola air bersih Jawa Barat. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

  • Bootcamp Afiliator

    Kadin Tasikmalaya Gelar Bootcamp Afiliator, Target Omzet Rp50 Miliar

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya membuka Festival Bootcamp Afiliator yang diikuti 120 peserta dari berbagai daerah, Rabu (13/5/2026). Program pelatihan kreator digital tersebut langsung menjadi perhatian karena menargetkan transaksi hingga puluhan miliar rupiah dalam waktu hanya dua minggu. Bootcamp afiliator itu dirancang sebagai langkah memperkuat ekonomi digital sekaligus mendorong […]

  • buruh sukses

    Buruh Biasa Bisa Sukses! Ini 6 Cara Mengubah Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Buruh sukses kini bukan lagi sekadar impian. Banyak kisah buruh sukses, pekerja dari nol yang berhasil, hingga buruh yang mengubah masa depan membuktikan bahwa latar belakang bukan penghalang untuk maju. Faktanya, semakin banyak buruh yang mampu keluar dari keterbatasan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui strategi yang tepat dan pola […]

  • Rapat koordinasi pencegahan stunting Jawa Barat di Gedung Sate Bandung bersama Wakil Bupati Tasikmalaya

    Tekan Stunting, Asep Sopari: Perubahan Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Stunting Jawa Barat kembali menjadi sorotan serius. Kasus stunting, gizi buruk anak, serta kekurangan nutrisi masih menjadi tantangan nyata yang harus segera ditangani. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan keluarga sebagai garda terdepan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting […]

  • Kereta Khusus Petani-Pedagang

    Kereta Khusus Petani-Pedagang Beroperasi 14 Kali per Hari di Merak

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kereta Khusus Petani-Pedagang mulai beroperasi di rute Rangkasbitung–Merak, memberi ruang aman tanpa berebut. albadarpost.com, LENSA – Mulai Senin, 1 Desember 2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menjalankan Kereta Khusus Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak. Layanan ini menyertakan satu gerbong khusus yang ditempel pada rangkaian Commuter Line Merak atau KA Lokal Merak. Kebijakan ini lahir untuk […]

  • Daging Babi ke Masjid

    Aksi Provokatif ke Masjid Berakhir Penjara, Singapura Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus kirim daging babi ke masjid di Singapura akhirnya berujung penjara. Kecewa karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang, seorang pria warga Singapura berusia 62 tahun, dilaporkan mengirim paket berisi daging babi ke tujuh masjid berbeda. Peristiwa itu langsung memancing perhatian luas karena menyentuh isu sensitif soal agama dan kerukunan sosial di negara […]

expand_less