Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEShalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap.

Karena itu, setiap Ramadan, umat Islam memadati masjid atau menunaikannya di rumah bersama keluarga. Momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Sebaliknya, tarawih menjadi sarana memperkuat iman, memperbanyak pahala, sekaligus membersihkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan kuat mengapa shalat tarawih Ramadan sangat dianjurkan.

Waktu dan Tata Cara Shalat Tarawih Ramadan

Pertama, waktu pelaksanaan tarawih dimulai setelah shalat Isya. Umumnya umat Islam mengerjakannya secara berjamaah di masjid. Namun demikian, seseorang tetap boleh menunaikannya di rumah secara mandiri.

Baca juga: Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

Tata caranya sederhana. Jamaah berniat di dalam hati, kemudian melaksanakan dua rakaat dengan satu salam. Setelah itu, rakaat diulang hingga jumlah yang diinginkan tercapai. Setiap dua rakaat ditutup salam, sehingga ritmenya ringan dan tidak memberatkan.

Biasanya, imam membaca surat-surat pendek setelah Al-Fatihah, terutama dari juz 30. Namun jika seseorang mampu membaca surat lebih panjang, hal itu juga diperbolehkan. Karena itu, tarawih memberi ruang kekhusyukan sesuai kemampuan masing-masing.

Setelah rangkaian tarawih selesai, ibadah ditutup dengan shalat Witir. Jumlahnya bisa satu, tiga, atau sebelas rakaat. Dengan demikian, rangkaian shalat tarawih Ramadan menjadi lengkap sebagai qiyamul lail.

8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasannya

Perbedaan jumlah rakaat sering menjadi perbincangan. Sebagian masjid melaksanakan 8 rakaat, sementara lainnya memilih 20 rakaat. Keduanya memiliki dasar dan telah dipraktikkan sejak masa sahabat.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih dilaksanakan 20 rakaat secara berjamaah. Sementara itu, sebagian riwayat menunjukkan Rasulullah ﷺ melaksanakan delapan rakaat qiyam yang panjang.

Karena itu, ulama sepakat bahwa jumlah rakaat dalam shalat tarawih Ramadan bersifat fleksibel. Yang terpenting bukan angka, melainkan kekhusyukan dan konsistensi. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa tarawih adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, sehingga umat Islam hendaknya menjaga semangatnya.

Dengan memahami konteks sejarah dan pendapat ulama, umat Islam tidak perlu memperdebatkan jumlah rakaat. Sebaliknya, fokus utama adalah meningkatkan kualitas ibadah.

Keutamaan dan Spiritualitas Tarawih Ramadan

Shalat tarawih bukan hanya tentang berdiri dan membaca ayat. Lebih dari itu, ibadah ini melatih kesabaran, ketekunan, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Setiap malam Ramadan menjadi kesempatan memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan tujuan Ramadan adalah takwa. Tarawih menjadi bagian penting dalam membentuk ketakwaan tersebut. Sebab ketika seorang hamba berdiri lama di hadapan Allah, hatinya akan lebih mudah tersentuh.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Selain itu, suasana masjid pada malam Ramadan mempererat ukhuwah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul dalam satu saf. Kebersamaan ini menghadirkan energi spiritual yang sulit ditemukan di bulan lain.

Oleh karena itu, shalat tarawih Ramadan bukan sekadar tradisi. Ia adalah momentum perubahan diri. Sebagai ruang pengampunan. Dan ia adalah jalan menuju hati yang lebih bersih.

Mengapa Tarawih Begitu Istimewa?

Pertama, tarawih hanya hadir satu bulan dalam setahun. Kedua, ia memiliki janji ampunan yang tegas dalam hadis sahih. Ketiga, pelaksanaannya fleksibel sehingga dapat diikuti semua kalangan.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam tidak melewatkannya. Bahkan, meski seseorang tidak mampu berjamaah di masjid, ia tetap bisa meraih pahala dengan melaksanakannya di rumah.

Dengan demikian, shalat tarawih Ramadan menjadi simbol kebangkitan spiritual tahunan. Selama Ramadan masih berkunjung, kesempatan itu selalu terbuka. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi muslim berwudhu dan larangan ibadah tertentu ketika wudhu batal menurut ajaran Islam

    Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Wudhu memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini berfungsi sebagai syarat sah bagi sejumlah amalan tertentu. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami konsekuensi ketika wudhu batal. Pemahaman yang benar akan membantu menjaga kesucian ibadah dan menghindari amalan yang tidak sah. Dalam fiqih Islam, para ulama menjelaskan bahwa batalnya wudhu membawa […]

  • korban TPPO

    WNI Korban TPPO di Kamboja Jadi Alarm Negara

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kasus 9 WNI korban TPPO di Kamboja menyoroti lemahnya perlindungan migran dan bahaya jalur kerja ilegal. albadarpost.com, HUMANIORA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Paspor mereka disita. Target kerja yang tak tercapai dibalas kekerasan. Kasus ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan peringatan keras tentang lemahnya sistem […]

  • pencairan TPD tertunda

    Pencairan TPD TPG Tertunda, Guru Kemenag Gelisah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Janji pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Maret 2026 kembali menguat, tetapi kegelisahan guru dan dosen belum sepenuhnya reda. Hingga akhir Januari, pencairan TPD tertunda karena anggaran belum tersedia dalam pagu awal Kementerian Agama. Bagi guru dan dosen di bawah naungan Kemenag, tunjangan profesi bukan sekadar tambahan penghasilan. Dana tersebut menjadi penopang […]

  • pesan emosional dedi mulyadi

    Di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tak Menikah Lagi

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Keputusan Dedi Mulyadi tak menikah lagi disampaikan terbuka, memuat pesan emosional tentang anak, keluarga, dan persepsi publik. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keputusan hidup pribadi pejabat publik sering kali dibaca secara dangkal. Ia kerap dipersempit menjadi gosip, padahal di baliknya terdapat pertimbangan psikologis, relasi keluarga, dan beban simbolik sebagai figur negara. Itulah konteks yang muncul ketika Gubernur […]

  • Hari Guru Nasional

    Hari Guru Nasional Tegaskan Peran Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sejarah Hari Guru Nasional menegaskan peran guru dalam pendidikan Indonesia dan urgensi kebijakan yang berpihak pada pendidik. albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Guru Nasional kembali diperingati pada 25 November. Di banyak sekolah, upacara bendera digelar dengan sederhana, diiringi pemberian tanda terima kasih dari siswa kepada pendidik. Di balik ritual rutin itu, pemerintah menegaskan pilar penting yang […]

  • Ilustrasi dugaan korupsi BOS Tasikmalaya berdasarkan hasil audit dana pendidikan sekolah dasar negeri.

    Audit Bongkar Dugaan Korupsi BOS Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan korupsi BOS Tasikmalaya kembali memantik sorotan publik setelah hasil audit mengungkap indikasi penyimpangan dana pendidikan di salah satu sekolah dasar negeri. Kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS di Kota Tasikmalaya itu tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius soal integritas pengelolaan anggaran. Hingga kini, publik menilai kasus korupsi dana […]

expand_less