Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Sabar dan ridho adalah dua ibadah batin yang sering terucap, namun kerap luput diamalkan. Sabar dan ridho bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi keimanan yang menguatkan hati. Dalam tradisi ulama, keduanya termasuk ibadah batiniyah yang wajib dijaga. Terutama di bulan Ramadan, ketika lapar, lelah, dan berbagai ujian datang silih berganti, kesabaran dan kelapangan hati menjadi cermin kualitas iman seseorang.

Kitab Safinah an-Najah menjelaskan bahwa sabar berarti menahan diri dan menahan hati dari keluh kesah. Artinya, seseorang tidak mudah mengadu pada makhluk atas takdir yang Allah tetapkan. Ia tetap teguh meski keadaan terasa sempit. Ia menahan lisan dari protes dan menjaga hati dari prasangka buruk.

Syekh ‘Alqomi menambahkan bahwa sabar ialah kemampuan menanggung sesuatu yang terasa tidak enak serta menahan diri dari kenikmatan yang belum Allah izinkan. Karena itu, puasa sejatinya melatih disiplin batin. Kita menahan lapar, dahaga, dan keinginan, bukan semata karena fisik, tetapi karena perintah Ilahi.

Ridho: Lapangnya Hati Menerima Takdir

Namun sabar saja belum cukup. Islam mengajarkan ridho, yaitu luasnya hati menerima segala pemberian Allah. Ridho bukan pasrah tanpa usaha, melainkan menerima hasil setelah ikhtiar maksimal. Baik pahit maupun manis, hitam ataupun putih, semuanya diyakini sebagai bagian dari ketetapan terbaik.

Baca juga: Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

Para ulama menjelaskan bahwa ridho tampak dari wajah yang tidak manyun, hati yang tidak marah, dan jiwa yang tidak galau. Sebaliknya, kegelisahan berlebihan sering muncul ketika seseorang membandingkan takdirnya dengan angan-angan yang belum tentu benar. Ia merasa skenario lain lebih baik, padahal Allah Maha Mengetahui yang tersembunyi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menegaskan bahwa keterbatasan manusia tidak mampu menembus rahasia ketetapan-Nya. Karena itu, sabar dan ridho berjalan beriringan. Sabar menjaga lisan dari keluh kesah, sementara ridho melapangkan dada dari keberatan tersembunyi.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

“Barangsiapa tidak ridho atas ketetapan-Ku, tidak sabar atas ujian-Ku, dan tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.”

Hadis ini menjadi peringatan tegas bahwa keimanan menuntut penerimaan total terhadap keputusan Allah. Ramadan menghadirkan momentum untuk menata ulang sikap tersebut.

Ramadan: Madrasah Kesabaran Umat

Bulan suci ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah kesabaran umat. Saat harga kebutuhan naik, pekerjaan terasa berat, atau harapan belum tercapai, bulan suci mengajarkan jeda. Kita diajak menahan reaksi spontan dan menggantinya dengan doa.

Selain itu, puasa membangun empati sosial. Ketika perut kosong, kita merasakan pedih yang biasa dirasakan saudara kita setiap hari. Karena itu, sabar dan ridho tidak berhenti pada diri sendiri. Keduanya mendorong kepedulian.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut sabar sebagai separuh iman. Separuh lainnya adalah syukur. Jika sabar menguatkan saat ujian datang, syukur menjaga hati saat nikmat melimpah. Dengan demikian, sabar dan ridho membentuk keseimbangan spiritual.

Lebih jauh lagi, keumatan membutuhkan jiwa-jiwa yang sabar dan lapang. Dalam kehidupan sosial, perbedaan sering memicu emosi. Namun jika setiap individu menahan diri dan menerima takdir dengan bijak, harmoni lebih mudah terwujud. Karena itu, ibadah batin memiliki dampak sosial yang luas.

Baca juga: Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

Menata Hati, Menata Negeri

Pada akhirnya, sabar dan ridho bukan hanya amalan personal. Ia membentuk karakter umat. Ketika hati lapang menerima ketentuan Allah, seseorang tidak mudah menyalahkan keadaan. Ia fokus memperbaiki diri dan memberi manfaat.

