Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALIndeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data.

BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama dan 12 pilar penilaian. Karena itu, indeks ini tidak hanya memotret kondisi ekonomi, tetapi juga menilai kualitas sumber daya manusia dan ekosistem inovasi. Selain relevan untuk pemerintah pusat, data IDSD juga menjadi panduan strategis bagi pemerintah daerah.

Empat Aspek dan Dua Belas Pilar Penilaian

IDSD mengadopsi kerangka Global Competitiveness Index (GCI) 2019 sebagai dasar metodologi. Dengan pendekatan tersebut, BRIN memastikan standar pengukuran sejalan dengan praktik global. Oleh sebab itu, hasilnya dapat dibandingkan secara objektif antarwilayah.

Empat aspek utama dalam Indeks Daya Saing Daerah meliputi lingkungan penguat, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi. Lingkungan penguat mencakup kelembagaan, infrastruktur, serta perekonomian daerah. Sementara itu, aspek sumber daya manusia menilai kesehatan, pendidikan, dan keterampilan masyarakat.

Selain itu, aspek pasar mengukur efisiensi pasar produk, ketenagakerjaan, akses keuangan, serta ukuran pasar. Pada sisi lain, ekosistem inovasi menilai adopsi teknologi, dinamika bisnis, dan kapasitas inovasi. Dengan struktur tersebut, IDSD menghadirkan potret menyeluruh tentang daya saing daerah.

Fungsi Strategis bagi Pemerintah Daerah

Indeks Daya Saing Daerah tidak sekadar menjadi laporan statistik tahunan. Pemerintah memanfaatkannya sebagai alat evaluasi untuk menilai efektivitas kebijakan pembangunan. Jika suatu daerah mencatat skor rendah pada pilar tertentu, maka pemerintah dapat segera merumuskan langkah korektif.

Selain berfungsi sebagai evaluasi, IDSD juga mendukung perencanaan strategis. Melalui data terukur, pemerintah daerah mampu mengidentifikasi kelemahan prioritas. Selanjutnya, alokasi anggaran dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

Lebih jauh lagi, indeks ini mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah dapat menyusun program berbasis inovasi. Dengan demikian, daya saing tinggi tidak hanya menjadi slogan, melainkan target terukur yang bisa dicapai.

IDSD 2025 dan Target Indonesia Emas 2045

Edisi keempat IDSD pada 2025 mencakup 38 provinsi dan 508 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Cakupan luas tersebut memperkuat posisi Indeks Daya Saing Daerah sebagai rujukan nasional. Karena itu, pemerintah menjadikan IDSD sebagai instrumen penting menuju visi Indonesia Emas 2045.

Transformasi ekonomi menjadi kunci dalam mencapai target tersebut. Daerah dengan ekosistem inovasi kuat cenderung lebih adaptif terhadap perubahan global. Selain itu, wilayah yang memiliki sumber daya manusia unggul mampu menarik investasi dan memperluas pasar.

Baca juga: IDSD 2025 Bicara: Kota Tasikmalaya Unggul, Kabupaten Harus Gaspol

Namun demikian, tantangan masih muncul di sejumlah daerah, terutama terkait infrastruktur dan adopsi teknologi. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas layanan publik dan percepatan digitalisasi harus berjalan simultan. Jika semua aspek bergerak seimbang, maka pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat terwujud.

Dorongan Inovasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Indeks Daya Saing Daerah menekankan pentingnya inovasi sebagai motor pertumbuhan. Ketika daerah aktif mengembangkan kapasitas teknologi dan dinamika bisnis, nilai tambah ekonomi akan meningkat. Selain itu, kolaborasi antaraktor lokal memperkuat ketahanan ekonomi wilayah.

Pada saat yang sama, penguatan pasar dan akses keuangan membuka peluang usaha baru. Pelaku UMKM, misalnya, dapat berkembang lebih cepat jika infrastruktur dan sistem keuangan mendukung. Oleh karena itu, IDSD berperan sebagai peta jalan yang mengarahkan pembangunan menuju daya saing tinggi.

Secara keseluruhan, kehadiran IDSD 2025 mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia berbasis data dan inovasi. Indeks ini tidak hanya mencerminkan capaian, tetapi juga memberi sinyal arah kebijakan ke depan. Dengan pendekatan terstruktur dan terukur, pemerintah optimistis dapat mendorong kemajuan wilayah secara merata. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin rapat MBG dengan pembentukan 7 satgas dan pengawasan dapur via CCTV real-time

    Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi […]

  • Anak Yatim Rajadesa

    54 Anak Yatim Rajadesa Tersenyum di Gebyar Muharram

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Yayasan Al-Falah 7 Jagamulya, suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Desa Rajadesa, Kabupaten Ciamis, saat puluhan anak yatim menerima santunan dan bingkisan dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah. Sebanyak 54 anak yatim di Rajadesa menerima santunan tunai dan bingkisan hasil gotong royong masyarakat melalui gerakan zakat, infak, dan […]

  • shalat istikharah

    Panduan Lengkap Shalat Istikharah

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Panduan lengkap shalat istikharah: niat, tata cara, waktu pelaksanaan, dan cara memahami jawabannya. Panduan Lengkap Shalat Istikharah albadarpost.com, FOKUS – Dalam hidup, tidak semua persoalan memiliki jawaban hitam-putih. Banyak keputusan berada di wilayah abu-abu: sama-sama boleh, sama-sama masuk akal, tetapi menentukan arah hidup. Di titik inilah Islam mengenalkan satu ibadah yang sederhana namun dalam maknanya: […]

  • Infografik kategori usia menikah ideal menurut KUA lengkap dengan risiko finansial, kesehatan, dan usia orang tua saat anak dewasa.

    Usia 25-28 Disebut Paling Ideal untuk Menikah, Ini Penjelasan KUA Padakembang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perbincangan soal usia menikah kembali ramai di media sosial setelah beredar infografik kategori usia menikah dari KUA Gayamsari, Kota Semarang. Grafik tersebut membagi usia pernikahan ke dalam beberapa kategori, mulai dari “kurang”, “matang (ideal)”, “cukup”, “waspada”, hingga “siaga”. Infografik usia menikah itu langsung menarik perhatian publik karena memuat simulasi perjalanan hidup keluarga, […]

  • Kanada vs Bosnia

    Kanada vs Bosnia: Tuan Rumah atau Kuda Hitam?

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 baru dimulai, tetapi sebagian tim sudah menghadapi pertandingan yang terasa seperti final kecil. Salah satunya adalah duel Kanada vs Bosnia di Grup B. Di atas kertas, Kanada memang lebih diunggulkan. Mereka bermain di rumah sendiri, mendapat dukungan puluhan ribu penonton, dan membawa generasi pemain yang lebih matang dibanding […]

  • kebakaran Ponpes Al Basyir

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang diduga akibat korsleting listrik, ratusan santri berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang: Ratusan Santri Berlarian Selamatkan Diri albadarpost.com, LENSA – Kebakaran hebat melanda kompleks Pondok Pesantren Al Basyir di Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025) siang. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar […]

expand_less