Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Nanti, ketika manusia berdiri sendiri di hadapan Allah, amal tidak lagi bersuara lantang. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sanjungan. Yang tersisa hanyalah niat yang pernah tersembunyi di dalam dada.

Pada saat itu, banyak manusia terdiam. Mereka melihat amal yang dahulu tampak besar, namun kini terasa ringan. Ada salat yang rajin, sedekah yang rutin, serta dakwah yang luas. Akan tetapi, semua itu berdiri tanpa ruh.

Syekh Athaillah As-Sakandari telah lama mengingatkan melalui Al-Hikam, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab setiap sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam tidak akan sempurna buahnya.” Kalimat ini terasa semakin tajam ketika amal tidak ditanam dalam kerendahan dan keikhlasan.

Keinginan Terkenal yang Menghancurkan dari Dalam

Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi pelaku amal kebajikan selain keinginan tersembunyi untuk diakui. Pada awalnya, seseorang beramal karena Allah. Namun seiring waktu, ia mulai menoleh pada pandangan manusia.

Baca juga: Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

Di sanalah hawa nafsu mengambil alih. Keinginan akan kedudukan dan popularitas tumbuh perlahan. Padahal, amal yang bercampur riya kehilangan nilainya di sisi Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:

“Barang siapa yang merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan memuliakannya. Dan barang siapa yang menyombongkan diri, maka Allah akan menghinakannya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini akan menjadi kenyataan mutlak di masa depan. Mereka yang merendah akan Allah angkat, sementara mereka yang membesarkan diri akan diturunkan tanpa kehormatan.

Peringatan Ulama tentang Penyakit Riya

Syekh Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata dengan nada yang sangat tegas, “Jangan engkau berbicara tentang mencari keridaan Allah, sementara di hatimu masih terbersit keinginan untuk terkenal.” Nasihat ini terasa seperti cermin bagi hati yang belum bersih.

Al-Qur’an pun menyingkap bahaya riya secara gamblang. Allah berfirman:

“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang berbuat riya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–6)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang tampak indah bisa berubah menjadi petaka jika niatnya rusak. Oleh karena itu, amal tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi harus dijaga dari penyakit hati.

Riya Menggerogoti Pahala Tanpa Suara

Riya tidak selalu terlihat. Ia bekerja dalam diam. Ia masuk melalui rasa bangga, lalu tumbuh menjadi harapan pujian. Akibatnya, pahala amal terkikis sedikit demi sedikit hingga tak bersisa.

Baca juga: Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

Karena itu, seorang mukmin perlu menjaga dan membersihkan hatinya. Ikhlas harus menjadi benteng utama. Tanpa ikhlas, amal hanya menjadi rutinitas kosong.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan bahwa inti dari semua ibadah adalah keikhlasan. Tanpanya, amal tidak memiliki nilai di akhirat.

Menanam Rendah untuk Menuai Kemuliaan

Selama waktu masih ada, hati perlu terus diawasi. Setiap amal perlu ditanya ulang: untuk siapa semua ini dilakukan? Dengan muhasabah yang jujur, riya dapat ditekan, dan ikhlas dapat ditumbuhkan.

Kelak, manusia tidak diselamatkan oleh banyaknya amal, melainkan oleh kemurnian niat. Maka tanamlah diri dalam kerendahan, agar amal berbuah keselamatan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi perempuan berhijab cream menangis di lanskap kota, simbol kesabaran dan harapan di balik kesulitan hidup.

    Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra. Di kota yang […]

  • Learning Loss

    Nilai TKA Rendah, Salah Siswa?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik. Ujian sebagai Alarm, Bukan Vonis albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali memantik perdebatan publik. Namun, persoalan ini tidak sesederhana angka rapor nasional. Nilai ujian yang rendah bukan vonis atas kemampuan siswa, melainkan alarm atas masalah struktural […]

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • resep opor ayam

    Rahasia Opor Ayam Gurih Ala Keluarga, Wajib Ada Saat Lebaran

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep opor ayam selalu menjadi incaran menjelang hari raya. Banyak orang mencari cara membuat opor ayam lezat, resep opor ayam gurih, hingga opor ayam khas Lebaran yang autentik. Namun, tidak semua tahu bahwa rahasia kelezatan hidangan ini sering tersembunyi dalam resep warisan keluarga yang sederhana tetapi penuh makna. Selain itu, opor ayam […]

  • Sambal dadakan khas restoran terkenal dengan cabai segar, tomat, dan jeruk limau di atas cobek tradisional

    Rahasia Sambal Dadakan RestoranTerbongkar, Ternyata Simpel!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pecinta kuliner mencari resep sambal dadakan restoran terkenal karena rasanya selalu segar, pedas, dan bikin nagih. Sambal ini juga dikenal sebagai sambal dadakan ala restoran atau sambal segar khas rumah makan. Meski terlihat sederhana, racikan ini menyimpan teknik khusus yang membuat rasanya berbeda dari sambal rumahan biasa. Kenapa Sambal Dadakan Restoran […]

  • penyaluran beras Bulog

    Bulog Pastikan Penyaluran Beras Bulog ke 222 Ribu KPM Garut Terjaga Mutunya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bulog memastikan penyaluran beras Bulog untuk 222 ribu KPM Garut terjaga kualitasnya. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perum Bulog menjamin penyaluran beras Bulog untuk 222.778 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut berlangsung dengan kualitas terjaga. Komitmen ini ditegaskan setelah pengecekan langsung distribusi bantuan pangan yang dilakukan Bulog Ciamis sebagai pelaksana penyaluran di wilayah Priangan Timur. […]

expand_less