Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peneliti ungkap kehilangan gigi pada lansia dapat menandakan risiko kematian dini dan gangguan kesehatan serius.

albadarpost.com, HUMANIORA – Selama ini kehilangan gigi pada lansia sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa kehilangan gigi pada lansia ternyata bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan yang lebih serius — bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kematian dini.

Temuan ilmiah ini mengungkap bahwa bukan hanya jumlah gigi yang tersisa yang penting, melainkan juga kecepatan gigi rontok yang dialami seseorang di usia lanjut. Semakin cepat gigi tanggal, semakin tinggi pula potensi risiko kematian akibat berbagai penyakit yang mendasarinya.


Penelitian: Gigi Cepat Rontok, Risiko Kematian Meningkat

Riset komprehensif ini dilakukan oleh Universitas Sichuan, Tiongkok, dan melibatkan 8.073 lansia yang dipantau selama rata-rata 3,5 tahun. Dalam studi tersebut, para ilmuwan meneliti keterkaitan antara tingkat kehilangan gigi dan tingkat mortalitas pada kelompok usia lanjut.

“Di kalangan orang tua, risiko kematian akibat berbagai penyebab meningkat secara signifikan seiring dengan percepatan kehilangan gigi, terlepas dari jumlah gigi awal,” tulis para peneliti dalam publikasi ilmiah yang dikutip dari Science Alert, Selasa (21/10/2025).

Temuan ini tetap konsisten bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kebiasaan minum alkohol, dan frekuensi olahraga. Artinya, kehilangan gigi bukan sekadar efek samping penuaan, tetapi cerminan dari kondisi kesehatan yang lebih dalam.

Para ahli menjelaskan bahwa kehilangan gigi pada lansia tidak secara langsung menyebabkan kematian. Namun, kondisi medis yang mempercepat gigi rontok — seperti penyakit jantung, diabetes, atau infeksi kronis — bisa berkontribusi terhadap penurunan kesehatan secara menyeluruh.

Kehilangan gigi, dengan demikian, berfungsi sebagai indikator kesehatan umum yang bisa mencerminkan kondisi tubuh seseorang, terutama pada usia lanjut.


Dampak Kesehatan dan Gizi Akibat Kehilangan Gigi

Selain aspek medis, penelitian tersebut juga menyoroti konsekuensi praktis dari kehilangan gigi yang cepat. Lansia yang kehilangan banyak gigi cenderung mengalami kesulitan mengunyah makanan bergizi seperti sayuran segar, daging, dan buah-buahan keras.

Ketika asupan makanan bergizi menurun, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Bahkan, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan gigi juga berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif. Lansia dengan jumlah gigi lebih sedikit memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dan Alzheimer, karena sirkulasi darah dan oksigen ke otak menurun akibat aktivitas mengunyah yang berkurang.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa kehilangan gigi pada lansia bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan makan, melainkan juga sinyal dari sistem tubuh yang tidak lagi berfungsi optimal.


Faktor Pemicu dan Pentingnya Perawatan Rutin

Menurut tim peneliti dari Universitas Sichuan, percepatan kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah peradangan kronis, obesitas, pola makan tinggi gula, stres psikologis, serta kebiasaan merokok.

Faktor-faktor tersebut memperburuk kondisi rongga mulut, melemahkan jaringan gusi, dan mempercepat kerusakan tulang rahang. Jika tidak segera ditangani, gigi menjadi longgar dan akhirnya rontok.

Untuk itu, para ahli menekankan pentingnya perawatan gigi rutin pada lansia, termasuk kunjungan berkala ke dokter gigi minimal dua kali setahun. Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, serta berhenti merokok juga menjadi langkah penting.

“Memantau percepatan kehilangan gigi dapat membantu tenaga medis memahami kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh,” tulis para peneliti dalam laporannya.

Pemeriksaan gigi secara berkala juga memungkinkan dokter menerapkan solusi tepat seperti pemasangan gigi tiruan, implan sintetis, atau bahkan terapi obat penumbuh gigi yang kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai negara.


