Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEShalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap.

Karena itu, setiap Ramadan, umat Islam memadati masjid atau menunaikannya di rumah bersama keluarga. Momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Sebaliknya, tarawih menjadi sarana memperkuat iman, memperbanyak pahala, sekaligus membersihkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan kuat mengapa shalat tarawih Ramadan sangat dianjurkan.

Waktu dan Tata Cara Shalat Tarawih Ramadan

Pertama, waktu pelaksanaan tarawih dimulai setelah shalat Isya. Umumnya umat Islam mengerjakannya secara berjamaah di masjid. Namun demikian, seseorang tetap boleh menunaikannya di rumah secara mandiri.

Baca juga: Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

Tata caranya sederhana. Jamaah berniat di dalam hati, kemudian melaksanakan dua rakaat dengan satu salam. Setelah itu, rakaat diulang hingga jumlah yang diinginkan tercapai. Setiap dua rakaat ditutup salam, sehingga ritmenya ringan dan tidak memberatkan.

Biasanya, imam membaca surat-surat pendek setelah Al-Fatihah, terutama dari juz 30. Namun jika seseorang mampu membaca surat lebih panjang, hal itu juga diperbolehkan. Karena itu, tarawih memberi ruang kekhusyukan sesuai kemampuan masing-masing.

Setelah rangkaian tarawih selesai, ibadah ditutup dengan shalat Witir. Jumlahnya bisa satu, tiga, atau sebelas rakaat. Dengan demikian, rangkaian shalat tarawih Ramadan menjadi lengkap sebagai qiyamul lail.

8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasannya

Perbedaan jumlah rakaat sering menjadi perbincangan. Sebagian masjid melaksanakan 8 rakaat, sementara lainnya memilih 20 rakaat. Keduanya memiliki dasar dan telah dipraktikkan sejak masa sahabat.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih dilaksanakan 20 rakaat secara berjamaah. Sementara itu, sebagian riwayat menunjukkan Rasulullah ﷺ melaksanakan delapan rakaat qiyam yang panjang.

Karena itu, ulama sepakat bahwa jumlah rakaat dalam shalat tarawih Ramadan bersifat fleksibel. Yang terpenting bukan angka, melainkan kekhusyukan dan konsistensi. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa tarawih adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, sehingga umat Islam hendaknya menjaga semangatnya.

Dengan memahami konteks sejarah dan pendapat ulama, umat Islam tidak perlu memperdebatkan jumlah rakaat. Sebaliknya, fokus utama adalah meningkatkan kualitas ibadah.

Keutamaan dan Spiritualitas Tarawih Ramadan

Shalat tarawih bukan hanya tentang berdiri dan membaca ayat. Lebih dari itu, ibadah ini melatih kesabaran, ketekunan, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Setiap malam Ramadan menjadi kesempatan memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan tujuan Ramadan adalah takwa. Tarawih menjadi bagian penting dalam membentuk ketakwaan tersebut. Sebab ketika seorang hamba berdiri lama di hadapan Allah, hatinya akan lebih mudah tersentuh.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Selain itu, suasana masjid pada malam Ramadan mempererat ukhuwah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul dalam satu saf. Kebersamaan ini menghadirkan energi spiritual yang sulit ditemukan di bulan lain.

Oleh karena itu, shalat tarawih Ramadan bukan sekadar tradisi. Ia adalah momentum perubahan diri. Sebagai ruang pengampunan. Dan ia adalah jalan menuju hati yang lebih bersih.

Mengapa Tarawih Begitu Istimewa?

Pertama, tarawih hanya hadir satu bulan dalam setahun. Kedua, ia memiliki janji ampunan yang tegas dalam hadis sahih. Ketiga, pelaksanaannya fleksibel sehingga dapat diikuti semua kalangan.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam tidak melewatkannya. Bahkan, meski seseorang tidak mampu berjamaah di masjid, ia tetap bisa meraih pahala dengan melaksanakannya di rumah.

Dengan demikian, shalat tarawih Ramadan menjadi simbol kebangkitan spiritual tahunan. Selama Ramadan masih berkunjung, kesempatan itu selalu terbuka. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • kiai mengajar santri di pesantren dalam pendidikan pesantren tradisional

    Kiai Menjadi Jantung Pesantren: Peran Besarnya Membentuk Akhlak Santri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi masih sangat muda ketika para santri mulai memenuhi serambi masjid pesantren. Kitab-kitab kuning terbuka di hadapan mereka. Di depan para santri, seorang kiai pesantren duduk tenang sambil menjelaskan makna ayat demi ayat. Inilah gambaran sederhana dari peran kiai pesantren dalam kehidupan pendidikan Islam. Dalam tradisi pendidikan pesantren, kiai bukan sekadar […]

  • Bulan Allah

    Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 265
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim. Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. […]

  • murid aktif bertanya

    Rahasia Guru Hebat: Cara Membuat Murid Berani Bertanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru menghadapi situasi yang sama: kelas terlihat tenang, tetapi sebenarnya pasif. Murid mendengarkan tanpa bertanya, bahkan ketika materi sulit dipahami. Padahal, murid aktif bertanya menjadi indikator utama pembelajaran berhasil. Ketika siswa berani mengajukan pertanyaan, proses belajar berubah menjadi dialog, bukan sekadar ceramah. Karena itu, strategi meningkatkan keaktifan siswa, partisipasi kelas, dan […]

  • Sensus Ekonomi 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Bongkar Arah Baru Ekonomi Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sensus Ekonomi 2026 resmi memasuki tahap penting di Kota Tasikmalaya. Di balik proses pendataan yang akan menjangkau ribuan pelaku usaha, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya mulai menyiapkan pasukan lapangan melalui pelatihan intensif. Program ini tidak hanya membahas teknik pendataan usaha, tetapi juga mengupas ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang kini […]

  • keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan

    Banyak Orang Menyesal, Inilah Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang menyadari keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan. Padahal, fase terakhir bulan suci ini menyimpan kesempatan besar yang bisa mengubah kehidupan seorang muslim. Pada malam-malam inilah terdapat Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, banyak ulama menekankan pentingnya memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan […]

expand_less