Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari satu dekade Siti Rahmawati mengajar di sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah. Setiap pagi ia masuk kelas, menyiapkan materi, dan mendampingi murid-muridnya seperti guru lain. Namun hingga kini, statusnya tetap guru honorer. Ketika pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, harapan yang sempat tumbuh justru berubah menjadi kekecewaan.

Siti hanya mendapat status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Di saat yang sama, petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa diangkat sebagai PPPK penuh waktu. “Kami mengabdi puluhan tahun, tapi perlakuannya berbeda,” ujarnya.

Pengabdian Panjang yang Tak Berbanding Lurus

Bagi banyak guru honorer, pengabdian bukan sekadar angka masa kerja. Mereka mengajar dengan tanggung jawab penuh, mengikuti kurikulum, dan terlibat dalam kegiatan sekolah. Namun, status kepegawaian mereka tidak pernah benar-benar pasti.

Siti mengaku sempat berharap pemerintah memberi prioritas kepada guru honorer yang telah lama mengabdi. Harapan itu memudar setelah mengetahui kebijakan yang tertuang dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025.

Baca juga: Saat Teguran Guru Berubah Jadi Keroyokan

“Kami tidak menolak program MBG. Tapi rasanya tidak adil jika kami yang sudah lama mengabdi justru berada di posisi lebih rendah,” katanya.

Beban Ekonomi dan Ketidakpastian

Status PPPK paruh waktu berdampak langsung pada penghasilan. Guru honorer menerima gaji yang lebih kecil dibanding PPPK penuh waktu. Kondisi ini mempersulit mereka memenuhi kebutuhan keluarga.

Ahmad, guru honorer di Sumatera Selatan, mengaku harus mencari pekerjaan sampingan. “Mengajar tetap prioritas, tapi penghasilan tidak cukup. Padahal tanggung jawab kami sama,” ujarnya.

Ketidakpastian status juga memengaruhi psikologis guru. Banyak dari mereka merasa masa depan profesinya tidak jelas, meski telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan.

Suara dari Ruang Kelas

Aliansi R2 R3 Indonesia mencatat banyak keluhan serupa dari guru honorer dan tenaga kependidikan. Ketua Umumnya, Faisol Mahardika, menyebut kebijakan tersebut melukai rasa keadilan sosial.

Menurutnya, guru honorer menjadi tulang punggung pendidikan di banyak daerah. Ketika kebijakan ASN tidak berpihak pada mereka, negara dinilai abai terhadap kontribusi nyata di lapangan.

Baca juga: Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

Faisol menegaskan bahwa pengangkatan PPPK seharusnya mempertimbangkan masa pengabdian dan peran strategis dalam pelayanan publik, khususnya pendidikan.

Harapan Akan Evaluasi Kebijakan

Meski kecewa, guru honorer tetap berharap pemerintah mendengar suara mereka. Mereka meminta evaluasi terhadap implementasi Perpres Nomor 115 Tahun 2025 agar lebih adil.

“Kami tidak minta diistimewakan. Kami hanya ingin diperlakukan setara,” kata Siti.

Para guru berharap pemerintah membuka dialog dan menyusun kebijakan yang memberi kepastian kerja dan kesejahteraan. Bagi mereka, pengakuan negara atas pengabdian adalah bentuk penghargaan yang paling dinanti.

Kisah guru honorer ini menunjukkan bahwa kebijakan publik bukan sekadar aturan di atas kertas. Di baliknya, ada kehidupan, pengabdian, dan harapan yang menunggu keadilan. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDN 2 Salakaria

    Saat Sekolah Lain Dipenuhi Murid Baru, SD Ini Menunggu Satu Anak

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di berbagai daerah biasanya dipenuhi tawa anak-anak, deretan seragam baru, dan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu. Namun, suasana berbeda justru terjadi di SDN 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, satu-satunya peserta didik baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027 belum […]

  • Potret ilustratif pemimpin kartel narkoba Meksiko dengan latar wilayah Jalisco dan suasana operasi keamanan

    El Mencho: Dari Anak Desa Jalisco hingga Kartel Narkoba Meksiko

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Peta kartel narkoba Meksiko dalam dua dekade terakhir berubah drastis. Di tengah pusaran konflik, satu nama terus muncul dalam laporan intelijen, dokumen keamanan, hingga pemberitaan internasional: El Mencho. Sosok ini tidak hanya memimpin organisasi kriminal bersenjata, tetapi juga membentuk ulang dinamika kartel narkoba Meksiko modern melalui ekspansi agresif dan strategi konsolidasi […]

  • Refleksi makna QS At-Taghabun ayat 15 tentang harta dan anak sebagai ujian keimanan dalam kehidupan modern.

    Menata Cinta agar Tak Salah Arah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada pagi tertentu ketika manusia menghitung segalanya dengan angka. Saldo rekening, cicilan rumah, biaya sekolah anak, tabungan masa depan. Di saat seperti itu, cinta terasa nyata dalam bentuk rupiah dan jadwal. Namun Al-Qur’an datang dengan nada lembut sekaligus tegas, mengingatkan bahwa yang paling kita cintai bisa menjadi ujian paling sunyi. “Innama amwalukum […]

  • Pemutusan internet

    Internet Diputus, Kerusuhan Iran Memburuk

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pemutusan internet menyertai kerusuhan brutal Iran, ratusan tewas dilaporkan medis independen akibat tindakan aparat. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kerusuhan massal di Iran memasuki fase paling brutal setelah laporan medis independen menyebut ratusan orang tewas akibat tindakan keras pasukan keamanan. Di tengah eskalasi kekerasan tersebut, pemerintah Iran melakukan pemutusan internet secara luas, membatasi arus informasi dari […]

  • fikih keluarga kontemporer

    Mengapa Ulama Kini Bahas Ancaman Nonmiliter?

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA – Mengapa ulama kini ikut membahas ancaman nonmiliter? Pertanyaan itu mungkin terdengar tidak biasa. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, isu tersebut dinilai semakin relevan untuk dikaji dari perspektif hukum Islam. Itulah salah satu tema yang akan dibahas dalam forum akademik yang mempertemukan ulama, akademisi, dan peneliti di Pesantren Buntet, […]

  • kenangan nasi padang Singapura

    Rendang Terakhir di Kampong Glam Singapura

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Warong Nasi Pariaman, warung nasi Padang tertua di Singapura, resmi mengumumkan akan menutup operasionalnya pada 31 Januari 2026. Kabar ini menandai akhir perjalanan kuliner yang telah berlangsung selama 78 tahun dan meninggalkan jejak mendalam bagi warga lokal maupun diaspora Indonesia. Bagi banyak pelanggan, ini bukan sekadar penutupan restoran, melainkan berakhirnya kenangan […]

expand_less