Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, pemerintah melakukan penyesuaian penting pada menu yang diterima siswa. Penyesuaian ini bukan sekadar teknis distribusi, melainkan cerminan kebijakan yang berupaya menghormati praktik ibadah sekaligus menjaga kecukupan gizi anak sekolah.

Selama Ramadan, siswa Muslim yang berpuasa tidak menerima menu siap santap seperti hari biasa. Sebaliknya, mereka memperoleh paket makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap menerima menu MBG dalam bentuk makanan siap makan sesuai jadwal sekolah.

Perbedaan ini memunculkan pertanyaan publik. Apakah kebijakan tersebut adil? Bagaimana pemerintah memastikan kebutuhan gizi seluruh siswa tetap terpenuhi?

Penyesuaian Menu MBG di Bulan Ramadan

Pemerintah merancang kebijakan menu MBG Ramadan dengan mempertimbangkan kebiasaan ibadah mayoritas siswa. Oleh karena itu, siswa Muslim menerima paket makanan kering berisi kurma, telur rebus, buah, susu, atau sumber protein lain yang mudah disimpan.

Baca juga: Pemeriksaan Ridwan Kamil dan Peran Asisten Pribadi

Paket tersebut dibagikan di sekolah pada siang hari. Dengan demikian, siswa dapat membawanya pulang dan mengonsumsinya saat waktu berbuka. Skema ini menjaga tujuan utama MBG, yakni pemenuhan gizi, tanpa mengganggu pelaksanaan puasa.

Sebaliknya, siswa non-Muslim tetap menerima menu MBG seperti biasa. Mereka mengonsumsi makanan bergizi di sekolah sesuai jam makan. Kebijakan ini diterapkan di sekolah yang memiliki siswa lintas agama agar layanan tetap berjalan optimal.

Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya menyesuaikan layanan tanpa menghentikan program. Selain itu, negara ingin memastikan tidak ada kelompok siswa yang tertinggal dari sisi asupan gizi.

Prinsip Keadilan Gizi dalam Program MBG

Perbedaan menu MBG Ramadan bukan bentuk diskriminasi. Sebaliknya, kebijakan ini berdiri di atas prinsip keadilan kontekstual. Keadilan tidak selalu berarti perlakuan yang sama, tetapi perlakuan yang sesuai kebutuhan.

Siswa yang berpuasa membutuhkan pola konsumsi berbeda. Oleh sebab itu, menu kering menjadi pilihan yang relevan. Di sisi lain, siswa yang tidak berpuasa tetap membutuhkan asupan energi di siang hari untuk mendukung aktivitas belajar.

Pemerintah memosisikan MBG sebagai program berbasis kebutuhan. Karena itu, pendekatan seragam justru berpotensi mengabaikan kondisi riil siswa. Dengan menyesuaikan menu, negara berupaya hadir secara lebih sensitif dan fungsional.

Selain itu, kebijakan ini juga mencerminkan penghormatan terhadap keberagaman. Sekolah menjadi ruang bersama yang mengakomodasi perbedaan tanpa mengorbankan hak dasar anak.

Menjaga Tujuan Utama MBG di Tengah Ibadah

Tujuan utama MBG tetap sama, yaitu memperbaiki status gizi siswa dan mendukung konsentrasi belajar. Ramadan tidak mengubah tujuan tersebut. Yang berubah hanyalah metode pelaksanaannya.

Pemerintah menilai bahwa menghentikan MBG selama Ramadan justru berisiko menurunkan asupan gizi siswa, terutama bagi keluarga rentan. Oleh karena itu, penyesuaian menu menjadi solusi yang lebih tepat.

Baca juga: Branding Sekolah dan Tanggung Jawab Pendidikan

Di sisi lain, kebijakan ini juga mengajarkan nilai toleransi sejak dini. Anak-anak belajar bahwa perbedaan praktik ibadah dapat berjalan berdampingan dalam satu sistem pendidikan.

Antara Kebijakan Publik dan Kepekaan Sosial

Menu MBG Ramadan menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak berdiri di ruang hampa. Ia bersinggungan langsung dengan nilai sosial, budaya, dan agama. Oleh sebab itu, kebijakan yang baik tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga peka secara sosial.

Dengan membedakan menu MBG untuk siswa Muslim dan non-Muslim, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi program dan penghormatan terhadap keyakinan.

Ke depan, tantangan utama terletak pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Distribusi, kualitas menu, dan pengawasan gizi harus tetap terjaga agar tujuan program tidak melenceng.

Pada akhirnya, menu MBG Ramadan bukan sekadar soal makanan. Ia mencerminkan cara negara membaca realitas masyarakatnya. Ketika kebijakan mampu menjawab kebutuhan dengan adil dan bijak, kepercayaan publik pun akan tumbuh. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramuka Ciamis

    Bupati Ciamis Dilantik Jadi Ketua Mabicab Pramuka 2025–2030

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Bupati Ciamis Herdiat Sunarya resmi dilantik sebagai Ketua Mabicab Pramuka Ciamis periode 2025–2030. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung di kawasan Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis, Senin (5/1/2026). Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Kwartir Daerah […]

  • kebiasaan malam

    Rahasia Malam Tenang: 10 Kebiasaan Kecil yang Ubah Hidupmu

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kebiasaan malam sering dianggap sepele, padahal rutinitas ini sangat menentukan kualitas hidup. Dengan membangun kebiasaan malam yang sehat, pikiran menjadi lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan hari esok terasa lebih ringan. Rutinitas malam yang baik juga membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta menjaga kesehatan mental secara keseluruhan. 1. Menjauh dari Gadget 1 […]

  • Ilustrasi umat muslim berbagi makanan berbuka puasa kepada jamaah di masjid saat bulan Ramadhan.

    Cuma Beri Takjil? Ini Hadis Nabi yang Mengejutkan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang belum menyadari keutamaan memberi makan orang berbuka. Padahal, dalam hadis Nabi tentang memberi makan orang berbuka, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pahala amalan ini bisa menyamai pahala orang yang menjalankan puasa. Karena itu, tradisi berbagi takjil yang sering terlihat di jalan, masjid, atau lingkungan masyarakat sebenarnya memiliki nilai ibadah yang […]

  • Ilustrasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang transparan dan akuntabel sesuai Perpres 16 Tahun 2018.

    Ini Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa untuk Cegah Korupsi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa menjadi fondasi utama dalam setiap belanja pemerintah. Aturan ini tidak hanya mengatur proses pembelian barang dan layanan, tetapi juga memastikan tata kelola anggaran negara berjalan transparan dan bebas penyimpangan. Dalam regulasi nasional, prinsip pengadaan pemerintah atau asas pengadaan publik tersebut telah ditegaskan melalui Peraturan Presiden Nomor 16 […]

  • pemberdayaan perempuan

    Hari Ibu, Pemkot Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya menegaskan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi pembangunan pada peringatan Hari Ibu 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan kembali komitmen pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah melalui Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Penegasan ini penting karena menyangkut arah kebijakan publik yang menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap agenda. Upacara […]

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

expand_less