Kehilangan Gigi Sebagai Peringatan Dini Kesehatan

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kondisi gigi dan mulut adalah cermin dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika seseorang mengalami kehilangan gigi yang cepat, itu bisa menandakan adanya gangguan sistemik seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes yang tidak terdeteksi.

Dengan demikian, pemeriksaan gigi seharusnya tidak lagi dianggap remeh. Melalui deteksi dini di klinik gigi, potensi penyakit serius bisa diantisipasi lebih cepat sebelum berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya.

Lebih jauh, para peneliti menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari hubungan erat antara kesehatan gigi dan umur panjang. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan mulut, mengatur pola makan, dan menjalani gaya hidup sehat bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup di masa tua.


Kesimpulan

Kehilangan gigi pada lansia bukan hal sepele—bisa menjadi indikator penyakit serius dan risiko kematian dini jika tak ditangani. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensus Ekonomi 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Bongkar Arah Baru Ekonomi Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sensus Ekonomi 2026 resmi memasuki tahap penting di Kota Tasikmalaya. Di balik proses pendataan yang akan menjangkau ribuan pelaku usaha, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya mulai menyiapkan pasukan lapangan melalui pelatihan intensif. Program ini tidak hanya membahas teknik pendataan usaha, tetapi juga mengupas ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang kini […]

  • Universitas Insan Cita

    KAHMI Ciamis Mimpi Besar Bangun Universitas Insan Cita

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Universitas Insan Cita menjadi gagasan besar yang mencuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ciamis. Di tengah agenda pergantian kepengurusan organisasi, para alumni justru membicarakan sesuatu yang jauh melampaui urusan internal, yakni membangun perguruan tinggi yang dapat menjadi pusat pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia di […]

  • Dampak judi online

    Judi Online Picu Gelombang Sosial Ekonomi yang Membahayakan

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Lonjakan judi online di kota memicu krisis sosial-ekonomi dan meningkatnya kekerasan ekstrem di kalangan muda. Dampak Judi Online Kian Nyata di Kota albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus buruh harian di Bandung yang membunuh penjaga konter demi melunasi utang judi online membuka kembali luka lama: dampak judi online yang semakin dalam di kota-kota Indonesia. Fenomena ini bukan […]

  • Gatur Pagi Langensari

    Sejak Pukul 06.00 WIB, Polisi Sudah Berdiri di Simpang Banjar, Ini Tujuannya

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gatur Pagi Langensari kembali terlihat di sejumlah ruas utama Kota Banjar pada Senin (8/6/2026). Kegiatan pengaturan lalu lintas pagi atau pelayanan arus kendaraan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran polisi yang paling dekat dengan aktivitas harian masyarakat. Ketika sebagian warga masih menyiapkan sarapan, mengantar anak sekolah, atau memanaskan kendaraan, sejumlah anggota […]

  • kasus penganiayaan Bandung

    Ibu Tiri Diduga Aniaya Balita, Polrestabes Bandung Lakukan BAP

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menangkap ibu tiri yang diduga menganiaya balita hingga tewas di Cipadung. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang balita berusia empat tahun bernama Raditya Allbyan Fauzan meninggal dunia di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Polrestabes Bandung menyelidiki peristiwa itu sebagai kasus penganiayaan Bandung yang diduga dilakukan ibu tirinya di […]

  • kerja sama Jepang Tasikmalaya

    Mengejutkan! Lobster Tasikmalaya Dilirik Jepang, Ini Dampaknya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kerja sama Jepang Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik setelah pertemuan strategis digelar di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/04/2026). Kolaborasi internasional ini membuka peluang besar dalam investasi, pengembangan SDM, hingga sektor perikanan, terutama lobster air payau yang mulai dilirik sebagai komoditas unggulan. Selain itu, sinergi Jepang–Tasikmalaya juga diproyeksikan mampu mempercepat pertumbuhan […]

expand_less