Ramadan menghadirkan kesempatan emas untuk memperdalam ibadah batin ini. Setiap kali godaan muncul, kita berlatih menahan diri. Setiap kali ujian datang, kita belajar menerima dengan lapang dada. Proses itu mungkin sunyi, namun hasilnya terasa nyata.

Sabar dan ridho menuntun kita memahami bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Namun selama hati terhubung kepada Allah, maka setiap takdir menyimpan hikmah. Karena itu, mari jadikan Ramadan sebagai titik balik. Kita jaga lisan dari keluhan, kita bersihkan hati dari keberatan, lalu kita yakini bahwa semua ketetapan-Nya adalah jalan terbaik pada hakikatnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidangan takjil Uzbekistan berupa non, plov, dan shurpa tersaji di meja berbuka puasa khas Jalur Sutra.

    Takjil Uzbekistan, Warisan Jalur Sutra yang Unik

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Takjil Uzbekistan memiliki daya tarik tersendiri karena lahir dari pertemuan budaya di Jalur Sutra. Tradisi buka puasa Uzbekistan atau hidangan takjil khas Uzbekistan tidak hanya menghadirkan kurma dan roti, tetapi juga mencerminkan jejak perdagangan lintas benua. Sejak abad ke-2 SM, Jalur Sutra menghubungkan Asia Timur, Asia Tengah, hingga Timur Tengah, sehingga […]

  • Ilustrasi kekerasan penagihan utang, penagih utang keroyok ibu hamil di Takalar hingga korban mengalami keguguran.

    Tragis! Ibu Hamil Dikeroyok Saat Ditagih Utang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Praktik penagihan utang kembali menuai kecaman publik setelah aksi pengeroyokan menimpa seorang ibu hamil di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kekerasan yang terjadi saat proses penagihan itu tidak hanya meninggalkan trauma, tetapi juga berujung pada keguguran yang dialami korban. Peristiwa tragis tersebut langsung menyita perhatian warga. Selain karena melibatkan penagih utang, korban diketahui […]

  • Ilustrasi pengemudi Grab di Singapura dengan latar kota modern dan grafik kenaikan tarif akibat lonjakan harga BBM global.

    Tarif Grab Melonjak, Warga Singapura Kena Imbas Konflik Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kebijakan grab naik tarif resmi diberlakukan di Singapura. Kenaikan tarif Grab ini menjadi respons atas lonjakan harga bahan bakar yang dipicu konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampaknya kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pengguna layanan transportasi online yang bergantung pada mobilitas harian. Skema Tarif Baru Grab […]

  • Ilustrasi bakwan jagung renyah berwarna keemasan di atas piring dengan cabai rawit dan suasana dapur rumahan.

    Resep Bakwan Jagung Renyah Anti Lembek, Dingin Pun Tetap Krispi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan jagung renyah masih jadi salah satu gorengan favorit di banyak rumah Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya kriuk, dan aromanya sering langsung membuat orang berkumpul ke dapur bahkan sebelum matang sempurna. Karena itu, resep bakwan jagung anti lembek kini semakin banyak dicari, terutama oleh pecinta gorengan rumahan yang ingin hasilnya tetap renyah meski […]

  • Korupsi Pengadaan

    Terungkap! Korupsi Pengadaan Sudah Diatur Sejak Awal

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi pengadaan kembali menunjukkan wajah aslinya. Data Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap bahwa sekitar 25 persen perkara korupsi berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ). Namun, temuan ini bukan sekadar angka. Di baliknya, ada pola yang berulang dan terstruktur. Dalam kurun 2004 hingga 2025, KPK menangani 1.782 perkara korupsi. Dari jumlah itu, 446 […]

  • admin OPD

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Admin OPD, Standarisasi Informasi Publik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk menyatukan komunikasi publik dan memperkuat transparansi layanan pemerintah. Pemerintah Daerah Dorong Tata Kelola Informasi yang Seragam albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang pengelolaan informasi publik di lingkungan birokrasi. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya menyatukan pola komunikasi publik agar lebih […]

expand_less