Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil.

Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui di kediamannya, Kamis (29/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya telah dilakukan secara langsung dan berjalan cukup baik. Namun, hingga kini, para pedagang masih belum melihat langkah konkret yang benar-benar dirasakan di lapangan.

KH Miftah Fauzi menuturkan bahwa keresahan pedagang Pasar Cikurubuk bukanlah persoalan baru. Ia menerima banyak laporan terkait kondisi pasar yang semakin tertekan, mulai dari turunnya daya beli, bertambahnya kios kosong, hingga ketidakpastian pengelolaan pasar. Dalam situasi tersebut, pedagang kecil harus berjuang bertahan di tengah persaingan yang kian berat.

Baca juga: Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

Salah satu persoalan utama yang disorot adalah praktik grosir dan distributor yang menjual barang secara eceran. Menurutnya, kondisi ini menciptakan persaingan usaha yang tidak seimbang karena pedagang kecil harus berhadapan langsung dengan pelaku usaha bermodal besar yang memiliki akses distribusi dan struktur harga lebih kuat.

KH Miftah Fauzi menilai, jika praktik tersebut dibiarkan, maka pasar rakyat akan semakin kehilangan fungsinya. Pasar yang seharusnya menjadi ruang hidup pedagang kecil justru berubah menjadi arena yang menyingkirkan mereka secara perlahan.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Tasikmalaya memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai penjaga keadilan sosial di tingkat lokal. Ketika fungsi usaha tidak dijalankan sesuai perannya, maka negara wajib turun tangan.

Baca juga: Putusan MA Perberat Hukuman Korupsi

Dalam kerangka regulasi perdagangan nasional, negara telah memberikan dasar hukum yang jelas untuk melindungi pelaku usaha kecil dan menciptakan iklim usaha yang adil. Oleh karena itu, KH Miftah Fauzi menilai bahwa persoalan Pasar Cikurubuk bukan kekurangan aturan, melainkan soal keberanian dalam menjalankannya.

Ia menekankan bahwa dirinya tidak sedang mengajak konfrontasi, apalagi menolak keberadaan usaha besar. Yang ia dorong adalah kepemimpinan daerah yang berani mengambil sikap adil dan berpihak, agar pasar rakyat tidak terus menjadi korban dari sistem distribusi yang tidak tertata.

KH Miftah Fauzi menyatakan akan terus berdiri bersama pedagang Pasar Cikurubuk sembari menunggu langkah Pemkot Tasikmalaya. Ia berharap pemerintah daerah segera menunjukkan kebijakan yang jelas, konsisten, dan menyentuh akar persoalan.

Menurutnya, ketika negara hadir dengan sikap tegas dan humanis, pasar rakyat tidak hanya bisa bertahan, tetapi kembali menjadi fondasi ekonomi masyarakat kecil. Untuk saat ini, ribuan pedagang masih menunggu—menunggu Pemkot Tasikmalaya membuktikan keberpihakan tersebut dalam tindakan nyata. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi Pemerintahan Sumedang

    Sumedang Jadi Rujukan Tata Kelola Pemerintahan Digital

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kemendagri menilai digitalisasi pemerintahan Sumedang layak jadi percontohan nasional yang transparan dan akuntabel. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah pusat menilai langkah Kabupaten Sumedang dalam membangun sistem pemerintahan berbasis digital bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Digitalisasi Pemerintahan Sumedang dinilai berhasil menjawab dua kebutuhan mendasar birokrasi daerah: transparansi […]

  • Ilustrasi futuristik seorang Muslim salat di tengah kota modern bercahaya sebagai simbol perbaikan hidup melalui ibadah.

    Perbaiki Salatmu, Reset Hidupmu

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada tahun-tahun mendatang, manusia mungkin akan menciptakan teknologi yang mampu membaca gelombang pikiran. Mereka akan merancang algoritma untuk memprediksi keputusan. Mereka bahkan mungkin menciptakan kecerdasan buatan yang mampu meniru empati. Namun tetap saja, mereka lupa satu tombol paling tua yang sudah tersedia sejak berabad-abad lalu: takbir. Prinsip “Perbaiki salatmu maka Allah akan […]

  • Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya memperkuat kolaborasi media lokal Priangan Timur bersama stakeholder daerah

    Deklarasi SWAKKA Tegaskan Arah Baru Media Lokal

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya menandai babak baru bagi media online di Priangan Timur. Forum ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa media lokal tidak bisa lagi berjalan sendiri di tengah kompetisi digital yang makin keras. Peristiwa ini penting karena menyentuh kepentingan publik secara langsung. Ketika media lokal kuat dan kolaboratif, masyarakat memperoleh informasi […]

  • larangan ART hamil di Singapura

    Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aturan tentang larangan ART hamil di Singapura sering menimbulkan rasa penasaran, terutama bagi pekerja migran dari berbagai negara. Banyak orang bertanya mengapa pemerintah memberlakukan kebijakan yang terlihat sangat ketat ini. Dalam kebijakan tenaga kerja di negara tersebut, larangan pekerja rumah tangga hamil, aturan kehamilan pekerja asing, dan regulasi tenaga kerja domestik […]

  • penyakit hati menurut al ghazali

    Penyakit Hati Menurut Imam Al Ghazali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati menurut Imam Al-Ghazali bukan sekadar istilah spiritual. Ulama besar ini menjelaskan bahwa penyakit hati dalam Islam sering hadir tanpa disadari pemiliknya. Seseorang bisa tetap tersenyum, bekerja, bahkan beribadah, tetapi hatinya perlahan kehilangan kepekaan terhadap kebenaran. Inilah yang membuat konsep hati menurut Al-Ghazali terasa sangat relevan hingga sekarang. Ia tidak berbicara […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

expand_less