Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar mereka.

Syekh ‘Athoillah mengingatkan, “Kita menjadi hamba dari apa yang kita harapkan.” Kalimat ini terasa menampar. Sebab, semakin tinggi harapan duniawi digantungkan, semakin rendah jiwa ditundukkan. Seseorang bisa saja berdasi, berjabatan, bahkan disanjung. Namun, ketika hatinya bergantung pada pujian, uang, atau status sosial, maka ia belum mencapai Bebas Merdeka.

Ketika Elang Turun karena Daging

Bayangkan seekor elang. Ia terbang tinggi menembus langit. Sulit ditangkap, sulit dijangkau. Namun, ketika sepotong daging digantung sebagai umpan, ia turun. Bukan karena lemah, melainkan karena tamak. Sekali cakar menyentuh perangkap, tamatlah kebebasannya. Anak-anak kecil pun bisa mempermainkannya.

Baca juga: Diamnya Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Makin Membuat Penasaran

Begitulah manusia. Ketika tidak memiliki keinginan palsu, ia terbang tinggi dalam kehormatan. Namun, saat tergoda dunia yang fana, ia rela turun. Ia meninggalkan prinsip, menggadaikan integritas, bahkan menjual iman hanya demi “sepotong daging” bernama kepentingan.

Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa dunia sering memoles jebakan dengan kilau. Sementara itu, manusia kerap terkecoh oleh kemasan.

Nafsu: Tuan yang Tidak Pernah Kenyang

Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Muhammad)

Hadis ini bukan sekadar kritik terhadap kerakusan, melainkan potret abadi sifat manusia. Nafsu tidak pernah puas. Hari ini mengejar jabatan, besok mengejar pengaruh. Setelah itu, mengejar validasi. Sementara itu, hati terus lelah.

Imam Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa cinta dunia adalah akar dari banyak keburukan. Bukan berarti dunia harus ditinggalkan, tetapi dunia tidak boleh menguasai hati. Ketika hati terpaut kuat pada materi, maka Bebas Merdeka menjadi ilusi.

Oleh karena itu, kebebasan sejati bukanlah memiliki segalanya, melainkan tidak diperbudak oleh apa pun. Seseorang boleh kaya, tetapi tidak tamak. Boleh berpengaruh, tetapi tidak sombong. Boleh terkenal, tetapi tidak haus pujian.

Satir Zaman: Merdeka di Status, Terjajah di Hati

Lucunya, manusia modern sering merasa bebas karena bisa berkata apa saja di media sosial. Mereka merasa merdeka karena memiliki pilihan tanpa batas. Namun, pada saat yang sama, mereka gelisah jika tidak mendapat “like”. Mereka marah jika tidak diakui. Bahkan, mereka rela memoles citra demi tepuk tangan digital.

Di sinilah satir itu terasa pedih. Kita berbicara tentang kebebasan, tetapi algoritma menentukan suasana hati. Kita merasa independen, tetapi opini publik mengendalikan arah langkah. Dan kita mengaku tidak peduli, padahal diam-diam berharap dipuji.

Syekh ‘Athoillah seakan tersenyum melihat drama ini. Beliau tidak menyuruh kita kabur ke gunung. Beliau hanya mengingatkan: lepaskan ketergantungan. Jika hati tidak lagi terpaut pada keinginan palsu, maka perangkap kehilangan daya tariknya.

Karena itu, Bebas Merdeka dimulai dari dalam. Pertama, luruskan niat. Kedua, kurangi ketergantungan pada pujian manusia. Ketiga, perbanyak berharap hanya kepada Allah. Dengan demikian, seseorang tidak mudah turun dari “angkasa” kehormatan.

Allah SWT berfirman:

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini memberi arah yang jelas. Ketika tawakal menjadi fondasi, maka hati tidak lagi mudah diseret oleh umpan dunia.

Bebas Merdeka: Jalan Sunyi yang Menguatkan

Memang, jalan ini tidak populer. Sebab, dunia memuja pencapaian yang terlihat, bukan kebebasan batin yang tersembunyi. Namun, justru di situlah kekuatan sejati lahir. Orang yang Bebas Merdeka tidak mudah diprovokasi, tidak mudah dibeli, dan tidak mudah ditipu.

Sebaliknya, orang yang terjebak keinginan palsu akan terus mencari. Ia lelah, tetapi tidak berhenti. Ia kenyang, tetapi tetap lapar. Ia tersenyum, tetapi batinnya kosong.

Elang itu sebenarnya kuat. Ia hanya salah memilih arah turun. Maka, manusia pun demikian. Ia mulia ketika menjaga jarak dari umpan. Namun, ia menjadi permainan ketika membiarkan nafsu memimpin.

Akhirnya, pertanyaannya sederhana: kita ingin tetap terbang tinggi atau turun demi sepotong daging?

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • biaya admin toko online

    Regulasi Biaya Admin Toko Online untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus terkait biaya admin toko online yang selama ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat proteksi ekonomi digital dan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menerima banyak masukan dari UMKM […]

  • Layanan 110

    Layanan 110 Polri, Cepat Respons Aduan Warga

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Polri memperkuat layanan 110 untuk mempercepat respons kepolisian dan meningkatkan keamanan publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui pengembangan Contact Center 110. Layanan ini dirancang untuk mempercepat respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang menuntut penanganan cepat dan tepat. Penguatan layanan 110 menjadi penting […]

  • Tradisi pondok pesantren santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pesantren tradisional Indonesia

    Di Balik Kehidupan Santri: 7 Tradisi Pesantren yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pondok pesantren menjadi bagian penting dalam kehidupan santri di Indonesia. Budaya pesantren atau tradisi santri tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta penghormatan kepada guru. Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat belajar agama Islam. Namun di balik aktivitas mengaji dan belajar kitab, terdapat berbagai tradisi pondok […]

  • Perpres Kesehatan 2026 memperkuat sistem layanan kesehatan nasional terpadu dari pusat hingga daerah untuk masyarakat Indonesia

    Langkah Besar Prabowo: Perpres Kesehatan 2026 Siap Ubah Sistem Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah tantangan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya merata, pemerintah akhirnya mengambil langkah besar. Perpres Kesehatan 2026 resmi ditetapkan sebagai fondasi baru dalam membenahi sistem kesehatan nasional. Regulasi pengelolaan kesehatan ini tidak hanya mengatur, tetapi juga menyatukan arah kebijakan dari pusat hingga desa. Sejak awal, Perpres Kesehatan 2026 dirancang untuk menjawab […]

  • Ilustrasi seseorang menggosok gigi saat puasa dengan ekspresi ragu, edukasi hukum menyikat gigi saat Ramadan

    Gosok Gigi Saat Puasa: Batal atau Tidak? Ini Jawaban Tegasnya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bolehkah gosok gigi saat puasa? Pertanyaan ini sering muncul setiap Ramadan. Banyak orang ragu karena takut puasanya batal. Padahal, hukum menggosok gigi saat puasa, menyikat gigi ketika puasa, atau membersihkan mulut saat berpuasa sudah dijelaskan dalam fikih secara cukup jelas. Namun, ada detail penting yang sering terlewat dan justru menentukan sah […]

  • Penataan Pesantren

    Pemprov Jabar Kebut Penataan Bangunan Pesantren untuk Tingkatkan Keamanan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jawa Barat percepat penataan dan audit bangunan pesantren untuk memenuhi standar keselamatan dan kelayakan. albadarpost.com, LENSA – Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Namun, kondisi bangunannya belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan. Dari hampir 13 ribu pesantren yang berdiri, hanya sebagian kecil yang telah memiliki Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat […]

expand_less